CATATAN SEORANG PENULIS #4|| LATAR BELAKANG SEORANG PENULIS
Tiap penulis tentu memiliki latar belakang yang beragam. Ada yang menempuh jalur pendidikan pesantren dan ada pula yang menempuh jalur pendidikan lainnya. Adanya latar belakang bukan untuk dipertentangkan melainkan sebagai pengayaan khazanah pengetahuan dan ini menjadi semacam informasi kepada pembacanya tentang kecendrungan tema yang kerap diangkat dalam tulisan.
Saya sangat menyukai dunia tulis menulis. Disebut penulis karena memang ia menulis. Ada yang menulis untuk dirinya sendiri dan ada pula yang menulis untuk khalayak. Ada pula yang menuliskan pesantrennya dalam karya yang ditekuninya sebut saja Ahmad Fuadi dengan Novel Negeri 5 Menara yang ditulisnya, yang mengisahkan pondok pesantren gontor, atau Vita Agustina dengan Novel Akademi Harapan bersetting pesantren Al-Amien Prenduan.
Saya pun memiliki latar belakang pesantren. Pesantren sangat lekat dengan khazanah keilmuan baik ilmu-ilmu klasik seperti kitab kuning maupun ilmu kontemporer.
TMI AL-AMIEN PRENDUAN adalah latar belakang saya, di sinilah tradisi membaca dan menulis saya sangat terbentuk dibanding tempat lainnya. Sanggar Sastra Al-Amien (SSA) adalah komunitas sastra terbesar yang dimiliki pesantren ini. Jamal D Rahman juga lahir di pesantren ini.
Berada di pesantren merupakan berkah tersendiri bagi saya yang tak bisa saya pungkiri. Saya tak memiliki basic sastra namun pesantren Al-Amien Prenduan telah menjadi sumber inspirasi saya.

(Saya bersama tiga guru saya yang semasa hidup pernah menjabat Pimpinan dan Pengasuh Pesantren Al-Amien Prenduan)
Dari mereka saya mendapat pelajaran berharga tentang dunia tulis menulis. "Cara bersyukur seorang penulis dengan terus menulis." Sayapun juga mendapat energi untuk tetap menulis dengan nasehat yang begitu menggugah bathin saya.
"Orang berbakat ia cepat dikenal dan cepat redup sedang orang yang tekun dan istiqamah akan terus bergema dan dicatat sejarah."
Barangkali saya termasuk kategori kedua, karena sejatinya saya tak memiliki bakat dalam menulis, saya menyukai dunia tulis menulis. Saya melakukannya dengan tekun dan istiqamah.

(Saya bersama Antologi Puisi Kongres Penyair Sedunia ke-33)
Saya tak pernah menyangka, Allah mempersiapkan kejutan istimewa bagi saya. Saya berkesempatan mengikuti Kongres Penyair Sedunia ke-33 di Ipoh. Saya bersyukur bisa mengikutinya dan berkesempatan belajar secara langsung bagaimana penyair dunia membacakan puisinya.
Saya bersyukur menjadi seorang penulis yang memiliki latar belakang pesantren dan nyantri di TMI AL-AMIEN PRENDUAN sebab ternyata berkat nyantri di pesantren ini saya bisa berkomunikasi dengan penyair lintas negara dengan bahasa Inggris dan bahasa Arab.
Sayapun merasa bahagia ketika ada seorang penyair dari Maroco membacakan puisi dengan bahasa Arab. Saya semakin yakin bahwa bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai mahkota pondok ini sangat benar adanya.
Saya menyadari kebenaran dan haibahnya setelah saya menjadi alumni dan berkomunikasi dengan berbagai penulis lintas negara.
Saya sangat menyesal ketika di pesantren saya tak mendalami bahasa Arab dan bahasa Inggris sebab keduanya bisa jadi modal bagi saya untuk pengayaan literasi. Bisa menimba langsung dan berdiskusi dengan ragam penyair.
Saya bersyukur keistiqamaan menulis tetap melekat dalam diri saya. Semoga keistiqamaan ini melekat sepanjang masa karena dengan menulis saya merasa hidup yang saya jalani lebih bermakna.
Saya tahu betapa menjadi seorang penulis membutuhkan proses panjang dan tak instan begitupula dengan manfaat yang dikandung.
Menulis puisi dan bertemu penyair merupakan kafo ternikmat. Barangkali ini yang disebut orang yang cinta kepada sesuatu akan dipertemukan dengan seseorang yang juga mencintai. Saya dan bang Tardji dipertemukan oleh puisi dan ini saya sadari sebagai berkah Ilahi.
Jika nama saya tertera di dalam buku puisi, pantun dan esai maupun cerpen, itu bukan karena kepiawaian saya dalam menulis, semua terjadi karena keserbamahaan Allah yang telah memberi karunia, juga dari ajaran dan doa orang-orang tercinta.
Madura, 14 Juli 2018
Moh. Ghufron Cholid||@mghufroncholid31
Baca juga Catata Seorang Penulis Lainnya:
CATATAN SEORANG PENULIS #1|| SISI LAIN PENULIS YANG MENAKJUBKAN
https://steemit.com/catatanseorangpenulis/@mghufroncholid31/catatan-seorang-penulis-1-or-or-sisi-lain-penulis-yang-menakjubkan
CATATAN SEORANG PENULIS #2|| HAKIKAT MIMPI DAN SURGA TERINDAH SEORANG AYAH https://steemit.com/catatanseorangpenulis/@mghufroncholid31/catatan-seorang-penulis-2-or-or-hakikat-mimpi-dan-surga-terindah-seorang-ayah
CATATAN SEORANG PENULIS #3|| TIGA FASE PENULIS DAN SENI MEMBAHAGIAKAN KELUARGA https://steemit.com/catatanseorangpenulis/@mghufroncholid31/catatan-seorang-penulis-3-or-or-tiga-fase-penulis-dan-seni-membahagiakan-keluarga-1ab40bfbe7306

Tiap penulis memiliki latar belakang dan mengungkap latar belakang merupakan cara lain bersyukur dan cara menghormati orang-orang yang istimewa yang pernah memberi warna. Saya sangat berterimakasih atas pelajaran berharga malam ini, tulisan mas begitu menginspirasi
Mau koreksi untuk novel Ahmad fuadi judulnya negeri 5 menara
Btw sukses selalu
Posted using Partiko Android
Terimakasih atas apresiasinya
Mengetahui latar belakang penulis sama halnya menggali lebih dalam mengenal tema yang sering diangkat dalam tulisan.