SLC-S29/W4-“Thinking and Ideas!| Rethinking the Normal!”
Sahabat steemit semuanya salam sukses selalu buat anda semuanya dimanapun anda berada....

Sebelum saya melanjutkan untuk mengikuti challenge" https://steemit.com/steem4nigeria/@ninapenda/slc-s29-w4-thinking-and-ideas-or-rethinking-the-normal", yang sangat menarik ini, saya mengundang sahabat steemit @memamun, @lirvic dan @dove11 untuk berpartisipasi di dalam challenge ini.
| Name one practice, belief, or system that people accept as normal but should be questioned. |
|---|
Banyak hal yang bisa dilakukan seseorang atau kelompok tertentu untuk menyikapi sebuah masalah yang sering terjadi di masyarakat dimana ia tinggal atau menjalani tugas. Ini berkaitan dengan hal yang mungkin sebagian masyarakat mulai meninggalkannya. Yaitu sebuah proses tepung tawar atau dalam bahasa daerah "Peusijuek". Ini merupakan sebuah kata yang erat hubungan dengan segala kegiatan yang ada di dalam masyarakat. Bahkan tadi malam baru saja kami melakukan acara tersebut. Namun saya tidak mendokumentasikannya.
Hal ini berhubungan erat dengan kegiatan yang akan dilaksanakan maupun dalam hal baru saja menimpa orang maupun ketika kita membeli mobil ataupun motor serta masuk ke rumah baru. Maka kegiatan "Peusijuek" ini akan dilakukan oleh yang punya hajat. Dengan melibatkan anggota keluarga maupun tetangga terdekat dengan kita. Inilah kegiatan yang dilakukan oleh orangtua atau orang yang dituakan dengan membaca do'a serta melakukan peusijuek dengan berbagai bahan yang telah disiapkan sebelumnya.

| Why do you think people rarely challenge it? |
|---|
Untuk kegiatan yang satu ini memang sangat jarang orang yang menantangnya. Hal ini disebabkan oleh hal yang sangat penting yang berhubungan erat dengan tanda syukur seseorang ataupun kelompok tertentu. Sehingga untuk kegiatan ini, walaupun ada sebagian orang yang tidak mau ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. Namun mereka tidak menentangnya, apalagi dalam kegiatan tersebut ada unsur agama yang diterapkan. Misalnya dengan membaca do'a tertentu yang tujuannya untuk meminta agar terhindar dari masalah tertentu ataupun agar hal tersebut tidak terulang kembali. Inilah yang menyebabkan mereka tidak menantangnya, walaupun mereka tidak melakukan kegiatan yang satu ini.
| What could improve if this “normal” way changed? |
|---|
Yang bisa dilakukan perbaikan dalam kegiatan ini adalah dengan memperhatikan apa hal yang terpenting dari inti sebuah kegiatan yang dilakukan oleh orang maupun kelompok. Untuk yang belum memahami perlu diberi penjelasan bahwa hal ini merupakan hal yang sudah dilakukan secara turun temurun dan ada sebuh hikmah yang terdapat di dalamnya. Setidaknya ada tanda syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa dan tentunya sesuai dengan agama yang kita anut. Sehingga dengan pemahaman yang kita berikan, tidak timbul sebuah masalah di kemudian hari. Bagi yang tidak ingin melaksanakannya, kita mempermasalahkannya, namun untuk yang memang ingin melakukannya silahkan diteruskan. Sehingga tidak timbul perpecahan di dalam masyarakat tempat dimana kita tinggal ataupun menjalankan aktivitas.

| What might be lost if it disappeared completely? |
|---|
Sebuah tradisi yang dilakukan yang di dalamnya mengandung unsur tanda syukur kepada yang menciptakan kita. Yang tidak dapat dilenyapkan begitu saja, yang kemungkinan terjadi terbuka lebar tentunya. Untuk itu perlu sebuah anjuran maupun pendidikan tentang tradisi, yang sudah melekat dalam kehidupan masyarakat. Yang ini merupakan sebuah adat istiadat yang sudah ada dari zaman kerajaan Aceh yang terus dilestarikan. Saat ini dikaitkan dengan unsur rasa syukur kepada yang Maha Kuasa. Yang tentunya tidak mungkin lenyapbegitu saja. Apabila ada sebuah upaya yang terus dilakukan oleh para pemimpin saat ini khususnya yang berada di propinsi Aceh.
Ini bukan hanya sebuah tradisi yang datang begitu saja, namun terus dilakukan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Untuk generasi Alpha, bisa saja tidak memperdulikan akan adat istiadat ini. Tetapi mereka akan peduli, jika terus diberikan ilmu pengetahuan tentang apa yang dilakukan oleh masyarakat yang tidak bertentangan dengan kehidupan ini baik dari pandangan negara maupun agama. Setidaknya ini masih bisa dipertahankan dan tidak akan lenyap dalam waktu dekat, karena para orangtua masih menyampaikan sebuah pengetahuan tentang apa yang berhubungan erat dengan prosesi "peusijuek" ini.
Ini semuanya kita kembalikan kepada mereka. Terutama yang menyangkut dengan pola pikir generasi saat ini. Ynag terkadang mereka lupa akan sebuah adat istiadat yang sudah melekat dengan kehidupan masyarakat. Lupa bahwa ada peusijuek ini perlu dilestarikan, dan mereka tidak hanya menjadi penonton pada kegiatan yang saat ini memang sering dilakukan oleh orangtua dalam suasana penuh dengan rasa syukur tentunya.
Terimakasih kepada semua sahabat steemit yang telah singgah di post saya. Salam @muzack1.
Share tweet
Had to research further about Peusijuek. The concept of blessing a thing or union and asking for the creator's protection is quite common.
And being rooted in culture and religion makes it hard for people to register their displeasure.
Still, I believe that if we feel uncomfortable about any practice, more people should resist.
Traditions were made for men by men. They can be dismantled by the men themselves.
Thanks you for support my post
Hi @muzack1 ( 79 ) , welcome to thinking and ideas week 4
Well, often times I have witnessed where the creator's protection is being asked to keep a thing or people. We see it in marriages, or even when traveling. This one is a common and normal thing but when it's not accepted by all, probably because of the way it is done, it should be stopped.
Although cultures differs.
Thanks you for verification my post.