kesultanan
Halo sahabat wherein
Sultan Jambi dan Pengikutnya Kesultanan Jambi Kesultanan Jambi merupakan salah satu kesultanan di Pulau Sumatra yang berdiri tahun 1615, sejak Pangeran Kedah bergelar Sultan Abdul Kahar diangkat menjadi sultan. Sebelum Sultan Abdul Kahar menjadi sultan, pemerintahan berbentuk kerajaan. Pada masa pemerintahan Sultan Abdul Kahar yang awalnya bersendikan adat diubah menjadi "Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah". Pelaksanannya "Syarak Mengato, Adat Memakai". Syarak yang dimaksud adalah Islam dan Kitabullah
(Al-Quran). Implementasinya pada 17 Rabiul Awal 1283 H atau 30 Juli 1866 diterbitkan kitab perundang-undangan (kodifikasi)
Oendang-Oendang Djambi yang digubah oleh K. Demang Setia Wiguna Dja'far.
Dalam seloko disebutkan bahwa wilayah Kesultanan Jambi "Dari Tanjung Jabung sampai ke Durian Takuk Rajo. Dari Sialang Belantak Besi ke Bukit Tambun Tulang".
Artinya, dari Tanjung Jabung yang berada di daerah pantai timur Jambi sampai Durian Takuk Rajo yang berada di Tanjung Simalidu.
Selanjutnya, dari sialang belantak besi yang berada di Sitinjau Laut sampai di Bukit Tambun Tulang yang berada di Singkut.
Pemerintahan Kesultanan Jambi berakhir setelah Pemerintah Hindia Belanda berhasil memadamkan berbagai perlawanan rakyat yang dipimpin dan digelorakan oleh Sultan Thaha, Raden Hamzah, Raden Mattaher, dan pembesar kesultanan lainnya. Dengan dikeluarkannya Lembaran Negara atau
Staatblad No. 187 Tahun 1906 jo. 259 pada 1 Februari 1906 Kesultanan Jambi dihapuskan dan Jambi dijadikan daerah residensi di bawah.Pemerintahan Hindia Belanda dengan Residen pertamanya O. L. Helfrich.
Dan terimakasih juga saya ucapkan kepada
@wherein dan kepada curator:
@victoria-bella






Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.