Salah Sasaran! Penggalian Saluran dengan Beko Ancam Robohkan Rumah Warga Manyang Cut.

in Steem SEA2 days ago

IMG_20260215_134628_718.jpg

Meureudu, 15 Februari 2026 – Warga Gampong Manyang Blang, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, dibuat heran sekaligus resah akibat penggalian saluran air yang dilakukan secara tidak tepat sasaran. Proyek pembersihan lumpur menggunakan alat berat Beko justru mengarah ke sudut dapur rumah milik Muhammad Jalil B, warga setempat, hingga hampir menyebabkan bangunan rumahnya roboh.

Kejadian ini terjadi di kawasan yang merupakan jalur saluran penghubung hingga ke Gampong Manyang Lancok. Muhammad Jalil mengaku tidak habis pikir mengapa pengerukan tidak dilakukan pada tempat yang semestinya, tetapi justru berfokus di lokasi yang membahayakan rumahnya.

"Padahal yang dibersihkan itu lumpur, tapi sasarannya salah. Saya heran, kenapa penggalian bukan pada tempatnya, tapi sudah di lokasi rumah saya," ujar Jalil kepada Cek Mad dari media ini, Minggu (15/2/2026)

Banjir Kembali Terjang Manyang Cut

Situasi semakin mencekam ketika banjir kembali melanda wilayah tersebut pada Sabtu malam, 14 Februari 2026, sekitar pukul 22.30 WIB. Air dilaporkan kembali merendam pemukiman warga di Desa Manyang Cut, khususnya di lingkungan tempat tinggal Muhammad Jalil.

"Iya, malam tadi kami di wilayah Manyang Cut kena banjir lagi. Airnya masuk sampai ke dalam rumah. Kami sangat kaget karena sebelumnya sudah ada upaya pembersihan saluran, tapi malah seperti ini jadinya," ungkapnya.

Desakan Perbaikan Saluran Permanen

Menyikapi musibah beruntun ini, Muhammad Jalil mendesak Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya untuk segera turun tangan. Ia menyoroti kondisi kritis saluran air di kawasan Pante Ara, Manyang Krueng Baroh, dan Mns. Blang. Menurutnya, saluran di wilayah tersebut rusak parah akibat terjangan banjir 26 Desember 2025 lalu.

"Kami mohon bantuan. Kalau boleh, saluran antara Pante Ara – Mns. Krueng Baroh dengan Mns. Blang dapat dibuat atau diperbaiki kembali secara permanen," pinta Jalil.

Ia mengusulkan agar pembangunan tanggul atau saluran tersebut ditinggikan hingga 3 meter. Hal ini dinilai penting agar aliran air banjir yang datang dari kawasan Manyang Cut dapat mengalir deras ke laut tanpa tersumbat.

"Kalau dibiarkan terus, nanti jika tersumbat lagi, jalan nasional Medan-Banda Aceh bisa tergenang air lagi. Ini kebutuhan mendesak, bukan hanya untuk kami, tapi untuk pengguna jalan," tegasnya.

Warga berharap Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya, yang sempat dilapori secara langsung, dapat segera menginstruksikan perbaikan sebelum musim hujan berikutnya tiba.

"Dari kami warga Manyang Cut, Muhammad Jalil B, kami sampaikan atas perhatiannya dan terima kasih," tutupnya. (CM)

IMG_20260215_134631_205.jpg

IMG_20260215_134518_744.jpg

IMG_20260215_134410_550.jpg