Masak Menu Harian Saya Tanggal 18/1/2026 Sop Iga Sapi

in Steemit Iron Chef19 days ago (edited)

IMG_6902.jpeg

masak sop tulang iga bersama ibu

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Halo sahabat temian semuanya senang sekali rasanya bisa kembali berbagi cerita di komunitas yang luar biasa ini,hari ini saya ingin berbagi cerita masak kuah sop bersama ibu saya pada tanggal 18/1/ 2026 hari Minggu

Sebelumnya, apa kabar kalian semua?
Semoga selalu dalam keadaan sehat, hati tenang, pikiran jernih, dan segala urusan kita dipermudah satu per satu. Aamiin.

Pada postingan kali ini, saya ingin berbagi cerita yang sangat sederhana dan penuh kehangatan tentang aktivitas memasak kuah sop racikan ibu saya, yang kami masak bersama pada hari minggu, Walaupun terdengar biasa saja, tapi bagi saya, kegiatan ini punya cerita dan rasa yang sangat saya sukai selain saya bisa lebih dekat dengan ibu, saya juga belajar hal baru.

•Tentang Kuah Sop dan Kenangan Rumah

Kuah sop adalah salah satu masakan yang hampir selalu ada dalam momen-momen tertentu di rumah kami. Biasanya dimasak saat hari libur,saat mau lebaran atau saat keluarga sedang berkumpul, dan saat ingin makan yang hangat yang tidak terlalu berat.

Kuah sop buatan ibu saya bukan kuah sop yang tipe rasanya terlalu kuat atau terlalu banyak bumbu aneh-aneh. tapi kuah sop racikan ibu Rasanya cenderung ringan, bening, gurihnya bukan dari penyedap berlebihan, melainkan dari tulang, tetelan, dan rempah-rempah yang dimasak dengan penuh cinta dan sabar

• Alat-alat yang Digunakan

Sebelum mulai memasak, tentu kami sudah menyiapkan beberapa peralatan dapur. Walaupun terlihat sepele, tapi alat-alat ini sangat berpengaruh pada proses memasak.

Alat-alat yang digunakan antara lain:

  • Sebuah panci besar berbahan logam tebal, karena tulang dan tetelan perlu direbus cukup lama supaya empuk enak saat dimakan.
  • Kompor gas dengan api yang bisa diatur agar tidak terlalu kecil atau besar.
  • Blender dapur, digunakan untuk menghaluskan bumbu sampai benar-benar lembut.
  • Pisau dapur yang tajam, supayalebih mudah memotong bahan sehingga gak merusak tekstur
  • Talenan plastik dan kayu, untuk memisahkan bahan mentah
  • Wajan khusus menumis, ukurannya sedang, disini ibu saya menggunakan teflon
  • Spatula utuk aduk, agar bumbu tidak mudah gosong
  • Sendok sayur besar, untuk mengaduk kuah
  • Saringan, untuk membuang kotoran dari rebusan tulang
  • Mangkok dan baskom, untuk menampung bahan sementara

IMG_6879.jpeg

bahan- bahan

•Bahan-bahan Kuah Sop Racikan Ibu

Nah teman-teman sekarang kita masuk ke bagian bahan-bahan. Ini versi cukup lengkap dan agak “ribet”, karena memang ibu saya tipe orang yang detail soal rasa.

Bahan Utama:

  • Tulang sapi yang masih ada sumsumnya
  • Tetelan sapi secukupnya
  • Air bersih secukupnya

Bumbu Halus:

  • Bawang merah
  • Bawang putih
  • Merica butiran
  • Pala secukupnya
  • Garam dapur
  • Sedikit gula untuk penyeimbang rasa

Bumbu Aromatik:

  • Daun bawang
  • Seledri
  • Kayu manis
  • Cengkeh
  • Kapulaga
    untuk sayuran Pelengkapnya:
  • Wortel
  • Kentang
  • Kol
  • Tomat

Proses Memasak: Dari Tulang sampai Kuah Harum

IMG_6877.jpeg

proses merebuskan tulang dan tetelan

Proses memasak dimulai dari pertama saya membersihkan dan mencuci tulang sampai benar-benar bersih terlebih dahulu, lalu dimasukkan ke dalam panci berisi air. Perebusan dilakukan dengan api sedang dan memakan waktu cukup lama sampain tetelannya empuk.

