The Diary Game Season 3 | Better Life | Rabu, 26 Mei 2021 | Tampilan Tidak Selalu Mencerminkan Kepribadian.
50% payout saya donasikan untuk @steem.amal
Hai teman steemian, saya doakan teman-teman dalam keadaan sehat.
Iklim saat pagi hariSebuah cerita selalu dimulai saat pagi hari, dimanapun kita berada, kecuali hanya beberapa negara yang jarang mengenal siang dan hari. Merasakan keindahan pagi seperti merasakan cinta pertama kedua kekasih, keindahan pagi sulit di gambarkan, kecuali dengan warna hati.
Saya hanya beraktivitas selaknya manusia biasa, mencoba hal-hal biasa dengan rasa yang berbeda. Pagi ini saya hendak bergabung di komunitas ibu-ibu, yaitu Posyandu. Tidak tahu bagaimana awal mula saya hendak bergabung di kegiatan tersebut.
Ketika posyandu hendak di mulaiPusat layanan terpadu memang sudah lama dalam rotasi pergerakkannya. Padahal saya sendiri tidak mempunyai dasar dalam hal kesehatan, mungkin saja aparatur desa beranggapan bahwa supaya saya menjadi manusia yang sehat.
Setiap bulan di desa saya mengadakan pos pelayanan terpadu, semua usia masuk ke dalam kategori pelayanan. Di samping itu saya belajar tentang bagaimana melayani masyarakat yang hendak hidup sehat. Dalam beberapa pelayanan memang membutuhkan ahlinya, namun dalam hal administrasi dan lainnya hanya membutuhkan tenaga
Padahal saya hanya sebagai operator yang membantu desa saya, saya hanya berniat ingin membantu dari luar lembaga saja. Mungkin karena saya belum lihai di bagian dalam lembaga, maka saya dijadikan sebagai kunci inggris atau semua bidang masuk.
Sesuai dengan protocol kesehatan, saya mengikuti beberapa langkah kegiatan tersebut, di mulai dari mencicipi masakan untuk anak-anak, mengecek kesehatan mental, serta mengecek kemapanan masa depan. Memang tidak ada yang benar kerjaan saya :D.
Namun sebagai warga desa yang patuh dan taat akan ibu-ibu, saya membantu membawakan hindangan ke kantor desa. Selain hidangan masakan, saya juga membantu membawakan alat kesehatan lainnya.
Salah satu menu untuk balita di posyanduBalita dan anak-anak mulai berdatangan, hati saya mulai terhibur dengan keadaan seperti ini, balita manis dan imut mengingatkan saya ketika saya masih bayi dahulu. Saya tidak mengatakan diri saya imut dan manis, namun saya hanya menggambarkan usia saya ketika bayi. Memang tidak benar kerjaan saya hari ini, selain kepedean juga sangat agresif menggambarkan diri sendiri.
Saat proses posyandu berjalan dan sudah mulai ramaiBeberapa tahapan di kegiatan posyandu tersebut dilalui, mulai dari penimbangan bayi, pengecekan tinggi, pemeriksaan dini terhadap masyarakat, pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil dan pengecekan kesehatan terhadap masyarakat yang lanjut usia.
Perawat dan kader posyandu sedang sibuk melayani masyarakatSetiap pengecekan tersebut hanya di komando oleh ibu bidan dan ibu perawat dari puskesmas kecamatan, saya hanya memantau dan membantu setiap kebutuhan yang diperlukan, tentunya saya cepat membantu di bidang konsumsi. Lagi-lagi memang tidak benar kerjaan saya.
Pagi itu terasa sangat cepat berlalu, mungkin karena ibu-ibu yang begitu riuh yang menegur anaknya yang bandel dan membicarakan kehidupan alam. Di temani beberapa tim posyandu dan anak-anak jadi saya membawakan mental saya begitu nyaman.
Sesekali saya mencoba mencomot beberapa sisa masakan cadangan, saya mengambil kesempatan dan berupaya untuk menilai masakan di dalam hati. Istilahnya mencuri kesempatan dalam kesempitan. Ibu-ibu bidan dan perawat yang cantik-cantik membuat saya semakin tidak mengenal waktu.
Tetapi saya tidak memperhatikan kegiatan ibu bidan dan perawat tersebut, namun karena kondisi yang memaksakan, maka saya turut ambil andil dalam hal curi-curi pandang. Rasanya memang senang berlama-lama di kegiatan tersebut, namun karena waktu, mulai dari pagi hingga siang kegiatan tersebut terpaksa harus selesai.
Kelelehan pagi tadi tidak dapat saya rasakan, seharusnya saya harus beristirahat, namun karena kehidupan sosial harus tetap berlanjut, maka saya jalani dengan menikmati kopi bersama teman saya.
Matahari siang juga begitu menyengat, kerongkongan saya harus saya basahi dengan sedikit air. Saya mencari minuman yang bisa teguk hingga saya lupa memutar arah kendaraan ke rumah.
Otak saya sudah di bajak oleh rasa haus da ingin bersantai, sambil menikmati panasnya siang maka emosi saya mengatakan harus menuju ke tempat yang adem dan rimbun dan saya pun menuju ke lokasi pantai dekat desa saya, yaitu Suak Geudubang
Teman-teman seperjuangan kopi saya ajak menikmati siang, awalnya mereka tidak mau, namun karena saya beri sugesti tentang nikmatnya kopi maka dengan mudah mereka mengiyakan ajakan saya. Saya hanya memesan kopi Kopi Khop dingin ala Teuku Umar.
Jari-jari saya terus mengajak teman yang ada di kontak smartphone saya untuk bergabung. Mungkin karena saya terlalu di hantui oleh ibu-ibu pagi tadi, makanya ego paksaan saya luapkan kepada teman-teman saya untuk ngopi. Pemecahan humor selalu menjadi trending ketika sudah berkumpul dan disitu saya menghabiskan waktu hingga petang.
Sejenak bersantai sehabis makan malam di depan rumah saya, sambil menikmati sisa makanan di sisi gigi, tiba-tiba smartphone saya berbunyi dan adik-adik mahasiswa mengajak saya ke dalam sebuah diskusi perkuliahan dan organisasi.
Saya dan teman saya @muhammadzamir sedang menikmati alamDemi Indonesia maju, maka saya menuju ke salah satu tempat yang mereka kabari. Saya berdua dengan senior saya tiba lokasi tersebut, sambutan dan sapaan ramah terlihat dari adik-adik mahasiswa. Ini membuat saya terasa bak presiden yang datang tiba-tiba ke suatu wilayah.
Malam terasa sangat dingin, diskusi mulai di buka serta kopi kedua saya hari ini mulai saya seruput. Isu wilayah yang sedang berkembang turut di seret oleh adik-adik mahasiswa dan secara spontan saya dengan sok pintar menanggapi hal tersebut.
Ketika saya dan adik-adik mahasiswa sedang berdiskusiBegitulah kejadian malam yang tanpa saya duga terjadi, menjadi pemateri liar dengan tampilan emas. Saya dan mahasiswa lain menghabiskan waktu malam itu dengan seru dan santai.
Sekian cerita saya hari ini, terima kasih yang telah membaca tulisan saya dan terima kasih yang sudah selalu mendukung postingan saya.
Salam hormat,
@agunng
Postingan ini telah dihargai oleh @steemcurator08 dengan dukungan dari Proyek Kurasi Komunitas Steem.
Ikuti @steemitblog untuk mendapatkan info tentang Steemit dan kontes.
Anroja