Meong, Si Hitam Putih Tukang Nego
Lagi duduk di teras, tiba-tiba datang dia.
Badan gempal, bulu hitam putih kayak pake tuksedo tapi belel. Matanya kuning tajem, natap aku dari jarak 2 meter. Terus: "Meong... meong..."
Suaranya nggak galak. Lebih kayak, "Woi manusia, liat aku nih."
Aku diem. Dia maju selangkah. "Meooong." Lebih panjang kali ini. Kayaknya protes, "Kok dicuekin sih?"
Jujur, aku bukan cat person. Tapi kucing jantan satu ini beda. Datang nggak malu-malu, pulang sesuka hati. Kalau laper, teriak. Kalau kenyang, tidur di keset kayak raja.
Hari ini dia kayaknya lagi baik. Nggak minta ikan. Cuma duduk, ngelapin muka pake kaki, terus natap sawah bareng aku. Temen ngopi dadakan.
Kadang mikir, hewan itu ngerti kali ya. Pas kita lagi sendiri, dia datang. Pas kita lagi ruwet, dia diem di samping. Nggak nanya, nggak nge-judge. Cuma ada. Meongnya kayak bilang, "Santai aja, hidup nggak seserius itu."
Akhirnya aku ke dapur juga. Ambil sisa ikan tongkol semalam. Dia ngikutin, ekornya tegak kayak antena. Pas makan, bunyinya krak-kruk-krak-kruk. Rakus, tapi lucu.
Habis makan, dia pergi. Nggak bilang makasih. Cuma ngasih liat pantat terus hilang di balik pagar.
Ya udah. Besok balik lagi aja, ya Put. Teras ini bebas biaya sewa kok.
Buat teman Steemit yang punya kucing tukang palak, salam dari si Hitam Putih. Kita senasib. Dipalak, tapi ikhlas 😂
Salam kompak selalu.
By @midiagam


