Pemkab Pidie Jaya Salurkan Bantuan Rp8,88 Miliar untuk Rehabilitasi 296 Rumah Rusak.

in Steem SEA7 days ago

IMG-20260303-WA0152.jpg

Pidie Jaya – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya menunjukkan komitmennya dalam percepatan pemulihan pascabencana dengan menyalurkan bantuan perbaikan rumah rusak kategori sedang Tahap II. Bantuan yang mencapai total Rp8.880.000.000 ini diberikan kepada 296 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban bencana hidrometeorologi akibat Siklon Senyar yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu. Acara penyaluran secara simbolis dan virtual berlangsung di Posko Gedung MTQ, Pidie Jaya, pada Selasa (3/3/2026), dan dihadiri oleh unsur Forkopimda, perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sekretaris Daerah (Sekda), para asisten, kepala SKPK, serta Camat Meurah Dua dan Camat Merdu.

Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos, ME, dalam sambutannya menegaskan bahwa penyaluran tahap kedua ini merupakan wujud nyata tanggung jawab pemerintah daerah dalam memastikan warganya segera pulih dari dampak bencana. "Penyaluran tahap kedua ini adalah komitmen kita bersama untuk memastikan rumah-rumah warga yang terdampak segera kembali layak huni. Pasca-Siklon Senyar tahun lalu, kami bergerak cepat agar masyarakat tidak terlalu lama hidup dalam ketidakpastian. Bantuan sebesar Rp30 juta per unit ini kami harap dapat digunakan sebaik mungkin untuk melakukan perbaikan konstruksi yang memang rusak," ujar Bupati.

Bupati Sibral juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan. Ia menginstruksikan agar seluruh proses perbaikan diawasi secara ketat, mulai dari pencairan dana hingga realisasi pembangunan di lapangan. "Kami ingin proses perbaikan berjalan tepat sasaran, transparan, dan sesuai dengan ketentuan teknis yang telah ditetapkan. Dengan begitu, masyarakat bisa segera menempati rumahnya kembali dengan rasa aman dan nyaman, tanpa khawatir ada masalah di kemudian hari," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, ST, MM, yang turut mendampingi Bupati dalam acara tersebut, menyoroti pentingnya sinergi dan kolaborasi semua elemen dalam mengawal proses rehabilitasi. Menurutnya, bencana Siklon Senyar telah memberikan dampak multidimensi, tidak hanya pada fisik bangunan, tetapi juga pada semangat dan harapan masyarakat. "Bantuan ini bukan sekadar memperbaiki tembok atau atap yang rusak. Lebih dari itu, ini adalah upaya kita bersama untuk memulihkan semangat hidup, martabat, dan harapan masyarakat. Kami mengajak semua pihak, baik TNI/Polri, aparatur gampong, hingga tokoh masyarakat, untuk bersama-sama mengawal agar tidak ada hambatan di lapangan," tegas Hasan Basri.

Wakil Bupati juga mengingatkan para penerima manfaat agar menggunakan dana tersebut secara bijak dan sesuai peruntukan. "Dana ini adalah amanah. Pemerintah akan terus melakukan pengawasan dan pendampingan teknis hingga seluruh tahapan perbaikan selesai. Kami tidak ingin ada laporan tentang penyimpangan atau penggunaan dana di luar kebutuhan perbaikan rumah," imbuhnya.

Dalam upaya menjaga tata kelola keuangan yang bersih, program rehabilitasi ini juga menggandeng dunia perbankan. PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dilibatkan sebagai mitra untuk memastikan proses penyaluran dana berjalan lancar dan akuntabel. Seluruh mekanisme pencairan dilakukan secara non-tunai melalui rekening penerima manfaat. Langkah ini diambil untuk meminimalkan potensi penyimpangan serta memastikan setiap rupiah dari anggaran negara benar-benar digunakan untuk percepatan realisasi pembangunan kembali hunian warga terdampak. "Dengan sistem non-tunai, transparansi bisa lebih terjaga. Kami ucapkan terima kasih kepada BSI yang telah mendukung penuh program pemulihan ini," jelas salah satu pejabat BSI yang hadir dalam kesempatan tersebut.

Para camat dan aparatur gampong yang hadir juga diminta untuk aktif berkoordinasi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta dinas teknis terkait. Pendampingan teknis akan diberikan kepada warga agar hasil perbaikan rumah memenuhi standar bangunan yang aman dan tahan terhadap potensi bencana di masa depan. Hal ini menjadi penting mengingat Pidie Jaya termasuk wilayah yang rawan terhadap gempa dan cuaca ekstrem.

Penyaluran bantuan tahap II ini disambut antusias oleh para penerima manfaat yang hadir secara virtual. Mereka berharap dana tersebut dapat segera direalisasikan untuk memperbaiki rumah mereka yang selama setahun terakhir belum sepenuhnya pulih. Seorang warga Kecamatan Meurah Dua menyampaikan rasa syukurnya melalui sambungan virtual. "Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Bupati dan jajaran. Semoga bantuan ini membawa berkah dan rumah kami bisa segera diperbaiki," ucapnya.

Melalui penyaluran Tahap II ini, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menargetkan proses rehabilitasi rumah rusak sedang dapat segera tuntas. Dengan selesainya perbaikan fisik, diharapkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat yang sempat terganggu pascabencana dapat kembali normal. Upaya ini merupakan bagian integral dari strategi pemulihan menyeluruh pascabencana, sekaligus memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di masa mendatang.

Pemkab Pidie Jaya berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan semua pemangku kepentingan guna memastikan program rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai rencana, sehingga masyarakat Pidie Jaya dapat bangkit kembali dan lebih tangguh menghadapi ancaman bencana. (CM)

IMG-20260303-WA0154.jpg

IMG-20260303-WA0146.jpg

IMG-20260303-WA0148.jpg

IMG-20260303-WA0150.jpg

Coin Marketplace

STEEM 0.06
TRX 0.29
JST 0.050
BTC 70284.09
ETH 2042.03
USDT 1.00
SBD 0.46