Menyerahkan Bantuan Kepada Korban Banjir Bandang di Kecamatan Langkahan
Halo Sahabat Steemian
Pada Sabtu, 13 Desember 2025, saya berkesempatan mengunjungi salah satu wilayah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.
Meski saya tidak hafal seluruh nama desa yang kami lalui, satu hal yang pasti dampak bencana di pedalaman ini sangat nyata dan memprihatinkan.
Kedatangan kami bertujuan untuk menyalurkan bantuan amanah dari keluarga besar sekolah tempat saya bekerja. Bantuan ini merupakan kumpulan sumbangan dari para guru, murid, wali, dan orang tua siswa yang mempercayakannya kepada kami untuk diserahkan langsung kepada para siswa dan warga yang terdampak.
Jejak Lumpur di Sepanjang Jalan
![]() | ![]() |
|---|
Sepanjang perjalanan, pemandangan memilukan tersaji di depan mata. Desa-desa yang kami lalui mengalami kerusakan parah.
Selain terjangan banjir bandang setinggi pinggang orang dewasa, daerah ini kini tertutup material lumpur tebal yang sangat sulit dibersihkan. Lumpur ini mengotori jalanan dan masuk ke dalam rumah warga, menyisakan pekerjaan berat bagi mereka yang sedang berduka.
![]() | ![]() |
|---|
Pertemuan dengan El Nailul
Di lokasi bencana, kami bertemu dengan El Nailul, salah satu pengguna akun Steemit. Desanya termasuk yang paling parah terdampak. Kami menyerahkan bantuan di posko pengungsian tempat beliau menunggu. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan ke Desa Cot Bada.
Cot Bada merupakan area yang berada di dekat aliran sungai. Saat banjir terjadi, air meluap hingga mencapai ketinggian 1,5 meter, menenggelamkan rumah-rumah, bahkan ada yang hancur total.
![]() | ![]() |
|---|
![]() | ![]() |
|---|
Fasilitas publik dan sekolah di sana lumpuh total dan belum bisa difungsikan kembali karena kerusakan struktur dan tumpukan lumpur.
Kisah Inspiratif dari Atas Tangki Air
Meski tengah dilanda musibah, sambutan masyarakat dan El Nailul sangatlah hangat. Kami bahkan dijamu kopi di rumahnya. Di sela kunjungan, El Nailul berbagi kisah yang sangat menginspirasi mengenai proyek World Smile di Steemit yang pernah ia jalankan.
Berkat dukungan dari komunitas, proyek tersebut berhasil membangun fasilitas publik berupa mushala dan tangki air permanen.
Menariknya, saat banjir meluap setinggi pinggang, bangunan tangki air tersebut menjadi penyelamat. Sebanyak 50 orang warga mengungsi dan bermalam di atap tangki air tersebut untuk menyelamatkan diri dari arus banjir.
Ketabahan di Balik Pelosok
![]() | ![]() |
|---|
Satu hal yang membuat saya kagum adalah optimisme warga. Di tengah keterbatasan, mereka tetap semangat bertahan hidup dengan memanfaatkan hasil kebun yang tersisa, seperti buah rambutan dan durian. Mereka berupaya mandiri tanpa hanya bergantung pada bantuan.
Namun, kenyataan di lapangan tetap sulit. Karena lokasinya yang terpelosok, banyak akses sulit dijangkau sehingga bantuan seringkali belum menyentuh sasaran yang tepat.
PR Besar bagi Kita Semua
Kondisi ini menyisakan duka mendalam. Banyak warga kehilangan mata pencaharian; sawah mereka tertimbun lumpur, ternak mati, dan tempat usaha hancur.
Ini menjadi pekerjaan rumah besar, terutama bagi pemerintah, untuk memikirkan bagaimana membangun kembali rumah yang layak bagi para korban. Memulai kembali dari nol tentu membutuhkan biaya yang besar dan waktu yang tidak sebentar bagi mereka yang kini harus bertahan di posko pengungsian.
Terima kasih kepada El Nailul atas sambutan dan pengalaman berharga ini. Semoga bantuan kecil yang kami bawa dapat sedikit meringankan beban mereka. Mari kita doakan agar masyarakat Langkahan tetap sabar dan optimis dalam menata kembali kehidupan mereka.











Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.