Menunggu Kunjungan Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh
Apakabar rekan steemian
KALI ini saya berbagi cerita. Cerita mendapat kunjungan dari Ketua DPRK Banda Aceh periode 2019-2024. Farid Nyak Umar. Kini dia Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh. Farid dan keluarga berkunjung ke rumah duka. Tepatnya ke kediaman keluarga. Selasa 4 Maret lalu. Dia berkunjung ke Gampong Tgk Syik Di Laweung.
Kunjungannya sehubungan dengan berpulangnya orang tua kami. Tgk Ismail bin Reuman pada Sabtu (1/3/2025). Bertepatan dengan 1 Ramadhan 1446 Hijriyah. Setelah beberapa bulan mendapat perawatan di rumah sakit. Akhirnya, Allah SWT memanggil kembali hambanya. Orang tua kami meninggal dalam usia 75 tahun.
![]() | ![]() |
|---|
Sebelum masuk ke rumah, Farid menyempatkan diri menyumbang doa di depan kuburan. Ada belasan menit dia di sana. Sambil berdiri. Tidak cukup berdiri, dia memilih duduk biar lebih kusyuk dalam berdoa. Suasana perkampungan dengan ribuan hektare sawah di sekelilingnya membuat suasana menjadi amat menyegarkan.
Selesai berdoa, Farid masuk ke rumah. Bersilaturrahmi dengan semua anggota keluarga. Setelah hampir dua jam lebih bercengkrama. Akhirnya, Farid dan isterinya Santi Zuhra, harus melanjutkan perjalanan. Kembali ke Banda Aceh. Seusai Farid dan keluarga pulang, senja pun turun dengan tenang.
Itu pertanda kami harus segera bersiap-siap. Mempersiapkan diri untuk menggelar tikar, dan persiapan lain. Sebab, tamu samadiyah akan datang bergelombang. Mereka mulai tiba dari pukul enam sore. Karena ini bulan puasa, maka warga setempat, selama tujuh hari akan menghadiahkan doa untuk almarhum orang tua kami.
Selama itu pula, tuan rumah hanya mempersiapkan diri pukul lima sore. Sedangkan bagian dapur tentu jauh lebih cepat. Tapi, alhamdulillah, untuk kue-kue dan segala kebutuhan lain semunya disumbang oleh warga sekitar.
![]() | ![]() |
|---|
![]() | ![]() |
|---|
Selama tujuh sore warga menyumbang doa, selama itu pula, warga berbondong-bondong mengirim kue untuk berbuka puasa. Tuan rumah hanya menyiapkan kebutuhan lain yang kurang, seperti air minum untuk berbuka. Tentu saja, semua area yang dipersiapkan panitia, terisi penuh dengan jamaah takziah yang datang ke tempat kami.
Saya berharap, sumbangan doa, dan juga segala sumbangan lainnya yang sudah disumbangkan mendapat pahala yang setimpal dari sang pencipta; Allah yang maha pemurah. Semoga Allah SWT juga mengampuni segala dosa-doa orang tua kami. Semoga Allah menempatkannya sebagai salah satu penghuni syurga. Amin.








