The diary game Sabtu 3 Januari 2026 : Dari aktivitas di rumah hingga nongkrong dengan teman dan menunaikan sholat magrib di Masjid
Salam hangat teman-teman semuanya, semoga anda selalu dalam keadaan sehat dan baik-baik saja.
Hari sabtu merupakan hari libur saya di kampus, tapi saya harus tetap produktif dalam belajar beberapa mata kuliah yang akan UAS hari senin nanti. Hari ini juga merupakan awal tahun 2026 yang baru berlangsung selama tiga hari, saya harap di tahun ini Allah SWT memudahkan segala impian dan cita-cita. Saya mengawali pagi dengan sarapan pagi setelah mencuci muka dan menggosok gigi. Ada beberapa pakaianku yang sudah harus di cuci karena telah di gunakan selama beberapa, aku menggantungkannya di kamar. Jadi sekitar pukul 9 pagi WIB aku memanfaatkan waktu untuk mengumpulkan semua baju dan celana mencucinya dengan mesin cuci. Sekitar pukul 10 pagi saya sudah mulai menyucikan dengan air bersih sebelum melakukan pengeringan dengan mesin.
Selesai menjemur pakaian di bawah terik matahari yang mulai cerah, tempatnya di bagian ruangan rumah yang masih belum selesai dan belum di berikan atap. Cocok sekali sebagai tempat jemuran sementara. Tak lama kemudian aku teringat dengan tugas kuliah yaitu mata kuliah Teknik Perlakuan Panas dan Permukaan, tugas tersebut juga merupakan bagian dari kisi-kisi UAS nanti yang harus segera aku selesaikan.
Tapi sebelum itu, aku mandi dulu biar lebih segar saat belajar. Selesai mandi suasana sekitar jam 11 pagi, di luar tampak lebih cerah dan panas. Aku memulai aktivitas belajarku di meja, aku menulis soal dan mencari jawaban di semua materi yang pernah belajar selama perkuliahan setiap pertemuan.
Selesai belajar suasana mulai siang, tak terasa pun azan dhuhur berkumandang, saat masih di rumah aku menerima pesan ajakan duduk warung kopi dari salah satu rekanku. Setelah menyetujuinya aku mulai menikmati makan siang, karena sebentar lagi akan menunaikan sholat dzuhur.
Sekitar pukul 13:40 siang WIB aku menghidupkan sepeda motor dari rumah dan berangkat ke Ali Kupie, yaitu salah satu cafe tempat biasanya aku nongkrong bersama teman-teman di sana. Ketika aku tiba di warung kopi tampak sedikit ramai, aku perhatikan beberapa meja hingga melihat salah satu meja rekanku duduk. Di sana ada beberapa rekan Steemian juga yaitu bang Mudawali, Waliyul, Pak Muzakir, Rifal dan Faris. Aku hadir dan menyapa lalu bergabung bersama mereka.
Keindahan masjid besar Bujang Salim
Sekitar pukul 18: 20 di tempat kami cuaca sudah mulai gelap, di mana matahari sudah tenggelam di ufuk barat. Setelah melewati aktivitas sepanjang hari sore ini aku hanya di rumah dari jam 17 sore WIB sampai magrib. Seiring dengan azan berkumandang aku berangkat ke Masjid Besar Bujang Salim. Masjid Bujang Salim salah satu masjid besar yang ada di Dewantara tepatnya di tengah kota Krueng Geukuh. Jarak antara rumahku dengan masjid tidak begitu jauh, hanya dalam beberapa menit mengendarai sepeda motor juga tiba. Aku pun tak sendiri berangkat ke masjid tetapi bersama paman Bakhtiar yaitu abang ibu saya.
Aku menunaikan sholat magrib berjama'ah di Masjid Bujang Salim, di dalamnya selalu adem dan nyaman. Banyak masyarakat sekitar yang hadir menunaikan ibadah di sini. Pada saat pulang dari masjid aku dan paman tak langsung ke rumah tapi mencari toko Elektronik dulu untuk membeli bola lampu, salah satu lampu di rumah sudah padam total sehingga harus di gantikan.
Membeli bola lampu untuk rumah
Sebelumnya aku dan paman sempat menuju ke toko Elektronik besar yang lengkap semua barang elektronik, tapi ternyata tutup, akhirnya kami memutar balik ke kedai Krueng Geukuh dan singgah di toko Elektronik sederhana dan di sinilah kami menemukan lampu yang cocok untuk ruang dapur yang sudah tidak lagi ada lampu.
Selesai beli bola lampu paman mengajak saya mencari tempat jualan ikan hias, katanya untuk anak-anak nya di rumah, nantinya akan di masukkan dalam aquarium. Aku teringat sebuah tempat penjualan ikan hias di arah barat, dari titi kami berhenti itu akan menghabiskan waktu sekitar 10 menit menuju ke sana. Kami bergerak tetap bergerak ke sana karena paman sudah ingin melihat.
Setibanya di toko ikan hias tersebut, ternyata tidak ada penjualnya, tokonya terbuka tapi ada tanda tutup di sebuah kertas bahwa pemilik toko sedang beribadah sebentar. Kami sempat menunggu sambil melihat-lihat ikan hias yang ada begitu banyak jenisnya di situ. Tapi sudah lebih dari 13 menit pemilik toko tak kunjung keluar. Pada akhirnya aku dan paman memilih pulang kembali ke rumah.
Itulah tulisan yang dapat saya bagikan dalam cerita hari ini. Terimakasih banyak kepada semuanya yang sudah hadir bersinggah di postingan saya.
Salam @cymolan



Great post! Featured in the hot section by @punicwax.