You are viewing a single comment's thread from:
RE: Bridal Waterfall | Air Terjun Pengantin |
Saya terkesan dengan salah satu persoalan dalam cerpen tersebut, yaitu terkait dengan rebutan hak kewenangan Daerah. Persoalan batas Wilayah disaat sudah punya potensi, baik wisata dan lainnya selalu berujung pada permasalahan klasik, yang jelas masalah tersebut tidak akan pernah selesai. Persoalan tersebut bukan hanya di Aceh saja terjadi, tetapi hampir seluruh Wilayah di Indonesia punya masalah yang sama. Persoalan tersebut tidak hanya terjadi di saat sudah ada suatu potensi saja, tetapi juga terjadi saat suatu Daerah akan ada suatu potensi. Persoalan tersebut akan selalu terjadi selama Pemerintah tidak berani mengambil kebijakan, karena sarat akan suatu kepentingan.
Itu biasa terjadi di tempat kita @safwaninisam. Kalau ada tempat wisata yang hendak berkembang, pasti ada gesekan di tingkat masyarakat. Mulai dari orang yang enggak setuju, sampai isu tak sesuai syariat Islam.
Di luar itu, destinasi wisata belum digarap secara maksimal. Banyak aspek yang harus diperbaiki.
Semua yang terjadi tidak terlepas dari kewenangan Pejabat terkait yang kurang mengerti tupoksi, baik tingkat Provinsi maupun tingkat Kabupaten, atau mereka belum mau memajukan tempat wisata di Aceh, padahal jika tempat wisata dikelola dengan baik dan sesuai denganm Syari'at Islam, maka Pendapatan Asli Derah akan meningkat pesat, karena Aceh punya banyak tempat wisata yang standar Internasional, bahkan kalau wisata aceh berkembang, tempat wisata di Bali itu masih jauh dibawah kita. Nyan "EFEK TERLALU PEDE" Bg Ayi, Lemo droe teuh ken hana ciret,,,? Hehehe...