Biasanya selama proses merebus tulang ini, air rebusannya akan mengeluarkan kotoran dan busa. Ibu saya selalu telaten membuang bagian ini agar kuah tetap bening dan bersih.

Setelah tulang mulai empuk dan kaldu keluar, barulah proses berikutnya dimulai.

IMG_6884.jpeg

bumbum yang mau dihaluskan

Sementara menunggu tulang empuk, ibu saya menyiapkan bumbu- bumbunya kemudian giliran saya yang menghaluskan bumbu-bumbu menggunakan blender. Bumbu yang sudah halus ini kemudian ditumis dengan sedikit minyak sampai benar-benar matang dan harum.

IMG_6890.jpeg

penumisan bumbu sampai harum

Aroma bawang, merica, dan pala mulai tercium dan memenuhi dapur. Di tahap ini, ibu selalu mengingatkan saya agar api tidak terlalu besar supaya bumbu tidak gosong.

Setelah bumbu matang, bumbu tersebut lalu dituangkan ke dalam panci berisi tulang dan kaldu. Kuah diaduk perlahan agar bumbu menyatu sempurna.

Selanjutnya dimasukkan bumbu aromatik seperti kayu manis, cengkeh, dan kapulaga. Kuah kembali direbus dengan api kecil agar rasa perlahan meresap.
Tidak lama setelah itu aroma kuah sop yang perlahan naik dari panci itu seperti penanda bahwa masakan ini tidak dibuat dengan tergesa-gesa.

Ibu saya selalu bilang, memasak kuah sop itu butuh sedikit kesabaran. Tidak bisa cepat, tidak bisa asal api besar, dan tidak bisa terlalu sering ditinggal. Setelah bumbu masuk, kuah harus sering dicek, diaduk pelan-pelan, dan sesekali dicicipi.

Di tahap ini, ibu menuruh saya menambahkan garam dan sedikit gula,bukan untuk membuat manis, tapi untuk menyeimbangkan rasa. Menurut ibu, kuah sop yang enak itu bukan yang asin saja, tapi yang rasanya bulat.

Kuah kembali dibiarkan mendidih dengan api kecil. Saya memperhatikan bagaimana ibu sesekali membuka tutup panci, mencium aromanya, lalu menutupnya kembali. Hal-hal kecil seperti ini terlihat sederhana, tapi di situlah pengalaman memasak bertahun-tahun bekerja.

setelah hampir matang Saatnya Sayuran Mulai saya Masukan, Ibu memasukkan sayuran secara bertahap agar teksturnya tetap terjaga.

Wortel dan kentang harus masuk lebih dulu karena membutuhkan waktu agak lama untuk empuk. Setelah itu disusul kol dan tomat di tahap akhir. Semua dilakukan dengan api kecil supaya sayuran tidak hancur dan kuah tetap jernih.

Saat semua bahan sudah masuk, kuah sop kembali ibu saya aduk perlahan. Warna kuah tetap bening, dengan potongan sayuran yang terlihat jelas. Di sinilah biasanya ibu meminta saya mencicipi kuahnya.

Rasanya hangat, gurih, dan ringan. Tidak terlalu kuat, tapi di situlah letak enak dan nikmatnya. Kuah sop seperti ini cocok dimakan kapan saja, apalagi saat hari libur seperti hari yng kami masak yaitu hari Minggu.

•Momen Menunggu dan Cerita di Dapur

Sambil menunggu sop matang sempurna, kami tidak benar-benar diam. Dapur menjadi tempat berbagi cerita. Ibu bercerita tentang masa lalu, tentang bagaimana dulu ibu dan nenek saya memasak sop dengan peralatan seadanya menggunakan dapur kayu, kata ibu saya rasanya lebih enak.

