Sulap Lahan Pascabencana, Pensiunan PNS Ini Tanam Bawang Merah di Lahan Berlumpur Pidie Jaya

in Steem SEAyesterday

IMG-20260216-.jpg

Pidie Jaya, 16 Februari 2026 – Duka mendalam masih menyelimuti warga Pidie Jaya pascabanjir bandang yang melanda hampir tiga bulan lalu, tepatnya 26 November 2025. Bencana tersebut tidak hanya merendam ribuan rumah, tetapi juga meninggalkan lapisan lumpur tebal kiriman dari gunung yang menutupi hamparan sawah dan lahan pertanian. Akibatnya, para petani setempat untuk sementara waktu tidak dapat menggarap lahan mereka, mengancam mata pencaharian dan ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Namun, di tengah keputusasaan yang melanda, secercah harapan justru muncul dari seorang pensiunan. Hasanuddin, M.N., MM, yang merupakan pensiunan Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Pemberdayan Masyarakat dan Gampong ( DPMG ) Aceh (DPMG) Aceh, memilih untuk tidak larut dalam kesedihan. Pulang kampung ke tanah kelahirannya, ia tidak hanya membersihkan rumah dari sisa-sisa banjir, tetapi juga melihat peluang di balik tumpukan lumpur yang selama ini dianggap sebagai masalah.

Dengan semangat pantang menyerah, Hasanuddin memanfaatkan tanah lumpur tersebut sebagai media tanam yang subur. Ia memulai pengharapan baru di atas lahan yang sempat terendam banjir. Kini, setelah 20 hari berlalu, usahanya mulai memperlihatkan hasil. Tanaman bawang merah dan berbagai jenis sayuran lainnya tampak hijau dan tumbuh subur di lahannya.

Lahan garapan Hasanuddin tersebar di dua lokasi berbeda. Pertama, di belakang rumahnya yang berada di Dayah Kleng, Gampong Mns Balek. Kedua, ia juga menggarap lahan di Gampong Mesjid Tuha, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya. Di sanalah ia membuktikan bahwa lumpur sisa bencana, jika diolah dengan tepat, dapat kembali memberikan kehidupan.

"Ini menjadi momen percontohan bagi petani, semoga mereka bangkit dan tidak terus terpuruk," papar Hasanuddin kepada Cek Mad dari media ini, Senin (16/2/2026). Ia berharap apa yang dilakukannya bisa menjadi inspirasi bagi warga lain untuk kembali mengolah lahan mereka meskipun kondisi tidak seperti sedia kala.

Hasanuddin mengingatkan kembali semboyan lama yang melekat pada jiwa petani. Ia mengajak masyarakat untuk tidak takut memulai lagi dari awal.

"Mari menanam dan buat media tanam yang baik. Sayangi bumi, rawat tanamanmu," pesan Hasanuddin mengakhiri perbincangan, seraya berharap agar semangat bertani di Pidie Jaya segera pulih dan lahan-lahan yang sempat mati bisa kembali menghijau. (CM)

IMG-20260216-WA0155.jpg

IMG-20260216-WA0153.jpg