The Diary Game [May 16, 2021] Libur Hari Treakhir, Ayo Kita ke Pantai Lancok
Pagi ini kami tidak kemana-mana. Entah mengapa hari ini semuanya kesiangan. Saya sendiri merasa sangat mengantuk subuh tadi. Berasa seperti suasana Ramadhan. Jadi selepas salat, saya memilih tidur lagi. Anak-anak saya lebih parah, bangunnya hampir siang.
Tapi kami sudah bersepakat, selepas Dzuhur, kami akan bergabung dengan tiga keluarga dari pihak istri saya yang mau kongkow di tempat wisata Pantai Lancok. Kebetulan ada adik ipar saya dari Medan, belum pernah ke lokasi tersebut.

Adik ipar, adik sepupu dan kakak ipar
Selepas salat Dzuhur dan makan siang, kami pun berangkat. Saudara-saudara kami sudah berangkat duluan dan memesan tempat. Namun mereka masuk lewat jalan samping Masjid Mideun Syuhada, Bayu. Sementara saya masuk melalui Jalan Meuraksa di Keude Punteuet.
Saat tiba di lokasi saya kaget. Banyak sekali pengunjung. Bukan hanya kalangan muda-mudi. Banyak juga yang datang bersama keluarga seperti kami. Di lokasi parker, ratusan sepeda motor dan puluhan mobil berjejer.

Ada yang memilih berenang, meski cuaca cukup terik

Banyak juga yang memilih duduk di pondok
Saya harus menunggu cukup lama mobil pengujung lain keluar agar mendapat tempat yang lumayan teduh, di bawah rimbunnya pepohonan yang tumbuh liar di bibir Pantai Lancok.
Banyaknya orang di lokasi ini membuat saya khawatir. Karena saat ini angka penyintas Covid di Aceh sedang meningkat.
Sebagian dari mereka duduk di pondok-pondok kecil yang dibangun berjejer di biir pantai. Yang lainnya memilih di pondok besar berbentuk persegi panjang yang dibangun seperti rumah panggung dan agak menjorok ke laut.

Kami memilih duduk di bangunan yang tinggi, agar bisa melihat dari atas
Lokasinya cukup menarik. Namun karena terlalu ramai, jadi tidak nyaman. Apa lagi ketika kita mau pesan makanan, sangat susah. Pelayannya sedikit, pengujungnya sangat banyak.
Akibatnya pasti sangat lama. Pertama lama menunggu pelayan tiba, kedua menunggu makanan tiba. Akhirnya jadi gak nyaman kan?

Melihat orang berenang sembari berjalan saat hendak pulang
Tapi saya ingin kembali lagi ke sini setelah suasana lebaran tiba. Bagus juga untuk nongkrong sembari menikmati semilir angin dengan pemandangan laut lepas. Kapal-kapal nelayan sedang berburu ikan menjadi sesuatu yang dominan di tengah laut.








Oman neujak gampang lon hana neubri kabar...
siap salah bang @husaini nyoe payah riwang lom. bereh that tempat heheh
hana ubat tempat, bacut sahoo lagee di lua nanggroe...
Hahahaha 😅
Kapalo sep rame meusapat ureung manoe lam ie. Nyoe di Jakarta lagenyan rame meusapat, kabeh jie bereukah mandum 😁
nyan keuhnyan. kon ureung manoe, ureung2 foto jigari sang hehehe
Hehe
This post has been rewarded by @steemcurator08 with support from the Steem Community Curation Project.
Follow @steemitblog to get info about Steemit and the contest.
Anroja
tengkiyu bang @anroja