Bangkit Dari Keterpurukan
Bagaimana seseorang bisa menjadi kuat. Ada satu pepatah yang sangat saya sukai, "Tanpa kehancuran, tidak ada pembaharuan."
Artinya, kamu harus turun tangan sendiri untuk menghancurkan. Hal-hal yang selama ini kamu takuti, entah itu orang-orang yang menguras energimu, ataupun hal-hal yang membuatmu cemas dan ketakutan, serta dirimu yang pemalas dan rapuh itu.

Hancurkan dan leburkan dirimu yang dulu seutuhnya, barulah kamu bisa membentuk kembali dirimu yang baru, dan hidup dalam versi yang kamu inginkan.
Air yang menemui jalan buntu akan melahirkan air terjun. Manusia yang menemui jalan buntu akan mengalami kebangkitan.
Setiap orang yang tangguh, pernah berjuang keras di dasar jurang yang paling dalam.
Setiap orang yang hatinya damai, telah melewati pukulan yang paling menyakitkan, dan keputusasaan yang paling besar.
Nasib itu bisa diubah, sedangkan takdir sudah digariskan. Jadi, yang sering disebut melawan takdir dan mengubah nasib itu, sebenarnya yang dilawan bukanlah takdir, melainkan insting rasa takut di dalam dirimu sendiri.
Takut pada lingkungan yang asing, takut pada kerumunan orang yang tidak dikenal, dan khawatir pada masa depan yang tidak pasti.
Semua orang takut pada perubahan yang akan datang secara tiba-tiba. Tapi hidup di dunia ini, pada dasarnya adalah proses untuk mengenali diri sendiri, memperbaiki diri sendiri, dan secara sadar suka rela mengubah diri sendiri.
Meskipun dunia ini penuh dengan ketidakpastian, hal itu tidak menghalangi kita untuk keluar dari kesulitan dan terlahir kembali, menemukan jalan terang dibalik kegelapan.
Terakhir, saya ingin sampaikan kupu-kupu harus merobek kepompongnya agar bisa bisa terbang.
Biji benih harus menembus tanah agar bisa bertunas.
Manusia, hanya jika berani menghancurkan batasannya dari dalam, barulah bisa bertransformasi keluar menjadi jiwa yang benar-benar baru.
Semoga kita semua berani meruntuhkan yang lama, dan membangun kembali yang baru. Tanpa kehancuran, tidak akan ada pembaharuan, bangkit kembali dari kehancuran.
Salam kompak selalu.
By @midiagam
