Di Balik Pelantikan Massal PPPK Dan ASN: Kisah Haru Keluarga Hanafiah, Duka Banjir Terobos dengan Tiga Kabar Bahagia

in Steem SEA10 days ago (edited)

IMG-20260208-WA0041.jpg
Hanafiah bersama kedua Putrinya dan menantu

MEUREUDU, PIDIE JAYA – Suasana khidmat di Gedung MTQ Pidie Jaya pada Sabtu (7/2/2026) malam bukan hanya tentang upacara kenegaraan. Di balik statistik pelantikan 3.336 Aparatur Sipil Negara (ASN), tersembunyi cerita-cerita pencapaian pribadi yang menjadi penawar luka bagi banyak keluarga, salah satunya keluarga Hanafiah Abdullah dari Gampong Beuringen, Kecamatan Meurah Dua.

Malam itu, bagi Hanafiah, adalah momen di mana tiga kabar bahagia datang sekaligus, menyinari duka kepergian sang istri beberapa tahun lalu dan memulihkan luka akibat musibah banjir bandang yang memorak-porandakan rumah dankebun. Dua orang menantunya Helmi dan Abdullah resmi dilantik sebagai ASN di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pidie Jaya, sementara putrinya, Linda Wati, juga dikukuhkan sebagai pegawai di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atau Baitul Mal setempat.

“Alhamdulillah, kebahagiaan yang terjadi malam ini melupakan beberapa kemalangan yang terjadi atas kami, juga musibah banjir bandang yang memorak-porandakan rumah, kebun, dan sawah tempat usaha saya sehari-hari sebagai petani,” ujar Hanafiah dengan suara bergetar penuh syukur, ketika ditemui Cek Mad dari media ini usai acara.

Kebahagiaan keluarga ini sebenarnya telah beruntun. Beberapa hari sebelum pelantikan massal di Pidie Jaya, salah satu putrinya, Nurul Aflah, telah lebih dahulu dilantik di Banda Aceh sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Nurul mengabdikan diri sebagai guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) Pidie Jaya, yang merupakan unit pelaksana teknis di bawah Dinas Pendidikan Provinsi Aceh. Kini, suami Nurul pun Abdullah menyusul, dilantik bersama-sama dengan Linda dan suami Linda dalam satu upacara yang sama.

“Semoga dari keberhasilan mereka menambah gairah kembali untuk berusaha. Ini anugerah yang tak terduga,” tambah Hanafiah, yang terlihat tak henti menyeka sudut matanya.

Kisah keluarga Hanafiah ini seperti menjadi miniatur dari semangat dan tujuan pelantikan massal yang dihelat Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Dengan total ASN kini mencapai 4.336 orang, Bupati H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos, ME dalam sambutannya menegaskan bahwa penambahan kekuatan SDM ini adalah energi positif untuk pemulihan daerah, khususnya pascabencana banjir dan longsor.

“Pelantikan ini bukan hanya seremoni administratif, tetapi menjadi momentum awal pengabdian yang lebih luas. Para ASN baru diharapkan mampu bekerja profesional, berintegritas, dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas,” pesan Bupati.

Pesan itu terasa sangat relevan untuk kedua menantu Hanafiah yang bertugas di Dinas PUPR. Keahlian mereka kelak akan langsung berkontribusi pada rehabilitasi infrastruktur dan penanganan daerah rawan bencana—pekerjaan yang bukan hanya teknis, tetapi juga sangat personal bagi keluarga mereka dan ribuan korban banjir lainnya.

Sementara itu, Linda yang bertugas di Baitul Mal Pidie Jaya diharapkan dapat menjadi ujung tombak penyaluran bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi yang tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang tengah bangkit seperti keluarganya sendiri.

Acara yang dirangkaikan dengan zikir dan doa bersama itu, bagi Hanafiah, memiliki makna spiritual yang mendalam. Ia menganggap momen ini sebagai titik balik, di mana setelah sekian lama diterpa cobaan, keluarganya kini diberikan jalan dan kesempatan untuk bangkit lebih kuat, tidak hanya secara ekonomi tetapi juga melalui kontribusi langsung kepada pembangunan daerah.

“Mereka adalah amanah baru bagi negara, dan bagi saya, mereka adalah penghibur dan kebanggaan yang meneruskan semangat hidup kami,” pungkas Hanafiah.

Kisah sederhana dari Gampong Beuringen ini membuktikan bahwa setiap angka dalam statistik pelantikan ASN menyimpan narasi manusiawi tentang harapan, ketahanan, dan awal baru. Sebuah awal yang diharapkan tidak hanya membawa kemajuan bagi karier individu, tetapi juga menjadi bagian dari mozaik pemulihan dan percepatan pembangunan Kabupaten Pidie Jaya. (CM)

IMG-20260208-WA0018.jpg