The Diary Game - Minggu, 08 Februari 2026: Menikmati Kopi Hitam di Warkop Baru
Halo selamat pagi dan salam bahagia untuk sahabat steemian semua. Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semua masih dalam keadaan sehat wal'afiat dan selalu dalam lindungan Allah SWT agar dapat menjalankan segala aktivitas dengan baik. Alhamdulillah aku hadir kembali untuk membagikan kegiatan harian pada hari yang berbahagia ini.
Minggu pagi yang sangat cerah aku mengawali hari dengan bangun menjelang fajar tiba. Ahad dalam Islam ini merupakan hari libur nasional sebagaimana yang telah ditetapkan oleh pemerintah sejak dulu. Tidak ada aktivitas perkantoran dan sekolah maupun kampus hingga kantor swasta lainnya pada hari minggu. Semua meliburkan kegiatan pada hari tersebut sehingga para pekerja dapat beraktivitas di rumah masing-masing. Namun untuk akhir pekan ini kami sekeluarga disibukkan dengan kegiatan di rumah untuk menyambut sejumlah tamu yang datang.
Sejak pagi ba'da shalat subuh berjamaah di mesjid Babul Huda aku sudah disibukkan dengan membereskan beberapa pekerjaan di rumah. Aku menyapu halaman rumah yang banyak dipenuhi oleh daun kering dari pohon mangga yang berjatuhan. Setelah itu aku sarapan pagi dan memanaskan mesin kenderaan kemudian memarkir di luar rumah. Aku rebahan sejenak bersama dek Raffa yang masih terlelap sambil mengambil smartphone. Aku mengupdate sejumlah informasi terbaru yang terjadi diberbagai belahan dunia melalui media online.
Kecanggihan teknologi digital yang semakin canggih dewasa ini membuat semua orang begitu mudah memperoleh berita terbaru hanya dalam hitungan detik saja. Sebagai penggemar kopi sjenak aku keluar rumah untuk menikmati secangkir kopi hitam pancung. Aku sengaja singgah di warung kopi yang baru dibuka beberapa hari lalu di kawasan Cunda. Aku ingin mencoba rasa kopi di kafe tersebut sekalian mengambil beberapa foto untuk bahan review di salah satu komunitas steemit. Tidak berselang lama aku membayar tagihan kopi pancung dengan harga IDR 6.000 atau setara dengan 7.12 Steem.
Kemudian beranjak dari Sultan Coffee kawasan simpang buloh untuk pulang ke rumah. Masih banyak pekerjaan dan persiapan yang harus aku lakukan di rumah di hari keenam meninggalnya ibunda tercinta. Sampai menjelang siang aku disibukkan dengan aktivitas di rumah. Hingga sesaat kemudian terdengar adzan berkumandang dari toa mesjid yang menandakan waktu dhuhur tiba. Aku beranjak menuju Mesjid Babul Huda untuk menunaikan shalat dhuhur berjamaah hingga selesai. Malam hari menerima tamu dari kalangan anak-anak muda desa Panggoi untuk samadiyah dan takziyah di rumah.
Demikian rangkaian kegiatanku pada hari ini dan terima kasih selalu atas dukungan semua sahabat steemit di mana saja berada.
Salam,
@fadlymatch




Thank you