Bupati Pidie Jaya Resmikan Musrenbang RKPK 2027: Fokus Pemulihan Pascabencana dan Penyelarasan Aspirasi Masyarakat

in Steem SEAyesterday (edited)

Meureudu, 15 April 2026 – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya secara resmi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten (RKPK) Tahun 2027, bertempat di Gedung MTQ Meureudu, Rabu (15/4/2026). Acara yang mengusung tema strategis ini dibuka langsung oleh Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi MA, S.Sos, ME.

Musrenbang yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh berbagai unsur penting, mewakili Pemerintah Aceh hadir Kepala Bappeda Aceh yang diwakili oleh Mantan Pj. Bupati Pidie Jaya, Dr. H. T. Ahmad Dadek, S.H, M.H. Turut hadir pula Anggota DPRA Dapil II Pidie dan Pidie Jaya, unsur Forkopimda Pidie, Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie Jaya Dr. Munawar Ibrahim, S.Kp, M.PH, para asisten, staf ahli bupati, serta para Kepala SKPK di lingkungan Pemkab Pidie Jaya.

Tidak ketinggalan, Ketua TP-PKK, BKMT, dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pidie Jaya, para Kepala Kantor Instansi Vertikal, Kepala Bank Aceh Syariah dan BSI Cabang Meureudu, Ketua MAA, MPD, Baitul Mal, para Muspika (Camat, Danramil, Kapolsek), para Imum Mukim, Keuchik, tokoh masyarakat, tokoh agama, delegasi kecamatan, LSM, organisasi kemasyarakatan, serta para wartawan turut memeriahkan forum strategis ini.

Dalam sambutannya, Bupati Sibral Malasyi menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan biasa, melainkan momentum penting untuk menyatukan visi pembangunan. Forum ini dinilainya sebagai wadah partisipatif yang efektif untuk mempertemukan pemerintah daerah, DPRK, Forkopimda, instansi vertikal, akademisi, hingga delegasi kecamatan dan gampong.

“Musrenbang ini penting agar setiap program yang direncanakan mampu memberi dampak nyata bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ini adalah forum untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan kemampuan keuangan daerah, serta menentukan program prioritas yang benar-benar berdampak langsung bagi rakyat,” ujar Bupati.

Bupati menjelaskan bahwa fokus pembangunan Kabupaten Pidie Jaya pada tahun 2027 akan diarahkan pada pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang baru-baru ini melanda sejumlah wilayah. Prioritas utama meliputi:

  1. Pembangunan kembali infrastruktur dasar yang rusak.
  2. Normalisasi sungai untuk mitigasi bencana di masa depan.
  3. Revitalisasi lahan pertanian dan tambak guna memulihkan mata pencaharian masyarakat.
  4. Penguatan ekonomi masyarakat terdampak melalui berbagai program pemberdayaan.

Selain fokus pada pemulihan bencana, Bupati juga menekankan bahwa sektor sosial, pendidikan, kesehatan, dan tata kelola pemerintahan yang berdasarkan syariat Islam akan tetap menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan daerah.

Di akhir sambutannya, Bupati Sibral Malasyi berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan forum ini untuk melahirkan gagasan, masukan, dan usulan yang konstruktif. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada sinergi semua pihak, mulai dari pemerintah gampong, kecamatan, SKPK, hingga dukungan Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat.

“Kami berharap dari forum ini lahir rumusan program yang terukur, realistis, dan mampu menjawab persoalan mendasar masyarakat, terutama pemulihan ekonomi dan pembangunan infrastruktur pascabencana. Harapan akhirnya adalah terwujudnya Pidie Jaya yang bersyariat, berkeadilan, maju, dan berkelanjutan,” pungkas Bupati.

Melalui Musrenbang RKPK 2027 ini, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menargetkan terbangunnya kesepahaman bersama mengenai prioritas pembangunan tahun depan, sehingga setiap kebijakan yang diambil memiliki arah yang jelas, berpihak pada kepentingan masyarakat, dan selaras dengan visi pembangunan daerah jangka menengah. (CM)

IMG_20260415_100804_110.jpg

IMG_20260415_100757_530.jpg

IMG-20260415-WA0117.jpg

IMG-20260415-WA0111.jpg