The Diary Game [17/12/2025]: Menyembelih Kambing Untuk Kenduri
Mengawali pagi setelah menunaikan salat subuh saya sempat berolahraga sekitar setengah jam kemudian saya menuju pesantren di mana Putri pertama saya sekarang menuntut ilmu, saya menjemputnya karena di rumah ada acara kenduri perayaan Maulid dan juga Sunnah Rasul putra pertama kami.
Seperti biasanya perayaan Maulid identik dengan "bulukat" yang yang terbuat dari beras ketan biasanya dimakan dengan pisang, "bulukat" akan dibagikan untuk para tamu yang datang demikian juga berbagai persiapan lainnya terus kami lakukan untuk perayaan Maulid besok dengan memasak berbagai macam masakan.
Siang hari saya masih menyempatkan diri untuk ngopi bersama sahabat saya Tengku Abrar di warung kopi langganan kami yaitu raji cafe di depan SPBU Teupin Punti, lebih kurang 2 jam saya berada di cafe tersebut sampai menjelang Ashar Karena setelah ashar ada kegiatan selanjutnya yaitu penyembelihan seekor kambing.
Setelah ashar pihak dari penyewaan boot atau pelaminan juga telah tiba di rumah untuk mendekorasi ruangan di rumah. dan juga Tengku Asmi atau yang biasa kami Panggil Pak War tiba di rumah dengan membawa seekor kambing yang telah saya beli dari beliau 2 hari yang lalu kemudian kami langsung mengikat kambing tersebut dan menyembelihnya.
Setelah selesai kami sembelih kemudian kambing tersebut dikuliti dan dicincang agar dagingnya bisa dimasak, rencananya Nanti malam kami akan memasak daging kambing tersebut dengan bumbu rempah-rempah yang telah kami beli di pasar blang jruen.
Suasana di rumah juga ramai dengan anak-anak dari sepupu dan saudara kami semua yang datang ke rumah untuk ikut membantu menyukseskan acara kenduri Maulid dan juga Sunnah Rasul Putra pertama kami, anak-anak kelihatan sangat senang bermain bersama, momen kenduri menjadi ajang silaturahmi dan berkumpul untuk anak-anak dengan sepupu mereka.
Malam harinya setelah sholat Maghrib saya menjamu adik ipar saya Teungku Saddam, yang kebetulan malam ini sudah tiba di rumah karena besok beliau tidak bisa hadir di acara kenduri Maulid karena beliau Rencananya akan mengantarkan bantuan kemanusiaan untuk korban banjir di kecamatan langkahan Kabupaten Aceh Utara.
Setelah menunaikan salat Isya sekitar jam 20.30 malam kami mulai memasak daging kambing yang sudah kami persiapkan dari tadi sore dalam sebuah periuk besar yang biasa disebut dengan "kuah beulangong".kami memasaknya menggunakan kayu bakar yang ada di sekitar rumah berupa potongan pohon bambu yang sudah kering.
Sekitar jam 21.30 kami masih menjamu tamu yaitu sahabat dari adik ipar saya yang juga datang ke rumah kebetulan mereka datang berapa orang karena besok mereka harus bekerja dan tidak sempat datang ke acara kenduri Maulid, setelah para tamu pulang barulah saya beristirahat setelah seharian beraktivitas.
Demikian Diary kegiatan harian saya, semoga bermanfaat untuk semuanya, terima kasih kepada sahabat semuanya yang berkenan membaca dan memberikan dukungan untuk saya dan khususnya kepada Admin dan Moderator Steem SEA














Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
🎉 Congratulations!
Your post has been upvoted by the SteemX Team! 🚀
SteemX is a modern, user-friendly and powerful platform built for the Steem community.
🔗 Visit us: www.steemx.org
✅ Support our work — Vote for our witness: bountyking5
Saludos amigo que bonito quedó toda esa celebración muchas felicidades se ve que toda la colabora en todo la preparación, además disfrutaron de ricas comidas