Menikah Bukan Perkara Main-Main
Mengapa tidak boleh menikah dengan orang miskin. Karena pernikahan bukanlah yayasan amal, melainkan sebuah perjalanan untuk menyatukan nilai-nilai kehidupan.
Miskin harta itu tidak menakutkan, yang menakutkan adalah kemiskinan mental. Orang yang selalu perhitungan, setiap ucapannya pasti hanya soal untung rugi.

Orang yang berpikiran sempit, tindakannya hanya sebatas apa yang ada didepan mata.
Dan orang yang terjebak dalam kurungan pola pikirnya sendiri, meskipun saat ini cintanya begitu dalam, pada akhirnya akan tergerus oleh kerasnya kebutuhan hidup sehari-hari, hingga menjadi pasangan yang saling menyalahkan.
Yang kamu pilih bukanlah sekedar satu orang, melainkan pasangan yang memiliki tujuan dan pandangan yang sejalan, untuk bersama-sama menghadapi tantangan hidup, dan berbagi kebahagiaan hidup.
Good people....
Pernikahan adalah simfoni dari dua orang, bukan sekedar satu pihak yang memikul beban berat sendirian.
Orang yang terbiasa membatasi dirinya sendiri, akan melihat segala sesuatu sebagai sebuah penjara.
Orang yang kurang berani untuk menembus batasan, saat menghadapi masalah hanya akan menguras energi.
Ketika satu pihak terus menerus tenggelam dalam keterpurukan, maka upaya pihak lain untuk mengangkatnya, pada akhirnya hanya akan menjadi akan menjadi pengorbanan yang sia-sia.
Terakhir, saya ingin mengatakan, kesetaraan hidup yang sesungguhnya, adalah ketika dua jiwa yang sepadan saling melengkapi.
Jika ia memiliki jiwa dan visi yang luas, pasangan yang kekurangan pun bisa mengubah kepahitan hidup menjadi manis. Namun jika pandangannya sempit, dan hanya peduli pada hal-hal kecil, gunung emas dan perak pun tal akan bisa menutupi jurang keserakahan yang sulit dipuaskan.
Semoga kita semua, dalam memilih pasangan, perhatikanlah terlebih dahulu kapasitas hatinya. Dalam mencintai seseorang, pandanglah jauh ke masa depan.
Salam kompak selalu.
By @midiagam
