Menangislah Jika Itu Membuatmu Lebih Tenang
Aku berada di posisimu setahun lalu.
Kenapa aku? Kenapa disini?
Terjadi kepadaku, rasanya tidak adil, rasanya seluruh duniaku suram.
Jadi, tidak apa-apa menangis. Jika kamu ingin menangis, lakukanlah. Secukupnya saja, jangan sampai membuatmu lelah.
Aku bisa berjanji bahwa terlepas dari cobaan itu, dunia baru akan mendatangimu, dan kamu akan jauh lebih kuat dan keren.

Pertanyaan itu muter terus di kepala. Siang ditanya, malam ditanya lagi. Terjadi kepadaku, rasanya tidak adil. Rasanya seluruh duniaku suram. Langit kelabu, suara orang lain jadi bising, bahkan hal kecil pun terasa berat.
Jadi, tidak apa-apa menangis. Jika kamu ingin menangis, lakukanlah. Secukupnya saja, jangan sampai membuatmu lelah. Basahi bajumu, basahi bantalmu, keluarkan semua sesaknya. Nangis itu bukan lemah. Nangis itu caranya hati bilang, "Aku capek, aku butuh jeda."
Aku bisa berjanji bahwa terlepas dari cobaan itu, dunia baru akan mendatangimu. Bukan dunia yang sama. Dunia yang lebih jujur. Dunia yang ngajarin kamu mana teman, mana yang cuma numpang lewat. Dan kamu akan jauh lebih kuat dan keren dari versi dirimu yang kemarin. Luka itu nanti jadi otot. Yang dulu bikin kamu tumbang, nanti jadi alasan kamu berdiri paling tegak.
Sakit itu kesialan, itu bukan salah kita. Nggak ada orang yang minta diuji seberat ini. Tapi keberuntungan dan kesialan datang sebagai satu set. Seperti siang dan malam. Seperti pasang dan surut. Kamu nggak bisa pesan "Tuhan, kirim bahagianya aja". Paketnya selalu komplit.
Kamu boleh menangis sesukamu, tapi jangan sampai kamu melewatkan keberuntunganmu.
Keberuntungan itu kadang datangnya pelan. Datangnya diam-diam. Dia nggak pakai terompet. Dia datang dalam bentuk, kamu yang tiba-tiba lebih peka sama orang lain, kamu yang jadi lebih sabar, kamu yang akhirnya berhenti maksa sesuatu yang bukan untukmu.
Setahun lalu aku juga mikir, "Kapan selesainya?" Ternyata selesainya bukan saat masalahnya hilang. Selesainya saat aku berubah. Saat aku berhenti lawan arus, dan mulai belajar berenang.
Jadi kalau hari ini langkahmu pelan, nggak apa-apa. Kalau hari ini kamu cuma bisa bangun dari kasur, itu sudah menang. Kalau hari ini kamu masih bisa bilang "Aku capek, tapi aku nggak nyerah", itu udah keren banget.
Percayalah, nanti, setahun dari sekarang, kamu yang akan bilang ke orang lain: "Aku pernah di posisimu. Dan lihat aku sekarang. Kamu juga bisa."
Luka ini nggak akan sia-sia. Tuhan nggak pernah salah alamat ngirim ujian. Dan Dia juga nggak pernah telat ngirim jalan keluarnya.
Tahan saja. Dunia baru itu lagi disiapkan buatmu.
Salam kompak selalu.
By @midiagam

Seperti biasa, tulisan yang bagus👍🏻
Thanks friend😁