Akhirnya, 212 Keluarga Korban Bencana Pidie Jaya Terima Kunci Huntara, Bupati: Ini Jawaban atas Penantian
Pidie Jaya – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya mencatat babak baru dalam upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut. Secara resmi, sebanyak 212 unit Hunian Sementara (Huntara) dinyatakan siap huni dan telah diserahkan kepada keluarga terdampak. Penyerahan kunci secara simbolis dilakukan langsung oleh Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, dalam sebuah acara yang berlangsung di lokasi huntara, Jumat (14/2/2026). Momen ini menandai dimulainya fase transisi kehidupan bagi para penyintas dari tenda pengungsian menuju tempat tinggal yang lebih layak.
Dalam sambutannya, Bupati Sibral Malasyi menegaskan bahwa prosesi serah terima kunci ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan pemenuhan janji pemerintah kepada masyarakat. "Hari ini menjadi jawaban atas penantian masyarakat. Setelah kunci kami terima secara resmi, barulah hunian ini dapat ditempati oleh warga yang berhak," ujar Sibral Malasyi di hadapan para penerima manfaat dan para undangan.
Hunian sementara yang dibangun di kawasan aman tersebut merupakan hasil kolaborasi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra strategis nasional. Dari total 212 unit yang dinyatakan rampung, 162 unit di antaranya dibangun oleh Danantara, sementara 50 unit lainnya merupakan kontribusi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Seluruh unit huntara ini diperuntukkan secara khusus bagi keluarga yang rumahnya rusak berat akibat bencana hidrometeorologi—seperti banjir bandang dan longsor—yang melanda sejumlah kecamatan di Pidie Jaya beberapa waktu lalu.
Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Pidie Jaya, Sibral Malasyi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Ia secara khusus menyebut nama-nama mitra seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pupuk Indonesia (Persero), dan PT Pupuk Iskandar Muda, serta para mitra pembangunan lainnya yang tidak kenal lelah dalam mewujudkan hunian darurat ini.
“Dukungan para donatur dan mitra menjadi kekuatan penting dalam percepatan pemulihan pascabencana di Pidie Jaya. Tanpa kolaborasi yang solid, kita tidak akan bisa sampai pada tahap ini,” katanya dengan penuh haru.
Sifat Sementara dan Opsi bagi Warga
Di tengah sukacita penyerahan huntara, Bupati Sibral Malasyi juga memberikan penjelasan penting terkait status hunian tersebut. Ia menegaskan bahwa huntara bersifat solusi sementara dalam masa transisi. Pemerintah daerah tidak akan memaksakan kehendak kepada warga. Masyarakat diberikan kebebasan penuh untuk memilih—apakah segera menempati huntara yang telah disediakan atau tetap bertahan di lokasi lain sembari menunggu proses pembangunan hunian tetap (huntap) oleh pemerintah pusat.
“Tidak ada paksaan. Silakan warga memilih yang terbaik bagi keluarganya. Namun, pemerintah daerah akan terus mendorong dan memfasilitasi agar pembangunan hunian tetap oleh pemerintah pusat dapat segera dipercepat,” lanjutnya.
Verifikasi Data Berlapis Tiga Kali
Menyikapi potensi adanya warga terdampak yang mungkin belum mendapatkan bantuan, Sibral Malasyi memaparkan proses pendataan yang sangat ketat. Pemerintah, kata dia, telah melakukan verifikasi dan validasi data hingga tiga kali putaran. Proses ini melibatkan perangkat desa, kecamatan, serta tim verifikasi dari berbagai unsur untuk memastikan tidak ada warga yang terlewat atau terzalimi haknya.
Meski demikian, Bupati tetap membuka ruang aspirasi. Ia mengimbau masyarakat yang merasa dirinya berhak namun belum terdata agar segera melapor melalui jalur resmi, yakni perangkat desa atau kantor camat setempat. “Kami terbuka menelusuri kembali bila masih ada yang terlewat, selama sesuai ketentuan dan data di lapangan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Harapan Jelang Ramadan
Menjelang bulan suci Ramadan yang tinggal menghitung hari, bupati menyampaikan harapan besar agar huntara ini dapat menjadi tempat yang aman dan layak bagi warga untuk beribadah dan menjalankan puasa dengan tenang. Ia mengajak seluruh penerima manfaat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang ada, seperti kamar tidur, dapur umum, serta sanitasi, agar tetap berfungsi dengan baik hingga hunian tetap dapat terwujud.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya juga tidak melupakan peran vital aparat keamanan dan elemen masyarakat. Dalam kesempatan itu, Sibral Malasyi menyampaikan terima kasih yang tulus kepada jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta seluruh elemen warga yang bahu-membbahu bergotong royong sejak masa tanggap darurat hingga proses pemulihan saat ini.
“Musibah ini adalah ujian kebersamaan. Dengan solidaritas yang kita tunjukkan, saya yakin kita mampu bangkit dan bersama-sama membangun kembali kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya,” tutup Sibral Malasyi dalam pidatonya yang disambut aplaus para hadirin.
(CM)




Thank you for sharing on steem! I'm witness fuli, and I've given you a free upvote. If you'd like to support me, please consider voting at https://steemitwallet.com/~witnesses 🌟