Perjalanan pulang dari Sigli hingga ke pasar malam 💪
Hai sahabat stemians semuanya, selamat datang di blog saya @suryati1 semoga kabarnya pada sehat dan bahagia semuanya ya.

Menyeberangi jembatan kepala hiu
Siang ini setelah sholat zuhur aku kembali bersiap-siap meninggalkan kota Sigli, aku beserta kedua anak ku dan juga kedua teman ku, perjalanan kali ini sangat menguras energi, cuaca yang sangat panas dan juga antrian sepanjang perjalanan benar-benar membuat semua merasa lelah.
Jembatan kuta Blang juga di tutup sepanjang hari,truk banyak yang sudah berbaris mengantri seperti ular yang mengantri beras....panjaaaaaang banget. melihat pemandangan seperti ini membuat kepala menjadi pusing, kami juga harus melewati jembatan kepala hiu yang bikin jantung deg degan.
Katanya di melewati jembatan tersebut tidak ada jaminannya jika kita jatuh ke air maka sepenuhnya tanggung jawab masing-masing, untuk melewati jembatan tersebut kita perlu membayar Rp 50.000 untuk mobil dan Rp 5.000 untuk Kenderaan roda dua, kalau melewati jalan awe getah terlalu jauh dan memakan waktu sekitar setengah jam lebih.

Antrian truk sejauh mata memandang
Yang menjaga area jembatan juga ramai banget, mereka mengatakan jika penumpang penuh maka harus turun sebagian takut jembatannya goyang dan bisa nyemplung ke sungai, aku memilih untuk turun saja dari pada resiko, bukan hanya aku saja yang turun tapi ada beberapa orang lagi yang memilih berjalan kaki, kami juga harus cepat berjalan untuk mencapai seberang sungai.
Perjalanan terus di lanjutkan dan hari semakin sore, kami juga harus mengantri di SPBU untuk mendapatkan bahan bakar minyak, untuk mendapatkan minyak kami harus mengantri lagi dengan barisan yang sangat panjang juga, dan saat mobil yang kami tumpangi sampai giliran mengisi minyak, SPBU nya tutup sebentar karena sudah memasuki waktu sholat magrib.
Setelah mengisi bahan bakar minyak kami kembali berangkat,aku tiba di kampung sudah pukul 9 malam,jalan yang kami lewati sedang ada pasar malam, jadi kami singgah di sana dan makan malam, anak-anak juga pengen bermain sebentar di sana dan pulangnya hampir jam 12 malam. Kami merasa sangat lelah dan langsung beristirahat setelah mencuci kaki.
Sekian postingan saya hari ini, terimakasih sudah singgah dan meluangkan waktu untuk membacanya, wassalam.








Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
Traveling in hot weather, facing long traffic lines, and crossing the Shark Head Bridge must have been quite stressful. I can understand why you chose to walk across the bridge it was a careful and sensible decision, especially with your children.Despite all the challenges, I like how you and your family stayed positive throughout the trip. The stop at the night market was a wonderful way to end the journey. After such a difficult day, enjoying dinner together and letting the children play for a while must have made the trip much more memorable. Sometimes the unexpected moments during a journey become the happiest memories.
Benar sekali temanku,hal yang kami alami hari ini sangat berkesan sekaligus menegangkan, semua orang juga melakukan hal yang sama, jembatan itu bergoyang karena di bawahnya perahu semua dan itu swadaya masyarakat yang mencoba mencari alternatif lain kalau jembatan utama di tutup seperti kejadian hari ini kami hendak pulang kampung, terimakasih temanku sudah berkomentar,dan apa kabar mu saat ini, kuharap anda baik-baik saja ya