21 Juni 2026 (Kepulangan Mami: Pelukan Hangat dari Tanah Suci)

in Steem SEA5 days ago

Hari ini, setelah kurang lebih 30 hari menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, Mami (Nenek) akhirnya kembali pulang ke pangkuan keluarga di Aceh.

Sejak subuh, mata ini sudah enggan terpejam. Memanfaatkan energi pagi yang tenang, saya memilih produktif dengan menulis dan mengedit konten video seperti biasa. Begitu matahari mulai naik, tugas berikutnya menanti, belanja kelengkapan alat masak atas arahan Ibunda tercinta untuk persiapan menyambut kepulangan Mami.

WhatsApp Image 2026-06-24 at 17.49.29.jpeg
Potret Pesawat Jama'ah Haji Kloter 6 Aceh

Berdasarkan jadwal, pesawat Mami mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda pukul 07.50 pagi, lalu bergeser ke Asrama Haji pukul 09.30, dan baru bisa dijemput pukul 11.30. Sekitar pukul 10.00, saya dan abang sudah bersiap dan berangkat. Karena masih punya waktu lowong sekitar satu jam lebih sebelum gerbang penjemputan dibuka, kami memutuskan melipir sejenak. Menikmati paginya Aceh tentu tak lengkap tanpa ngopi dan mengisi perut di salah satu warung kopi di kawasan Lamreung.

WhatsApp Image 2026-06-24 at 17.49.29 (1).jpeg
Potret Miniatur Ka'bah dan Pesawat Di Asrama Haji Aceh

Pelukan Haru di Asrama Haji
Begitu jarum jam mendekati pukul 11.30, kami segera bergerak menuju Asrama Haji. Setelah menunggu beberapa saat di antara kerumunan keluarga jemaah lainnya, sosok yang kami nanti akhirnya muncul.

Suasana haru dan bahagia langsung membuncah tanpa bisa dibendung. Rasanya campur aduk antara lega dan bersyukur luar biasa melihat Mami kembali dalam keadaan sehat walafiat. Kami pun langsung bertolak pulang ke rumah. Di sana, Ibunda dan adik-adik sudah bersiap menyambut. Momen pertemuan anak, cucu, dan nenek ini benar-benar magis—sebuah rasa senang dan haru yang tidak akan pernah bisa diwakili secara utuh oleh kata-kata.

Cerita, Oleh-Oleh, dan Tradisi Peusijuek
Kami kemudian berkumpul melingkar. Mami mulai bercerita panjang lebar dengan penuh semangat tentang pengalamannya di sana, mulai dari kekhusyukan ibadah hingga momen mendarat kembali di Banda Aceh. Di sela-sela obrolan hangat itu, Mami membuka kopernya. Satu per satu buah tangan dikeluarkan dan dibagikan. Saya sendiri mendapatkan sebuah botol minum khas Arab yang dibagikan saat Mami berada di Arafah. Sederhana, tapi maknanya luar biasa. Rasanya senang bukan main!

Setelah makan bersama, acara dilanjutkan dengan prosesi Peusijuek.

Mengenal Tradisi Peusijuek
Peusijuek (secara harfiah berarti "mendinginkan") adalah ritual adat masyarakat Aceh yang berfungsi sebagai wujud rasa syukur, keberkahan, dan keselamatan kepada Allah SWT. Makna mendalam di baliknya adalah untuk mendinginkan jiwa, menolak bala, serta menyucikan kembali semangat setelah menempuh perjalanan besar spiritual.

WhatsApp Image 2026-06-24 at 17.53.50.jpeg
Potret Prosesi Peusijuk Mami

WhatsApp Image 2026-06-24 at 17.49.28.jpeg
Foto Bersama Mami Setelah Prosesi Peusijuk

Setelah rangkaian prosesi yang khidmat dan penuh doa itu selesai, Mami akhirnya berpamitan untuk beristirahat sejenak guna memulihkan tenaganya setelah menempuh penerbangan berjam-jam yang melelahkan.

Hari yang panjang, melelahkan, namun dipenuhi oleh berkah dan senyuman yang hangat.

Terima kasih banyak sudah mampir di postingan diari saya kali ini.

Sampai jumpa di cerita-cerita berikutnya!