Yayasan Madinah Pekanbaru Bagikan Al-Quran dan Perlengkapan Shalat di Blang Awe, Titik Awal Pemulihan Spiritual Pasca Banjir Bandang
PIDIE JAYA – Suara lantunan ayat suci kembali mengisi ruang-ruang di Mesjid Baitul Maqfirah, Blang Awe, pada Jumat pagi, 16 Januari 2026. Suasana itu terasa lebih mengharukan dan penuh makna, mengingat tempat ibadah ini beserta seluruh Gampong Blang Awe pernah tercabik oleh amukan banjir bandang yang menimbulkan kerusakan parah beberapa waktu lalu. Pagi itu, bukan hanya aktivitas ibadah yang bangkit, tetapi juga gelombang kepedulian dari saudara jauh. Yayasan Madinah Pekanbaru hadir secara langsung, mendonasikan puluhan Al-Quran beserta seperangkat alat shalat lengkap kepada masyarakat yang masih berjuang memulihkan diri.
Aksi sosial dan keagamaan ini merupakan bagian integral dari rangkaian “Jumat Berkah” yang secara resmi dikembalikan pelaksanaannya pasca bencana. Iskandar Idris Meureudu, yang bertindak selaku perpanjangan tangan dan koordinator lapangan dari Yayasan Madinah Pekanbaru, menjadi penggerak utama di lokasi. Usai shalat Subuh berjamaah yang diikuti oleh warga dengan khidmat, Iskandar segera memimpin prosesi penyerahan bantuan secara simbolis dan langsung.
“Ini adalah wujud nyata silaturahmi dan kepedulian dari saudara-saudara kita di Pekanbaru. Mereka tergerak melihat kondisi Pidie Jaya, khususnya Blang Awe, pasca musibah. Bantuan Al-Quran dan alat shalat ini dipandang sebagai kebutuhan mendesak, karena selain kehilangan harta benda, banyak keluarga yang kehilangan kitab suci dan perlengkapan ibadah mereka tersapu banjir,” ujar Iskandar Idris dengan suara lantang penuh semangat, berdiri di serambi mesjid yang telah kembali bersih dari lumpur.
Dia menjelaskan, pemilihan Blang Awe dan Mesjid Baitul Maqfirah sebagai lokasi pertama pembagian bukanlah tanpa alasan. “Kita sengaja memulai dari titik yang paling berat ujiannya. Mengembalikan Al-Quran ke tangan masyarakat di sini memiliki arti yang sangat dalam: mengembalikan pedoman hidup, mengokohkan kembali fondasi spiritual yang mungkin sempat terguncang. Ini adalah langkah pertama untuk membangun ketangguhan jiwa,” paparnya lebih lanjut.
Proses pembagian dilakukan dengan tertib dan penuh rasa syukur. Para penerima, yang terdiri dari perwakilan keluarga, tokoh agama setempat, dan anak-anak yatim, antre dengan sabar. Setiap paket yang diberikan tidak hanya berisi Al-Quran, tetapi juga sajadah, sarung, peci, dan tasbih. Perhatian terhadap detail ini menunjukkan kesungguhan donatur dalam mendukung praktik ibadah yang khusyuk.
Salah seorang warga, dengan mata berkaca-kaca menerima bantuan tersebut. “Rumah saya hanyut, semua barang termasuk Al-Quran peninggalan ayah saya ikut hilang. Saya shalat selama ini pinjam Al-Quran tetangga. Hari ini, dapat yang baru, rasanya seperti dapat penyemangat baru juga. Terima kasih untuk yang di Pekanbaru, semoga Allah balas kebaikan mereka,” ujarnya sambil memeluk erat Al-Quran yang diterimanya.
Kehadiran Yayasan Madinah Pekanbaru melalui Iskandar Idris ini juga menjadi pemantik semangat bagi pengurus mesjid dan relawan lokal. Mereka melihat kolaborasi seperti ini sebagai energi positif untuk percepatan pemulihan, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental-spiritual.
Kegiatan Jumat Berkah pagi itu ditutup dengan sarapan bersama, menciptakan ruang obrolan dan silaturahmi yang hangat antar warga. Dengan dimulainya kembali tradisi Jumat Berkah yang diawali dengan aksi nyata donasi ini, masyarakat Blang Awe berharap dapat segera membalikkan lembaran kelam bencana. Kini, dengan Al-Quran baru di tangan dan solidaritas yang menguat, mereka melangkah lebih mantap menuju pemulihan total, mengawali hari dengan berkah yang nyata dari ujung Sumatera hingga ke jantungnya.
(CM)


