DPW FPI Bireuen Salurkan Bantuan Kasur, Masih Banyak Korban Tidur di Atas Papan Hampir Empat Bulan Pasca Bencana
BIREUEN – Duka mendalam masih menyelimuti korban banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bireuen hampir empat bulan lalu. Di tengah upaya pemulihan yang berjalan lambat, Dewan Pimpinan Wilayah Front Persaudaraan Islam (DPW FPI) Bireuen bersama Relawan HILMI-FPI hadir menyalurkan bantuan kasur kepada masyarakat yang paling terdampak, Kamis (12 Maret 2026).
Penyaluran bantuan yang merupakan kiriman langsung dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HILMI-FPI Jakarta ini dipimpin oleh Ketua DPW FPI Bireuen, Tgk. Zainuddin MZ. Bantuan tahap pertama menyasar puluhan kepala keluarga (KK) di beberapa desa di Kecamatan Kuta Blang dan Peusangan yang rumahnya hanyut atau mengalami kerusakan berat akibat terjangan banjir bandang beberapa bulan silam.
Fakta Pilu di Lapangan: Masih Ada yang Tidur Beralas Papan
Dalam proses penyaluran yang dilakukan langsung oleh tim relawan, terungkap fakta memprihatinkan yang masih dialami para korban. Hampir empat bulan pascabencana, sejumlah warga ternyata masih hidup dalam kondisi sangat darurat, terutama terkait tempat tidur.
Ketua DPW FPI Bireuen, Tgk. Zainuddin MZ, mengaku terenyuh saat mendapati sendiri kondisi saudara-saudara mereka yang tertimpa musibah.
"Kami masih menemukan di lapangan, saudara-saudara kita korban banjir bandang yang sampai hari ini, hampir empat bulan pasca bencana, masih tidur beralaskan papan, tikar, dan karpet tanpa memiliki kasur yang layak. Ini bukan sekadar kurang nyaman, ini masalah kemanusiaan dan kesehatan," ujar Tgk. Zainuddin dengan nada prihatin di sela-sela kegiatan.
Temuan ini, kata dia, menjadi pukulan telak bagi para relawan. Meski berbagai bantuan sempat mengalir di masa tanggap darurat, namun kebutuhan jangka menengah seperti perlengkapan tidur dan perabot rumah tangga kerap terlewatkan. Padahal, kasur merupakan kebutuhan pokok untuk memulihkan kondisi fisik dan psikis para penyintas bencana.
Pendataan Ketat, Bantuan Tepat Sasaran
Agar bantuan yang terbatas ini benar-benar dirasakan oleh mereka yang paling membutuhkan, FPI Bireuen tidak serta-merta membagikan bantuan. Sebelumnya, tim relawan telah turun ke lapangan melakukan survei dan pendataan mendalam terhadap warga yang rumahnya hilang atau rusak berat.
"Kami melakukan verifikasi langsung. Bantuan ini kami berikan kepada korban yang saat ini benar-benar tidak memiliki kasur. Jangan sampai ada yang salah sasaran," tegas Tgk. Zainuddin.
Adapun penerima bantuan pada hari pertama ini adalah warga yang terdata sebagai korban dengan kategori rumah hilang dan rusak berat, tersebar di beberapa desa:
Desa Cot Ara – Kecamatan Kuta Blang
- Ramisah (Rumah Hilang)
- Surmiati (Rumah Hilang)
- Jumiati (Rusak Berat)
- Tgk. Saiman (Rusak Berat)
- M. Jafar (Rusak Berat)
- Isriadi (Rumah Hilang)
- Maimun (Rumah Hilang)
- Muntasir / Hamidiah Adam (Rusak Berat)
- Nurjanah Ahmad (Rusak Berat)
- Hamdani (Rusak Berat)
- Rosmani (Rusak Berat)
Desa Rancong – Kecamatan Kuta Blang
- Zuraida (Rusak Berat)
Desa Keurumbok – Kecamatan Kuta Blang
- Tgk. Tarmizi (Rusak Berat)
- Fauzan (Rusak Sedang)
Desa Cot Girek – Kecamatan Peusangan
- Dayah Tanwirul Qulub Al-Aziziyah (Balee Habib) – 3 buah kasur
Total, pada hari pertama ini FPI Bireuen menyalurkan bantuan kepada 14 Kepala Keluarga (KK) dan satu lembaga pendidikan pondok pesantren.
Bantuan Terbatas, FPI Buka Pintu Donasi
Tgk. Zainuddin MZ menjelaskan, penyaluran pada Kamis ini merupakan tahap pertama. Pihaknya berencana melanjutkan pendistribusian dalam beberapa hari ke depan ke desa-desa lain yang juga terdampak parah. Namun, ia mengakui bahwa jumlah bantuan yang dimiliki FPI Bireuen sangat terbatas jika dibandingkan dengan banyaknya warga yang masih membutuhkan.
"Kami memiliki keterbatasan. Masih banyak nama-nama korban dalam daftar kami yang hingga saat ini belum mendapatkan bantuan kasur. Mereka sangat membutuhkan uluran tangan kita semua," ungkapnya.
Oleh karena itu, FPI Bireuen mengajak seluruh elemen masyarakat, para dermawan, perusahaan, dan pihak-pihak peduli untuk bersama-sama meringankan beban para korban. Tidak hanya kasur, perlengkapan dapur seperti kompor, panci, piring, serta selimut juga masih sangat diperlukan.
"Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa pun yang memiliki kelebihan rezeki. Mari kita bantu saudara-saudara kita yang masih tidur beralas papan. Sedikit bantuan dari kita akan sangat berarti bagi mereka," imbau Tgk. Zainuddin.
Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan, dapat menitipkannya melalui Posko Induk FPI Bireuen yang hingga saat ini masih aktif beroperasi. Posko berlokasi di:
Komplek Dayah Tanwirul Qulub Al-Aziziyah (Balee Habib)
Desa Cot Girek, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen
Di posko tersebut, FPI Bireuen telah memiliki data lengkap korban yang masih membutuhkan bantuan. Masyarakat juga dipersilakan untuk menyalurkan bantuan secara langsung kepada korban di lapangan jika ingin melihat sendiri kondisi memprihatinkan yang masih mereka alami.
"Kami persilakan siapa pun yang ingin turun langsung. Melihat mata sendiri bagaimana perjuangan mereka bertahan hidup dengan segala keterbatasan, insya Allah akan menumbuhkan empati yang lebih dalam," tutup Tgk. Zainuddin MZ.
Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat sedikit mengobati luka dan meringankan beban para korban banjir bandang, sembari menanti perhatian lebih lanjut dari semua pihak untuk pemulihan menyeluruh di Bumi Jeumpa.
(CM)










Unity and helping each other is very important in that kind of situations, it os very lucky and nice that your Government is very active to give assistance to all those affected by the Flood. Kudos to all. ☺