The Diary Game [24/05/2026]:Meninggalnya Warga Desa Kami
Pagi harinya setelah menunaikan salat subuh saya berolahraga rutin seperti biasanya dengan bersepeda menyusuri lorong-lorong di sekitar rumah saya sampai di area persawahan menikmati kehangatan sinar matahari yang sangat baik untuk kesehatan dan hijaunya pemandangan pegunungan serta suara burung yang berkicauan di pagi hari.
Sekitar jam 10.00 Saya pulang ke rumah almarhum ayah, dan mengambil sepeda motor yang biasa digunakan oleh Adik saya, kemudian saya membawa sepeda motor tersebut ke salah satu bengkel terdekat untuk dilakukan servis dan penggantian oli rutin agar sepeda motor tersebut tetap awet dan nyaman dipakai sehari-hari oleh adik saya yang tinggal sendirian dan sekarang harus merawat Bibi saya yang sedang sakit.
Setelah selesai servis dan penggantian oli sepeda motor saya langsung kembali ke rumah karena sudah janjian dengan tukang giling padi keliling yang akan datang ke rumah untuk menggiling padi kami yang sudah selesai kami jemur kemarin, Begitu tiba saya langsung mengambil padi yang sudah selesai dijemur untuk digiling menggunakan mesin penggiling, prosesnya tidak lama sekitar 30 menit semuanya sudah selesai dan ongkosnya juga murah hanya Rp. 30.000 ribu atau 36 steem untuk 100 kg padi.
Siang hari setelah sholat dhuhur dan makan siang saya membantu istri bersama anak-anak mempersiapkan kue untuk hari raya Idul Adha yang sudah tidak lama lagi, biasanya sudah menjadi tradisi baik hari raya Idul Fitri maupun hari raya Idul Adha masyarakat mempersiapkan kue untuk menyambut hari raya menyambut tamu yang datang ke rumah atau untuk dimakan sendiri saat berkumpul bersama keluarga.
Saya mendapatkan pengumuman dari Balai Desa ada warga desa kami yang meninggal dunia karena kecelakaan jatuh tertimpa pohon, saya sangat terkejut dan kami seluruh warga desa datang ke rumah duka untuk melayat sekaligus menshalatkan jenazah almarhum warga desa kami tersebut, Jenazah yang telah selesai dimandikan dan dikafan kan kemudian Dibawa Ke balai desa untuk dishalatkan secara berjemaah, dan setelah disalatkan ada sedikit sambutan perpisahan atau tausiah yang disampaikan oleh guru saya Abi Martunis.
Setelah menunaikan salat Ashar saya menuju ke warung kopi langganan saya itu radji cafe di depan SPBU, di sini sudah menunggu Sahabat karib saya Tengku Abrar kami ngopi sangger Espresso yaitu kopi arabika yang dicampur dengan susu, sambil ngobrol tentu saja terkait dengan tugas-tugas di kantor dan kehidupan sehari-hari juga tentang hobi beliau yang sangat suka memancing, tanpa terasa waktu sudah hampir maghrib kami segera pulang ke rumah masing-masing, dan setelah maghrib seperti biasanya saya mengajari anak-anak belajar di balai pengajian yang ada di depan rumah setelah selesai pengajian barulah saya beristirahat.
Demikian Diary kegiatan harian saya, semoga bermanfaat untuk semuanya, terima kasih kepada sahabat semuanya yang berkenan membaca dan memberikan dukungan untuk saya dan khususnya kepada Admin dan Moderator Steem SEA
Best Regard,
@abialfatih
Posted using SteemX










