Derita Nelayan di Pidie Jaya: Banjir Bandang Belum Usai, Kini Jari Kaki Harus Diamputasi

in Steem SEA14 days ago (edited)

IMG-20260316-WA0123.jpg

Pidie Jaya – Penderitaan demi penderitaan terus dialami Jafaruddin Abdullah (64), seorang nelayan asal Gampong Mns Jurong, Kecamatan Teupin Pukat, Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Pria lanjut usia yang sehari-hari menggantungkan hidup dari hasil melaut ini kini hanya bisa terbaring lemah di rumahnya yang sederhana setelah penyakit serius menghantam tubuhnya.

Kondisi memprihatinkan terlihat di kediaman Jafaruddin, Senin (16/3/2026). Pria yang akrab disapa Bang Din Peulimbang ini terbaring di atas dipan dengan balutan perban tebal di kakinya. Dering suara istri dan tangis cucu sesekali pecah mengiringi rasa sakit yang tak mampu lagi ia sembunyikan.

Nuraini (59), istri Jafaruddin, mendampingi suaminya sambil sesekali mengusap genangan air mata dengan ujung kerudung lusuhnya. Dengan suara bergetar, ia menuturkan bagaimana pahitnya kehidupan yang mereka jalani pascabanjir bandang yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu.

"Sudah cukup derita yang kami jalani kini. Setelah banjir bandang kemarin, dampaknya masih terasa sampai sekarang. Apalagi hidup kami ini pas-pasan, makan saja kadang susah. Sekarang ditambah dengan sakitnya ayahnya anak-anak ini, beliau tidak bisa melaut lagi. Kami benar-benar sudah kehabisan daya," ujar Nuraini dengan mata sembab.

Banjir bandang yang melanda beberapa pekan lalu disebutnya menjadi awal dari rangkaian musibah yang tak kunjung usai. Rumah mereka yang berada di kawasan pesisir ikut terendam. Perahu dan alat tangkap Jafaruddin yang menjadi satu-satunya sumber pencarian keluarga ikut rusak parah.

Di tengah situasi ekonomi yang carut-marut, Jafaruddin justru jatuh sakit. Penyakit yang dideritanya kian hari kian parah hingga akhirnya timbul komplikasi pada bagian kakinya. Karena terlambat mendapatkan penanganan medis yang memadai, infeksi yang menjalar memaksa tim medis di rumah sakit kabupaten untuk melakukan tindakan amputasi pada jari-jari kaki Jafaruddin.

Kini, kondisi Jafaruddin semakin memprihatinkan. Selain belum pulih total pascaoperasi amputasi, kondisi gizi yang buruk turut memperlambat proses penyembuhan.

"Bapak sekarang hanya terbaring di rumah. Tidak bisa berbuat apa-apa. Jari-jari kakinya sudah diamputasi, luka bekas operasinya masih basah. Kami tidak punya biaya untuk kontrol ke dokter apalagi beli obat," ungkap Nurainin sambil memegang tangan suaminya yang kurus.

Melalui Cek Mad, dari media ini yang turut membantu menyuarakan kondisi mereka, Nuraini menyampaikan pesan haru kepada pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Ia berharap ada perhatian serius dari dinas terkait untuk meringankan beban keluarganya.

"Saya titip pesan kepada Bapak Bupati dan Dinas Sosial, tolonglah kami. Bantulah pemulihan suami saya yang terbaring ini. Kami tidak punya apa-apa lagi. Yang kami butuhkan sekarang adalah bantuan pengobatan dan biaya hidup karena kami sudah tidak punya penghasilan sama sekali," pinta Nuraini.

Ia juga menambahkan bahwa karena tidak ada biaya. Kondisi ekonomi keluarga yang hanya bergantung pada hasil laut Jafaruddin kini benar-benar lumpuh total sejak tulang punggung keluarga terbaring sakit.

Salah seorang tokoh masyarakat , Cut Lidan(55) yang juga mantan Keuchik Gampong Mns. Jurong Teupin Pukat 2 Periode, membenarkan kondisi memprihatinkan keluarga Jafaruddin. Menurutnya, sebelum sakit, Jafaruddin dikenal sebagai nelayan gigih yang tetap melaut meski dalam kondisi cuaca kurang bersahabat.

"Bang Din ini orangnya pekerja keras. Tapi musibah datang bertubi-tubi. Rumahnya kena banjir bandang, alat melautnya rusak, sekarang beliau sakit parah sampai diamputasi. Kami sebagai warga sudah berusaha membantu sebisanya, tapi kemampuan kami terbatas. Semoga pemerintah segera turun tangan," harapnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya terkait kondisi Jafaruddin. Namun, warga sekitar berharap Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan setempat dapat segera bergerak cepat menjenguk dan memberikan bantuan medis serta sosial yang sangat dibutuhkan keluarga nelayan malang tersebut.

Bagi warga atau pihak-pihak yang ingin membantu meringankan beban keluarga Jafaruddin, dapat menyalurkan bantuan melalui koordinator warga setempat atau menghubungi kantor media ini untuk informasi lebih lanjut. (CM)

Sort:  

Want to grow faster on Steemit? Try www.pussteem.com – the first platform that lets you use $PUSS tokens to power up your posts. For just $0.50, you can receive $10 worth of upvotes through our curated support system.

➤ Learn more: Unlock the Power of Your Steemit Journey
➤ Step-by-step guide: How to Get Started -Video Tutorial

Join the movement – boost your visibility, earn more, and grow with Pussteem!
:globe_with_meridians: https://pussteem.com
Join with us on Discord: https://discord.gg/g4KWCtFJbk

_Spend $0.5 in $PUSS — Get $10 in UPVOTE! Boost Your Steemit Journey with P_20250602_220938_0000.png

Coin Marketplace

STEEM 0.06
TRX 0.32
JST 0.059
BTC 67276.05
ETH 2041.19
USDT 1.00
SBD 0.48