Mengisi Sya'ban & Menyambut Ramadhan - Sebuah Catatan Pengingat Diri

Jum'at, 11 Sya'ban 1447 H / 30 Januari 2026 M
Hari ini, Khatib di mesjid tempat saya melaksanakan shalat Jum'at menyampaikan khutbah tentang bulan Sya'ban. Kita pasti sudah tidak asing lagi dengan ceramah agama tentang bulan Sya'ban dan keutamaan yang terkandung di dalamnya, sebab bisa dipastikan para pengkhutbah atau pendakwah pasti akan mengingatkan kita kembali tentang hal ini setiap kali Sya'ban datang.
Sya'ban adalah bulan ke delapan dalam penanggalan Islam dan berada antara Rajab dan Ramadhan. Ada banyak keutamaan di dalam bulan Rajab, terutama dalam posisinya sebagai bulan yang membawa langsung ke Ramadhan, dan karenanya ada banyak kesempatan untuk mencetak lebih banyak pahala di dalamnya.
Hadis shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari (nomor 1969) dan Muslim (nomor 1156) dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW mengisi bulan Sya'ban dengan berpuasa,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يُفْطِرُ ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ . فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِى شَعْبَانَ
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya'ban.”
Sementara Ummu Salamah, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Daud dan An Nasa’i (yang kemudian oleh Syaikh Al Albani dikatakan bahwa hadits ini shahih), juga diriwayatkan pernah berkata,
أَنَّهُ لَمْ يَكُنْ يَصُومُ مِنَ السَّنَةِ شَهْرًا تَامًّا إِلاَّ شَعْبَانَ يَصِلُهُ بِرَمَضَانَ.
“Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam setahun tidak berpuasa sebulan penuh selain pada bulan Sya'ban, lalu dilanjutkan dengan berpuasa di bulan Ramadhan.”
Walaupun terdapat pendapat yang mengatakan bahwa kalimat "berpuasa sebulan penuh" dalam hadis-hadis tersebut bisa diterjemahkan dengan "berpuasa pada kebanyakan harinya (tidak sepanjang bulan)". Penjelasan terkait hal ini terdapat di dalam Syarh Muslim 4/161, yaitu agar puasa Sya'ban tidak dianggap wajib sebagaimana Ramadhan.
Di dalam bulan Sya'ban, tepatnya pada malam tanggal 15, yang disebut dengan "Nisfu Sya'ban" (atau pertengahan bulan Sya'ban). Disebutkan bahwa malam ini adalah malam yang penuh pengampunan, kesempatan untuk bertaubat, karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala turun ke langit dunia untuk mendekatkan diri kepada hamba-hamba-Nya yang memohon ampunan dan pertolongan. Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, pernah berkata, "dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
يَطَّلِعُ اللَّهُ إِلَى جَمِيعِ خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
'Allah mendatangi seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban. Dia pun mengampuni seluruh makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.'"
Ada juga hadis yang menyebutkan bahwa Sya'ban adalah bulan ketika amalan setiap manusia dinaikkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala (ada yang menyebutkan hal tersebut terjadi pada malam tanggal 15 atau malam Nisfu Sya''ban), yang menjadi alasan kenapa Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam memperbanyak puasa, sebagaimana ternyata di dalam hadis dari Usamah bin Zaid, beliau berkata, "Katakanlah wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa selama sebulan dari bulan-bulannya selain di bulan Sya'ban". Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
"Bulan Sya'ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan."
Hadis ini diriwayatkan oleh An Nasa’i, dan Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.
Sekarang kita sedang berada di dalam bulan Sya'ban, kesempatan untuk memperbanyak ibadah puasa, dan dalam 3 hari kita akan menyambut malam ketika Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Tuhan Pencipta langit dan bumi dan segala di antaranya, turun ke langit dunia dan mendengar taubat dan permohonan hambanya. Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung.
Ramadhan 1447 H tinggal 19 hari lagi. Insya Allah. Semoga kita bisa bertemu dengan Ramadhan ini dan memaksimalkan amalan dan ibadah kita.
Selamat Mengisi Sya'ban. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengampuni dosa-dosa kita dan mempertemukan kita dengan Ramadhan. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.
Kepada saudara-saudaraku di Aceh yang masih bergelut dengan musibah banjir dan longsor, semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala limpahkan kesabaran, semoga ujian ini semakin menambah iman dan pundi-pundi pahala. Aamiin Allahumma Aamiin.

Saran Bacaan
- https://baznas.go.id/artikel-show/Peristiwa-di-Bulan-Syakban:-Sejarah-Penting-dalam-Islam/876
- https://lampung.nu.or.id/syiar/sejarah-awal-mula-peringatan-malam-nisfu-sya-ban-YOXYD
- https://rumaysho.com/11158-malam-nisfu-syaban-dan-amalan-nisfu-syaban.html
- https://rumaysho.com/384-banyak-berpuasa-di-bulan-syaban.html
Terima Kasih
Long time no see
My boss
It's your prodigal son🤤
Hi mhizta, how have you been doing?
It's a long story, but the good thing is that I'm back.
Last year was quite tough and busy, and I'm thankful for life.
How are you coping with your project so far
Thank God all is food for you and me.
Thanks. Appreciate it.