FPI Bireuen Lanjutkan Penyaluran Bantuan Kasur dan Zakat untuk Korban Banjir Bandang di Peusangan Raya
BIREUEN – Memasuki hari ketiga penyaluran bantuan, DPW FPI Bireuen bersama Relawan HILMI-FPI kembali melanjutkan program penyaluran bantuan kasur dan zakat kepada masyarakat korban banjir bandang di wilayah Kecamatan Peusangan Raya, Kabupaten Bireuen, Sabtu (14 Maret 2026).
Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bireuen beberapa waktu lalu telah meninggalkan duka mendalam bagi ribuan keluarga. Tidak hanya merenggut harta benda, bencana ini juga menyisakan trauma dan kesulitan hidup bagi para penyintas, terutama mereka yang kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan rumah parah.
Merespons kondisi tersebut, DPW FPI Bireuen bersama organisasi sayapnya, HILMI-FPI (HILAL MERAH ISLAM-FRONT PERSAUDARAAN ISLAM), bergerak cepat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak. Setelah dua hari sebelumnya menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan darurat, hari ketiga difokuskan pada penyaluran bantuan kasur dan zakat yang menyasar kebutuhan spesifik para korban.
Bantuan Kasur dari DPP HILMI-FPI Jakarta
Bantuan kasur yang disalurkan merupakan kiriman langsung dari DPP HILMI-FPI di Jakarta sebagai bentuk solidaritas nasional terhadap musibah yang menimpa masyarakat Aceh, khususnya Kabupaten Bireuen. Bantuan ini diprioritaskan bagi masyarakat yang rumahnya hilang maupun mengalami kerusakan berat akibat terjangan banjir bandang.
Ketua DPW FPI Bireuen, Tgk. Zainuddin MZ, menjelaskan bahwa program penyaluran kasur ini dilakukan secara bertahap. Hal ini karena berdasarkan pendataan di lapangan, masih banyak warga yang hingga saat ini belum memiliki kasur yang layak untuk digunakan.
"Kami masih menemukan di lapangan saudara-saudara kita yang hingga saat ini masih tidur beralaskan papan, tikar maupun karpet. Kondisi ini sangat memprihatinkan, apalagi mereka tinggal di rumah yang masih dalam keadaan rusak dan lembab. Karena itu penyaluran bantuan kasur ini terus kami lanjutkan agar dapat membantu meringankan beban masyarakat korban banjir bandang," ujarnya kepada tim Humas FPI Bireuen di sela-sela kegiatan penyaluran.
Bantuan Zakat untuk Janda dan Lansia
Selain bantuan kasur, FPI Bireuen juga menyalurkan bantuan zakat yang dikhususkan untuk para janda dan lansia korban banjir bandang. Bantuan ini diberikan dalam bentuk uang tunai dan sembako untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.
Para janda dan lansia menjadi kelompok paling rentan pascabencana. Selain kehilangan tempat tinggal dan harta benda, mereka juga kehilangan mata pencaharian. Bantuan zakat ini diharapkan dapat menjadi penyangga ekonomi mereka di tengah masa pemulihan yang masih panjang.
"Kami memprioritaskan janda dan lansia karena mereka adalah kelompok yang paling sulit untuk bangkit kembali pascabencana. Bantuan ini InsyaAllah akan kami salurkan secara berkelanjutan," tambah Tgk. Zainuddin MZ.
Metode Penyamaran untuk Pastikan Tepat Sasaran
Salah satu hal yang menarik dari proses penyaluran bantuan kali ini adalah metode survei yang dilakukan oleh Tgk. Zainuddin MZ. Untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran, ia bahkan melakukan survei langsung ke lokasi sebelum penyaluran bantuan dilakukan dengan cara menyamar sebagai warga biasa.
Dengan berpakaian sederhana dan tanpa pengawalan, ia turun ke lokasi-lokasi terpencil yang terdampak banjir. Bahkan, ia berpura-pura mencari ayam atau bebek di sekitar lokasi sambil mengamati kondisi rumah-rumah warga.
"Dengan menyamar, saya bisa melihat langsung kondisi sebenarnya masyarakat tanpa ada rekayasa. Saya bisa melihat sendiri apakah benar mereka belum memiliki kasur atau kasurnya sudah rusak. Ini penting agar bantuan yang diberikan benar-benar bermanfaat dan tidak salah sasaran," ungkapnya.
Metode ini dinilai efektif untuk menghindari potensi kecurangan atau ketidaktepatan sasaran dalam penyaluran bantuan. Hasil survei langsung ini kemudian menjadi dasar bagi tim relawan untuk menentukan prioritas penerima bantuan.
Relawan HILMI-FPI Turun Langsung ke Desa-Desa
Proses penyaluran bantuan melibatkan puluhan relawan HILMI-FPI yang turun langsung ke desa-desa di Kecamatan Peusangan Raya. Mereka tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga membantu membersihkan rumah-rumah warga dari sisa-sisa lumpur dan memberikan dukungan moril kepada para penyintas.
Salah seorang relawan, Ahmad Fauzi, menceritakan pengalamannya saat menyalurkan bantuan di Desa Tanjong, Kecamatan Peusangan Raya. Menurutnya, antusiasme dan rasa syukur masyarakat sangat terasa ketika menerima bantuan.
"Ada satu keluarga yang rumahnya hilang tersapu banjir. Mereka sekarang tinggal di rumah kerabat yang juga rusak. Ketika kami memberikan kasur, ibu rumah tangga itu menangis haru. Ia bilang selama ini mereka tidur beralas karpet tipis yang lembab. Melihat itu, kami semakin termotivasi untuk terus membantu," cerita Ahmad.
Posko Bantuan Tetap Dibuka
DPW FPI Bireuen juga menginformasikan bahwa mereka membuka posko bantuan pasca banjir bandang di Komplek Dayah Tanwirul Qulub Al-Aziziyah (Balee Habib), Desa Cot Girek, Kecamatan Peusangan. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi relawan, gudang logistik, dan tempat penerimaan bantuan dari masyarakat luas yang ingin menyalurkan donasi.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah. Bantuan bisa disalurkan melalui posko kami. InsyaAllah semua bantuan akan kami salurkan secara transparan dan tepat sasaran," imbau Tgk. Zainuddin MZ.
Penyaluran Bertahap ke Depan
DPW FPI Bireuen memastikan bahwa penyaluran bantuan ini akan terus dilanjutkan dalam beberapa hari ke depan. Masih banyak korban banjir bandang di Kabupaten Bireuen yang membutuhkan bantuan, terutama di wilayah-wilayah terpencil yang mungkin belum terjangkau oleh bantuan pemerintah atau lembaga lainnya.
"Kami akan terus bergerak selama masih ada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini adalah bentuk kepedulian kami dan wujud nyata dari ajaran Islam untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan," tutup Tgk. Zainuddin MZ.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, diharapkan masyarakat korban banjir bandang di Kabupaten Bireuen dapat segera pulih dan bangkit kembali dari musibah yang menimpa. (CM)









