Informasi Ter Update Pembangunan Rumah Dhuafa Ibu Fitriani, Terimakasih untuk Para Donatur
Assalamualaikum Wr Wb.
Selamat sore saudara dan sahabatku sekalian. Semoga pada sore hari ini masih diberi rizki dan kesehatan oleh Yang Maha Kuasa, amin.
Dalam postingan saya kali ini, saya ingin meng update informasi mengenai kerja sosial kami bersama tim Cet Langet Rumoh (CLR) dalam rangka pembangunan rumah Ibu Fitriani.

Inilah tanah yang akan dijual. Tanah tersebut masih dipakai untuk menanam cabai
Kami informasikan kepada saudara-saudara terutama para donatur seperti Mr. @bullionstackers dari tim @whalepower, juga para donatur lainnya yang sudah menyumbangkan SBD nya.
Seperti yang sudah kami beritahukan melalui postingan-postingan kami sebelumnya seperti postingan @markzuk, @benimardaniat dan postingan saya sendiri @muaziris. Di situ sudah kami jelaskan, yang menjadi kendala untuk pembangunan rumah tersebut adalah tidak adanya tanah yang dimiliki oleh Ibu Fitriani, sehingga proses pembangunan agak sedikit terhambat. Sementara untuk biaya pembangunan rumahnya sendiri sudah ada yang menanggung biayanya.
Oleh sebab itu, kita bersama para menggalang dana di steemit. Dan Alhamdulillah sudah terkumpul sedikit, walaupun itu belum cukup. Namun paling tidak, sudah bisa membantu. Kemudia yang menjadi hambatannya adalah tidak adanya orang di sekitar tempat tinggal Ibu Fitriani yang menjual tanahnya dengan harga yang sedikit murah. Bahkan dalam beberapa hari terakhir ini, Bapak Syarbaini, selaku orang pemilik rumah yang ditempati Ibu Fitriani sekarang terus berusaha mencari informasi dimana ada orang yang mau menjual tanahnya.
Alhasil, kemarin pagi, sahabat saya @benimardaniat selaku koordinator CLR mendapat telephone dari Bapak Syarbaini (Apani) beliau sering disapa, memberitahukan bahwa sudah ada orang yang mau menjual tanahnya. Memang letaknya lumayan jauh dari tempat tinggal mereka sekarang.
Segera saya beserta @benimardaniat meluncur ke lokasi untuk meninjau langsung. Memang cukup jauh dari tempat tinggal kami di Lhoksukon. Letak tanah tersebut berada di daerah Nisam, jalan menuju ke Takengon. Kami menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam dari Lhoksukon menuju lokasi. Memang cukup jauh sih, tapi buat kami itu tidak masalah demi niat dan tanggungjawab kita untuk membantu sesama.

Koordinator CLR sedang berbincang-bincang dengan pemilik tanah
Begitu kami kami sampai di sana, kami disambut hangat oleh Bapak yang punya tanah, saya lupa namanya, mungkin teman saya @benimardaniat ingat. Kami segera di bawa ke lokasi dimana letak tanah tersebut berada. Letaknya memang tidak persis di pinggir jalan besar. Tanahnya agak masuk ke dalam sedikit melalui jalan lorong yang bisa juga dilewati mobil.
Memang letak tanah yang akan dijual itu berada di ujung perumahan warga. Jumlah rumah warga di situ pun tidak terlalu banyak, hanya beberapa rumah saja. Namun, kondisi tanahnya cukup bagus menurut kami. Tekstur tanahnya cukup bagus untuk ditanami apa saja. Bahkan tanah yang akan dijual tersebut, sekarang lagi dipakai untuk menanam cabai. Mengingat tanahnya perbukitan, jadi sangat efektif untuk dijadikan lahan untuk berkebun. Dan itu pula bisa menjadi mata pencaharian Ibu Fitriani nantinya.

Saya sedang memperhatikan lokasinya dengan seksama
Pun demikian, keputusan akhirnya berada di tangan pimpinan CLR apakah tanah tersebut layak dibeli atau tidak. Menurut kami tanah tersebut sangat cocok. Suasana lingkungannya bagus. Warganya pun ramah-ramah.
Untuk sementara hanya ini dulu yang bisa kami sampaikan sembari menunggu jawaban dari pimpinan. Untuk informasi selanjutnya akan terus kami update sampai rumah tersebut selesai dibangun. Dan lagi-lagi kami ucapkan ribuan terimakasih kepada para donatur @bullionstackers dan para donatur lainnya.
Salam steemit, salam satu hati dari saya @muaziris



Congratulations You Got Upvote
& Your Content Also Will Got Curation From
@sevenfingers @steemph.antipolo @arabsteem
Thanks so much @sevenfingers, @steemph.antipol, @arabsteem