PERJALANAN HIDUP SIANAK PESISIR
Dilahirkan disebuah desa di pesisir laut kecamatan muara tiga laweung 25 Oktober 1986 dan menempuh pendidikan dasar di desa tersebut. Perantauan untuk mencari ilmu di awali pada tahun 2001, si anak pesisir hidup jauh dari saudara dan orang tua. Hidup mandiri sudah terlatih sejak umurnya 13 tahun. Dia menghabiskan masa-masa kecilnya tinggal dalam sangkar suci tepatnya di Dayah Jeumala Amal sampai akhir studinya di jenjang MAS setara dengan SMA. Selanjutnya, si anak pesisir melanjutkan studi ke jenjang sarjana di IAIN-ARRANIRY sekarang lebih dikenal dengan UIN-ARRANIRY. Hidupnya dikota Banda Aceh ibarat burung yg lepas dari sangkarnya. Hidup mulai tidak teratur, baik dari segi ibadah maupun dari segi makanan. Akhir kehidupan suramnya diperujung tahun 2004 tepatnya pasca tsunami. Bagi kebanyakan orang mungkin stunami menjadi musibah, tapi bagi sianak pesisir ini menjadi berkah. Kenapa tidak, karena setelah stunami dia kembali tinggal di tempat yang penuh berkah (Pesantren Ishlahiyah Lambhuk) sampai akhir tahun 2011. Diakhir tahun 2011 dua melanjutkan studi magister nya di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung sampai awal 2013. Sekarang dia telah mengabdikan dirinya di salah satu kampus swasta yang ada di Aceh...
Baru belajar menulis...