The Diary Game (Rabu 24 Juni 2026) Dimana Aja Duduk Disitu Ada Jadup

in Steem SEA17 hours ago

Assalammualaikum ya ahlil steemit....

Cuaca panas menyengat menemani ini hari, namun disisi berbeda gumpalan awan hitam berkerumunan siapa menyelimuti. Tentu saja cuaca seperti itu tidak menyurutkan bangsa manusia untuk beraktifitas, boleh jadi bangsa jin juga demikian. Sepertinya cukuplah satu paragraf ini sebagai pembuka....

Pagi Cepat Terang

Pukul Setengah 7 langit sudah terang menderang seakan-akan pukul 10 pagi, memang hari ini demikian, biasanya setengah 7 disini masih dingin-dingin sejuk. Kebiasaan sedari dulu tak sarapan pagi maka saya langsung beraktifitas, Sang Istri sibuk menyiapkan sarapan untuk anak-anak, dikarenakan hari libur sekolah dapur semakin ramai, anak-anak bermain sambil menemani ibunya.

Redup sedang suara perdebatan terdengar, tidak lain dan tidak bukan adalah suara tetangga, maklum kami tinggal di komplek yang rumahnya rapat. Bukan maksud hati hendak menguping tapi karena suara mereka keras dan jarak rumah juga dekat ya terdengar. Mereka sedang memperdebatkan pembagian bantuan jadup dan stimulan, sayup terdengar salah satu mereka tidak menerima undangan untuk mengambil bantuan yang satu lagi menerima. Memang Kota Langsa dalam 1 minggu terakhir ini disibukkan dengan bantuan jadup yang mulai dibagikan kepada masyarakat. Perdebatan itu terdengar saling mencari salah menyalahkan dikarenakan namasalah satu dari mereka tidak keluar.

IMG_20260625_152454.jpg
Kakak Ayam Penyet ini pun merepet namanya gk keluar

Semua membicarakan

Beranjak siang hari selepas absen kepada yang Maha Rahim saya sempatkan ngopi siang. Ditengah terik sang surya memang paling enak nyantai sejenak. Diwarung kopi pun tak kalah sengit obrolannya, hampir tidak ada meja yang tidak membahas tentang bantuan jadup tersebut. Ada yang sudah menerimanya ada juga yang belum, bahkan ada juga yang tidak ada sama sekali namnya keluar sebagai penerima bantuan.

Memang disini dapat kita simpulkan pokok permasalahnya ada di pendataan, birokrasi dan uang pemerintah yang tersedia. Pendataan yang tumpang tindih antar penyelenggara pemerintahan baik dari tingkat desa samapai pusat. Saling curiga mencurigai anatar mereka dan masyarakat manambah amburadulnya tahap pendataan tersebut. Birokrasi Indonesia yang lama dikenal sebagai birokrasi yang panjang semakin manambah drama banjir ini, bayangkan saja dari hari bencama banjir, pendataan, verifikasi, pengajuan, pengesahan, pencairan, hingga penyaluran ke penerima bantuan membutuhkan waktu lebih dari setengah tahun lamanya. Judul bantuannya jadup (jatah hidup) stimulan ekonomi, dan bantuan kerusakan isi hunian (perabot), sudah setengah tahun berlalu masyarakat kota langsa sudah survive dan perlahan membaik. Bantuan jadup yang katanya untuk 3 bulan pasca bencana menjadi tak relevan lagi, perabotan rumah yang rusak karena banjir perlahan sudah diganti sendiri, ekonomi kembali perlahan, Alhamdulillah dibantu sanak saudara di luar daerah, dan orang-orang baik yang menyerahkan bantuan sejak awal bencana datang, ini sudah pertengahan tahun, sebentar lagi musim penghujan datang, jika banjir kembali aduhhhhh lain lagi cerita....

IMG_20260625_153947.jpg
Bapak baju merah dengan bicara tenang dan teratur coba menjelaskan ke temannya yang tidak keluar namanya, bapak itu enakkk namanya ada! 😅

Indonesia bukanlah negara yang memiliki ekonomi kuat, bukan juga negara yang mandiri dalam ekonomi, masih banyak ketergantungan terhadap impor dalam banyak sektor. Hal inilah yang membuat pemerintah membagi-bagi waktu penyaluran bantuan yang tidak sedikit memguras kas negara. Penyerahan bantuan bertahap-tahap menjadi cerminan ketidak digdayaan ekonomi Indonesia, kenapa pencairan pakai tahap 1, tahap 2,3 dan seteruanya seperti pencairan proyek saja. Sedangkan bemcana adalah kondisi darurat yang harus segera ditangani dengan cara darurat juga, tapi kenyataannya demikian.

Malam Masih Saja Dibahas

Karena suntuk dan hawa teh tarek dingin saya keluar sebentar ke warung kopi, pesan teh tarek manual. Saya pergi sendirian dan duduk sendirian juga karena memang ingin sendirian. Meja-meja sebelah juga membahas masalah jadup, hadeeuhhhh... 😂. Sudahlah gak usah dibahas lagi, panjang kali nanti habis kopi pembahasan belum selesai, yang penting nama awak ada!!! 😁🤣

Alhamdulillah.....

IMG_20260529_113308.jpg
Cukop hawa Teh Tarek wak

Tapi memang seperti itulah keadaannya, pemerintah menjanjikan maka wajib tanggung jawab terhadap masyarakat korban bencana banjir....

Buruj CK

duduk lurus kaki 25062026

Sort:  

Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.

 10 hours ago 

Thank you so much gaes 😁👍