Saya mendengarkan sambil mengaduk kuah.
Memasak bersama ibu bukan hanya soal makanan, tapi juga soal kebersamaan, perhatian, dan waktu yang dihabiskan tanpa terburu-buru.

IMG_6893.jpeg

kuah sop matang siap disajikan

Dan waktu yang ditunggu-tunggu Kuah Sop matang dan Siap Disajikan

Setelah semua bahan matang dan rasa dirasa sudah pas, kompor pun ibu saya matikan. Kuah sop dibiarkan sebentar agar panasnya stabil sebelum disajikan.

Saat disajikan, aroma kuah sop langsung terasa semakin kuat. Potongan tulang dan tetelan terlihat empuk, sayuran matang sempurna, dan kuahnya tetap bening.

Biasanya kuah sop ini disantap bersama nasi hangat dan sambal sederhana. Tidak perlu lauk tambahan yang berlebihan, karena kuah sop ini sendiri sudah cukup menghangatkan.

Makna di Balik Masakan Sederhana

Dari kegiatan memasak kuah sop ini, saya kembali menyadari bahwa kebahagiaan sering kali hadir dari hal-hal yang sangat sederhana. Tidak perlu masakan mahal atau proses yang rumit, cukup dengan memasak bersama orang tua dan menikmati hasilnya bersama.

Hari Minggu, 18 Januari 2026, menjadi hari yang terasa menyenangkan. Tidak ada acara besar, tidak ada rencana khusus, hanya aktivitas memasak di rumah. Tapi justru dari situlah rasa syukur muncul.

Setelah kuah sop benar-benar siap untuk disajikan, tibalah saat yang paling ditunggu, yaitu menikmati hasil masakan bersama. kami tidak langsung makan dengan tergesa-gesa. Ibu saya selalu membiasakan untuk menata hidangan terlebih dahulu biar mudah diambil dan enak dilihat, walaupun hanya dimakan di rumah sendiri. Menurut ibu, makanan yang disajikan dengan rapi akan lebih nikmat dan lebih dihargai.

Kuah sop dituangkan ke dalam mangkuk satu per satu. Terlihat potongan tulang dan tetelan yang empuk, wortel dan kentang yang matang sempurna, serta kuah bening dengan aroma rempah yang lembut. Saat sendok pertama menyentuh kuah, rasa hangatnya langsung terasa.
rasanya sederhana,Gurihnya tidak berlebihan, tidak menyengat, dan justru terasa alami. Ini jenis masakan yang tidak membuat enek, malah ingin ditambah lagi.

Makan kuah sop bersama keluarga selalu membawa suasana berbeda. Kami duduk bersama, saling bercerita, dan menikmati makanan tanpa gangguan. Tidak ada yang sibuk dengan ponsel, tidak ada yang terburu-buru.

Saya sadar, kebiasaan makan bersama seperti ini mungkin terlihat biasa bagi sebagian orang, tapi sebenarnya semakin jarang dilakukan. Banyak orang makan sambil sibuk dengan urusan masing-masing, bahkan ada yang jarang makan bersama keluarga.

Hari itu, kuah sop menjadi alasan kami duduk bersama lebih lama dari biasanya.
Melalui cerita sederhana ini, saya hanya ingin berbagi bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari hal besar. Kadang, kebahagiaan hadir dalam bentuk sepiring kuah sop hangat, dimasak oleh ibu, dan dinikmati bersama keluarga.

Terima kasih kepada sahabat Steemians yang sudah meluangkan waktu membaca cerita panjang ini sampai akhir. Semoga tulisan ini bisa menjadi pengingat untuk lebih menghargai momen-momen sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Terima kasih banyak 🙏
Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, rezeki yang cukup, dan kebahagiaan dalam keluarga.

Wassalamualaikum warahmatullahiwabarakatu

Sort:  
Loading...

Excellent post by you, remember to engage and interact with other users.



Curated by: @ okere-blessing

terimakasi banyak🤍

Waaw masakan yang luar biasa