Kompak di Usia Senja, Alumni KNPI Pidie Jaya Perdana Jenguk Rekan yang Sakit
PIDIE JAYA – Rasa solidaritas dan persaudaraan yang telah terjalin lebih dari satu dekade lalu kembali terpancar dari para alumni DPD KNPI Pidie Jaya Periode Perdana. Hari ini, Rabu (25/3/2026), mereka meluangkan waktu untuk bersama-sama menjenguk salah satu rekan seperjuangan yang tengah terbaring sakit, yaitu Jailani, SE., MM., yang saat ini menjabat sebagai Camat Trienggadeng akrab dipanggil Pak Joy.
Inisiatif mulia ini bermula dari kepedulian berita dari rekan Haffifuddin disambut seorang rekan yang akrab disapa Cek Mad (CM) setelah mendengar kabar bahwa Jailani sedang dalam kondisi kurang sehat. Tanpa menunda-nunda, Cek Mad langsung bergerak cepat menyusun daftar undangan, mengajak para alumni untuk kembali bersatu layaknya masa-masa aktif dulu di organisasi kepemudaan.
Sesuai dengan jadwal yang telah disepakati, rombongan berkumpul tepat setelah menunaikan salat Ashar di halaman Masjid Besar Kecamatan Ulim. Sekitar pukul 16.30 WIB, dengan penuh kebersamaan, mereka berjalan menuju kediaman Jailani yang lokasinya tidak jauh dari kompleks masjid tersebut.
Suasana haru sekaligus hangat terlihat saat para alumni yang kebanyakan sudah berusia senja itu berkumpul. Mereka yang hadir dalam daftar kehadiran antara lain Cek Mad, Mahmudi, Mulyadi Husen, M. Zaini, Nazaruddin, Fauzi, Nurbaidah, Nasrullah, Lukman, Haffifuddin, M. Nazar Syakban, dan Kamilin. Kehadiran mereka membuktikan bahwa ikatan batin yang terbentuk saat mengabdi di KNPI Pidie Jaya Perdana pada periode 2008-2011 dan periode selanjutnya 2011-2014 masih sangat kuat hingga hari ini.
Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, tetapi juga merupakan wujud nyata dari ajaran yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda tentang enam hak seorang muslim terhadap muslim lainnya, di mana salah satunya adalah menjenguk ketika sakit. Momen ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kebersamaan tidak lekang oleh waktu dan tidak pudar oleh usia.
Di tengah kunjungan, rombongan menyempatkan diri untuk mendoakan kesembuhan bagi Jailani. Mereka berharap agar saudara seperjuangan mereka itu segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa.
“Semoga Allah SWT segera memberikan kesembuhan untuk beliau (Jailani) dan menjadikan langkah kecil serta niat tulus kita semua ini sebagai amal ibadah yang diterima di sisi-Nya,” ujar salah seorang perwakilan rombongan dengan nada penuh harap.
Kegiatan yang berlangsung sederhana namun sarat makna ini pun berakhir dengan penuh kekhusyukan, meninggalkan pesan bahwa persaudaraan yang dibangun di atas dasar kebersamaan akan selalu terjalin meski waktu terus bergulir.
Sebelum berpisah setelah pamit dari rumah Pak Joy kami ngopi bersama di Balee Kupi hingga menjelang Magrib. Sesuatu yang indah dari kebersamaan. (CM)
![]()















