SLC-S31/W5-“Creative Interpretation| The Emotion -“Jealousy”
I don't get angry when asked for help in a harsh commanding tone! Decades of being a subordinate isn't easy because you constantly sacrifice your feelings behind a smile. My story is only kept at work, because people at home must always see me happy. ...This is the initial story when I was looking for the cause of jealousy not based on hatred but on my failures in the past.
I need more time because I miss those days!. Sering kali saya ingin kembali ke titik awal untuk mendapatkan apa yang hari ini tidak menjadi milikku. Aku tahu! rasa cemburu tidak selamanya lahir karena ketidakpuasan atau perbandingan status sosial, disana ada rasa penyesalan (emosi negatif) menjadi celah awal sehingga aku merasakan pencapaian tidak seiring dan seindah perjalanan waktu.
...Mereka sering berkata "usia hanyalah angka" dan pencapaian kesuksesan tidak selamanya sejalan dengan bertambahnya usia, lantas! apa yang diharapkan oleh keluarga ketika sosok suami atau ayah hanya mampu menjawab ...aku tidak tahu, aku tidak bisa dan aku tidak mampu!.
Bagiku perasaan cemburu bukan sekedar bayang-bayang tapi suasana hati yang kompleks dan lahir dari rasa tidak nyaman dan terus menerus dibuntuti kekhawatiran mendalam. Mungkin kedengarannya sedikit rancu jika "...kecemburuan berakar pada penyesalan", tapi aku merasakan hal ini terjadi tanpa kesalahan orang lain! karena aku gagal mencapai potensi diri, seakan-akan ada bagianku pada kesuksesan mereka hari ini. sedangkan aku terus saja menunggu proses pencapaian tertunda dalam waktu lama.

Aku yakin, gambarku sudah sangat sempurna mengimplentasikan emosiku saat ini! Bagaikan melukis objek sama pada dua kertas berbeda dan hasilnya tidak sesuai ekpektasi. Benar, cemburu tidak membutuhkan modal apapun melainkan tempat dan ruang pada perasaan setiap manusia. Aku merasakan Ketidakpuasan seperti ukuran casing lebih besar dari komponen! tapi aku tidak mungkin menjemputnya kembali karena sudah tertinggal jauh.
Interpretasi! Cemburuku untuk mengubah bukan untuk merusak. Aku sedang melawan versiku saat ini dengan versiku yang seharusnya aku sudah tiba disana. Aku terlambat mengenal diri sendiri tapi aku ingin merasakan lebih nyaman secara emosional dengan situasiku saat ini, tidak untuk mengubah apapun tapi berupaya menghilangkan perasaan cemburu atas pencapaian mereka versi kegagalanku di masa lalu. Dalam konteks sosial mungkin aku masih nyaman, namun secara personal sphere dan space aku merasakan tidak baik-baik saja.
Jika aku masih larut dalam penyesalan masa lalu, mungkin rasa cemburu akan merusak apa yang saat ini aku lindungi. Aku harus sanggup merespon emosi dengan baik agar rasa cemburu dapat melindungi, mengubah dan menyadarkanku bahwa aku masih memiliki tanggungjawab lebih besar dari apa yang dihadapanku saat ini.

Cemburu hanya sinyal emosional! aku ingin membangun komunikasi lebih jujur dengan diriku sendiri dimana aku tidak berpikir tentang kebahagiaanku tapi bagaimana membuat keluargaku bahagia. Kebahagiaan orang lain adalah hak mereka dan tidak mungkin kesuksesan mereka akan mengubah kehidupan kami menjadi buruk. Anak-anakku semakin besar dan kost pun semakin tinggi, ini waktunya aku harus berhenti menghukum diriku atas kelalaian masa lalu.
Ya, mungkin aku gagal dalam pendidikan dan pengalaman tapi aku berupaya untuk tidak gagal sebagai sosok kepala keluarga. Aku juga berharap masukan positif kalian agar aku tetap nyaman dengan versiku saat ini.
Sekian partisipasiku untuk tantangan SLC-S31/W5-“Creative Interpretation| The Emotion -“Jealousy”. Terima kasih banyak atas kunjungan dan mungkin anda membacanya..
salam,
@ridwant
https://x.com/i/status/2055677864079716837
Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
Curated By : @ memamun
Thank you sir @memamun 🙏