The Diary Game Season 3 | Better Life | Rabu, 19 Mei 2021 | Kuah Beulangong Bersama Sahabat Steemian Barat Selatan.
Hai sahabat steemian, saya doakan semoga teman-teman selalu sehat dan sejahtera.
Sahabat steemian Barat SelatanHari ini langit terlihat tidak murung, kemungkinan awan sudah berdiskusi untuk hari cerah pagi ini. Saya sebagai makhluk sosial yang aktif serta harus pandai memanfaatkan pagi hari.
Sungguh benar serta nyata Al-Quran dan Hadist tentang keberkatan umur dan rezeki saat pagi. Hari ini saya mulai dengan jalan santai di jalan, saya manfaatkan jalanan yang masih sepi, sesekali pegawai kantor yang melintasi jalan menuju kantor lewat melalui jalan tersebut.
Matahari pagi mulai terlihatPukul 8 pagi saya sudah bersama segelas kopi, ditemani oleh beberapa tetangga saya yang sedang menunggu sayur untuk menu hari ini. Satu sampai tiga kali saya menyeruput kopi khas racikan Ibu saya. Smartphone saya bertarung menerima notifikasi, karena hari ini ada kegiatan masak kuah beulangong bersama sahabat Steemian Barat Selatan (BARSELA).
Saya menunggu tunggangan untuk menuju ke lokasi, teman saya yang agak jauh dari kediaman saya sedang mempersiapkan segala kebutuhan di Cot Gaj Ahmatee, 15 menit perjalanan dari desa saya yaitu Peuribu, maka saya memanfaatkan waktu untuk sarapan pagi dengan sepiring nasi hangat serta 4x4 telur dadar dengan racikan gaya bebas di atas teflon.
Telur dadar menu sarapan pagiPukul 10 pagi saya sudah bersiap-siap, teman saya sudah datang menghampiri saya. 25 menit perjalanan ke Lhok Bubon Google Maps tempat sahabat steemian bersilaturahmi. Sepeda motor sudah saya matikan, untuk menghemat waktu saya dan teman-teman yang lain langsung membagikan tugas untuk mengeluti kambing, mencari kayu bakar, membersihkan tempat, mengupas nangka muda dan menyiapkan terpal tempat duduk.
Saya sedang mengaduk kuah beulangongWaktu demi waktu saya dan sahabat steemian habiskan, diskusi serta membahas steemit sudah menjadi topik pembicaraan kami. Sesekali angin menghembuskan aroma sedap kuah beulangong, namun kami kuatkan Iman dengan terus berdiskusi. Hampir 4 jam saya dan sahabat steemian lalui bersama-sama untuk menunggu kuah beulangong matang.
Sahabat steemian sedang menikmati kuah beulangongPukul 3 siang rasa sabar saya terbayarkan, kuah beulangong telah selesai saya makan. Bumbu khas Aceh sangat kental, keringat mengucur deras, panas dan nikmat menjadi bercamput aduk. Selesai makan saya dan teman-teman melanjutkan foto bersama untuk melengkapi status di smartphone dan dilanjutkan dengan bersih-bersih sampah.
Foto bersama Sahabat steemianPukul 4 sore saya dan sahabat steemian berpindah lokasi untuk mencari udara segar. Pantai yang indah membuat pengunjung terlihat sangat ramai, beberapa kali kami hendak berhenti namun kursi warung penuh dan pada akhirnya hati saya gembira, karena ada satu warung yang agak lengah pengunjung dan disitu saya dan sahabat steemian melanjutkan cerita hingga petang.
Pukul 6.20 petang saya tiba di rumah, saya berbaring sejenak hingga suhu tubuh agak menurun lalu saya mandi. Sangat berbahaya jika mandi dengan suhu tubuh yang tinggi, karena dapat memicu stroke serta serangan jantung. Tubuh yang panas, jika kita paksakan untuk dingin, persis seperti knalpot panas terkena air.
Pukul 8 malam saya sudah berada di salah satu tempat basa-basi sahabat steemian, disitu biasanya kami habiskan waktu selama Ramadhan kemarin untuk ngopi syariah. Malam itu sahabat steemian berkumpul sebelum beberapa waktu ke depan akan disibukkan oleh aktifitas masing-masing. Di meja kopi saya dan sahabat steemian habiskan waktu dan tepat pukul 11 semuanya bubar untuk istirahat.
Ngopi malam bersama sahabat steemianSekian cerita saya, terima kasih yang telah membaca tulisan saya dan terima kepada teman-teman yang selalu mendukung postingan saya.
Salam hormat,
@agunng
Postingan ini telah dihargai oleh akun kurasi @steemcurator08 dengan dukungan dari Proyek Kurasi Komunitas Steem.
Selalu ikuti @steemitblog untuk mendapatkan info terbaru.
@ernaerningsih.