Titik Terparah Banjir Bandang Di Pidie Jaya, Aceh
Kemarin saya kembali datang, untuk kedua kalinya membawa sembako dan makanan siap santap, menuju permukiman kampung Dayah Usen, Pidie Jaya, yang jalannya kini telah berubah menjadi lumpur.
Di kiri dan kanan, kayu-kayu gelondongan menumpuk tak masuk akal—terlalu banyak untuk sekadar disebut pohon tua yang roboh sendiri. Sulit bagi saya percaya kayu-kayu yang disebut gelondongan itu datang hanya karena hujan, bergelinding begitu saja, lalu serempak menerjang rumah-rumah warga.
Saya kemudian berkeliling ke area sekitar hingga tiba di sebuah jembatan yang, menurut banyak orang, menjadi titik terparah. Di atas jembatan itu, sungai nyaris tak terlihat. Alirannya tertutup kayu dan serpihan alam yang saling tersangkut, seperti napas yang tertahan.
Air memang telah surut, tetapi kecemasan belum ikut pergi. Tumpukan itu menyimpan ancaman diam-diam—cukup satu hujan deras lagi, dan luka yang sama bisa kembali terbuka.
Mari bantu pulihkan mereka!
Dayah Husen, Pijay || 19 Desember 2025




