Perkara dan alasan Acehnologi

in #aceh7 years ago

https://www.google.co.id/search?q=aceh&client=ucweb-b&channel=sb&prmd=mvni&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjr04TQlbfcAhWZV30KHc0BB4MQ_AUIDCgE#imgrc=iIzrYyx2CdtHQM%3A
Pada bab ini saya akan membahas masalah perkara alasan Acehnologi dimana ketika Acehnologi hadir ditengah pembaca, muncul berbagai respon. Sebagian mengatakan terlalu dini untuk menyebutkan istilah ilmu ke-aceh-an.karena Acehnologi bukan suatu ilmu pengetahuan terutama dalam bidang ilmu sosial dan humaniora. Tidak semua respon terhadap Acehnologi mendapatkan respon negatif, ada sebagian yang menyambut dengan perhatian yang baik dari bergerak kalangan. Bahkan ada yang mengatakan Acehnologi sebuah ilmu pengetahuan yang bersifat lokal.
Melihat berbagai respon yang diterima penulis baik positif maupun negatif membuat penulis bersemangat mencari cara melanjutkan proyek Acehnologi ini. Penulis merasa beruntung karena kritikan kritikan yang membantu penulis dalam penulisan Acehnologi ini. Salah satu cara penulis memahami manusia dengan cara membaca beberapa karya pemikir yang memengaruhi pencerahan di beberapa tempat. Selain itu bacaan mengenai filsafat dan sehat juga membantu dalam mencari sejarah kesadaran suatu kaum di muka bumi. Dari beberapa kajian filsafat, penulis berhasil menggali beberapa pemikiran salah satunya Georg Wilhelm Friedrich hegel (1770-1830) seorang filosof Jerman dimana pemikirannya agak serupa dengan ulama Aceh pada abad ke-16 yakni Syeikh Hamzah Fansuri. Keserupaan antara hegel dengan syekh Hamzah dengan tradisi intelektual pada zaman pencerahan Eropa yang sangat masih sedikit yang mengkajinya. Seolah-olah keduanya berdiri sendiri selain karena jarak,latar belakang keduanya memang berbeda. Hegel dikenal di ranah filsafat dan ilmu sosial sedangkan Syeikh Hamzah Fansuri dikenal di kajian tasawuf dan sastra. Keduanya dapat dikatakan sama-sama berbicara tentang spirit. Adapun konsep spirit yang dibawa Syeikh Hamzah Fansuri dilihat dari cahaya,akal,dan qalam. Dimana semua ilmu ini berasal dari Allah melalui divine knowledge (ilmu kewahyuan). Ilmu ini hidup karena itu disebut sebagai spirit.ilmi disebut cahaya karena memvisualkan sesuatu..ilmu disebut sebagai intelek karena berisi gagasan mengenai suatu hal. selain itu ilmu juga disebut qalam karena membentuk tentang sesuatu. Sehingga dapat dikatakan Allah memberi cahaya yang terpantul pada suatu objek yang menjadikan tulisan.dan tulisan itu ditangkap oleh objek dan membentuk tulisan yang qalam. Adapun Allah menciptakan nur Muhammad pada hakikatnya adalah menjadi alasan bagi proses penciptaan alam semesta yang bertujuan supaya Allah dikenali dan dicintai. Ilmu-ilmu yang sudah diciptakan oleh Allah dalam bentuk "sesuatu" dan "nama" telah tertulis di akal,qalam,dan lawh Mahfudz. Akal dalam pemikiran Islam bukanlah otak, akan tetapi daya pikir yang terdapat dalam jiwa manusia.daya sebagaimana dijelaskan dalam Al Qur'an memperoleh pengetahuan dengan memperlihatkan alam sekitarnya. Akal dalam pengertian ilmiah yang dikontraskan dalam Islam dengan Wahyu membawa pengetahuan dari luar diri manusia yakni tuhan. Hal inilah yang dikemukakan oleh Syeikh Hamzah Fansuri dan syekh Nurdin Ar-Raniry mengenai sistem berpikir ulama abad ke-17.walaupun mereka dibawah pengaruh pemikiran sufistik namun cara Hamzah menguraikannya sangat piawai,yaitu dalam bentuk puisi.jadi spirit ilmu keacehan tidak akan lari dari penjelasan spirit kedua ulama tersebut.pada prinsipnya jasa Syeikh Hamzah Fansuri sangat memberi spirit acehnologi. Bab ini telah mencoba mengapa Acehnologi ditetapkan sebagai suatu bidang keilmuan. Setidaknya dari kajian diatas dapat dikatakan bahwa Aceh memiliki akar sejarah keilmuan yang amat kuat.

Sort:  

Congratulations @riandaisnawan98! You received a personal award!

Happy Birthday! - You are on the Steem blockchain for 1 year!

You can view your badges on your Steem Board and compare to others on the Steem Ranking

Vote for @Steemitboard as a witness to get one more award and increased upvotes!