Menikmati mie aceh di kota Pondok Baru
Sahabat steemit semuanya salam sukses selalu buat anda semuanya dimanapun anda berada....

Walaupun kami berada di dataran tinggi di tengah suasana yang sangat panas. Saat ini dataran tinggi Gayo tidak seperti dulu lagi. Kalau kita berbicara dengan keaadaan cuaca. Suhu udara yang sangat tinggi mulai menimpa daerah yang sebelumnya merupakan kawasan dengan cuaca dingin baik pada siang hari maupun di malam hari. Dalam perjalanan kami di dataran tinggi, kami ingin menikmati makanan aceh yang memang sudah terkenal dimana-mana. Apalagi kalau mie aceh, yang umumnya para penjual merupakan para perantau yang berasal dari pesisir.

Sambil menunggu mie aceh siap di buat, kami memesan minuman. Karena rasa haus, saya memesan teh dingin, sebenarnya ini cocok dengan keadaan cuaca yang sangat panas. Setidaknya saya mencoba untuk menikmatinya, sedangkan rekan saya memesan kopi. Kopi khas dari dataran tinggi Gayo tentunya. Kopi yang masih mengepul asap, walaupun hanya sebentar. Menyeruput kopi di sini harus cepat, karena walaupun cuaca panas, kopi terasa cepat dingin. Ini mungkin efek keadaan daerah yang memang berada di dataran tinggi.

Mie Aceh pesanan kami datang dalam keadaan masih panas. Kami memilih untuk menunggu sebentar sebelum mie siap dinikmati. Masalah sensasi rasa tidak jauh berbeda dengan mie aceh yang ada di tempat kami tinggal. Namun rasa bumbunya yang sedikit berbeda dengan mie aceh yang di jual di daerah pesisir. Bahkan untuk warna mienya juga agak sedikit pucat. Umumnya di daerah yang berhawa dingin ini, mereka menikmati makanan pada sore hingga malam hari. Seua warung atau tempat penjualan makanan penuh dengan orang yang ingin menikmati makanan maupun minuman. Ini berdasarkan pengalaman pribadi saya, saat menginap di rumah saudara saya yang memangg berada tidak jauh dari tempat penjualan mie aceh ini.
![]() | ![]() |
|---|
Tempat penjualan mie ini berada di dekat pasar yang sangat di kunjungi oleh warga pada pagi maupun malam hari. Tempat merupakan bangunan lama di pusat kota Pondok Baru, kabupaten Bener Meriah. Hal ini terlihat dari barisan toko yang memang masih menggunakan papan sebagai dinding dan bangunannya tidak tinggi. Bahkan dapat dikatakan bangunan lama yang tidak dilakukan renovasi. Yang mengelolanya merupakan para pemuda yang berasal dari pesisir. Selain mie aceh ada juga di jual nasi dengan menu yang sangat familiar.
Untuk masalah harga masih bersahabat dengan kantong kita. Tentunya hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi siapapun. Untuk menjangkau tempat penjualan mie aceh ini, kita harus melewati pasar kota Pondok Baru. Jalannya agak sempit sehingga untuk memarkirkan kendaraan terutama mobil, harus di tempat lain. Intinya karena ini merupakan pusat kota, kita bisa mencari tempat parkir yang luas dan bisa menuju ke tempat ini.
Terimakasih kepada semua sahabat steemit yang telah singgah di post saya. Salam @muzack1.


