Fase Perencanaan dan Desain memfokuskan proyek pada sektor berdampak tinggi, menyelaraskan arsitektur digital dengan hukum Indonesia (UU ITE), serta membentuk konsorsium pemangku kepentingan agar kontrak pintar legal dan menekan korupsi

in Steem SEAlast month (edited)

Gemini_Generated_Image_c3hxtnc3hxtnc3hx.png

Tahap perencanaan dan desain merupakan bagian paling penting dalam penerapan sistem pengadaan berbasis blockchain di Indonesia. Karena blockchain berfungsi sebagai mekanisme untuk menghasilkan kepercayaan melalui matematika, bukan penilaian manusia, arsitekturnya harus dirancang dengan cermat untuk menggantikan keputusan diskresioner dengan aturan deterministik. Persyaratan ini sangat penting di Indonesia, di mana geografi kepulauan negara dan tingkat literasi digital yang tidak merata di berbagai wilayah menuntut desain yang sangat tangguh dan matang.

1output.png

Lingkup implementasi harus dibatasi secara sengaja sejak awal, daripada mencoba mencakup semua aktivitas pengadaan secara bersamaan. Prioritas harus diberikan kepada sektor-sektor yang memiliki nilai finansial tinggi dan risiko korupsi tinggi. Proyek konstruksi skala besar, seperti yang terkait dengan pembangunan infrastruktur Indonesia yang luas termasuk inisiatif IKN, rentan terhadap biaya yang membengkak dan mendapat manfaat dari pelacakan material dan tonggak proyek berbasis blockchain. Barang-barang standar yang diperoleh melalui sistem e-katalog, seperti perlengkapan medis dan peralatan kantor, juga cocok karena harga, kuantitas, dan jadwal pengirimannya didefinisikan dengan jelas dan dapat ditangani melalui pemberian kontrak pintar otomatis. Dari perspektif institusional, sistem ini sebaiknya awalnya diterapkan di kementerian yang sudah menunjukkan kemampuan digital yang kuat sebelum diperluas ke pemerintah daerah dan lokal.

Karena data pengadaan bersifat sensitif, jaringan blockchain tidak dapat sepenuhnya bersifat publik. Sebaliknya, jaringan ini harus beroperasi sebagai konsorsium atau blockchain berizin dengan peran yang jelas. Badan Pengadaan Publik Nasional (LKPP) akan berfungsi sebagai administrator jaringan dan regulator utama. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan berpartisipasi sebagai node auditor, memberikan mereka akses baca saja secara terus menerus ke semua penawaran dan transaksi tanpa memerlukan permintaan investigasi formal. Vendor, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah, harus diintegrasikan dengan cermat ke dalam sistem. Proses onboarding harus dirancang agar bisnis kecil tidak dikecualikan karena hambatan teknis atau finansial yang berlebihan terkait dengan partisipasi blockchain.

Keselarasan hukum merupakan tantangan terbesar, bahkan melampaui kompleksitas teknis sistem. Desain harus sesuai dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Indonesia sehingga kontrak pintar diakui sebagai perjanjian yang dapat ditegakkan secara hukum. Peraturan presiden yang ada mengenai pengadaan mungkin perlu direvisi untuk secara resmi mengakui pemberian kontrak otomatis sebagai metode seleksi yang sah. Persyaratan perlindungan data berdasarkan UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) juga harus ditangani, karena penawaran vendor seringkali berisi informasi komersial yang bersifat rahasia. Untuk melindungi data ini sambil tetap menjaga verifikasi, sistem harus menggunakan bukti tanpa pengetahuan (zero-knowledge proofs), yang memungkinkan sistem untuk mengkonfirmasi bahwa vendor memenuhi persyaratan keuangan atau pengalaman tanpa mengekspos dokumen atau strategi sensitif kepada pesaing.

Dari sudut pandang teknis, Indonesia harus mengadopsi platform blockchain yang menyediakan throughput transaksi tinggi sekaligus tetap hemat energi, seperti Hyperledger Fabric atau Quorum. Standar umum harus ditetapkan untuk identitas digital sehingga setiap vendor memiliki pengidentifikasi kriptografi unik yang terkait dengan nomor identifikasi pajak (NPWP) mereka. Sistem blockchain juga harus dapat dioperasikan secara interoperabel dan tidak beroperasi secara terisolasi. Sistem ini harus terintegrasi dengan National Single Window for Traders (NSSFT) dan platform pembayaran Kementerian Keuangan, Sakti, sehingga setelah kontrak diberikan, pembayaran dapat dilakukan secara otomatis setelah verifikasi penyelesaian tahapan kontrak.

1output.png

1output.png
1output.png
1output.png

Secara keseluruhan, perencanaan yang efektif harus berfokus pada infrastruktur dan pengadaan e-katalog untuk mengurangi keterlibatan manusia di area yang paling rawan risiko. Peran yang jelas bagi LKPP, KPK, dan vendor sangat penting untuk membentuk ekosistem yang terpercaya dan transparan. Keselarasan regulasi dengan UU ITE dan UU PDP diperlukan untuk melegitimasi eksekusi kontrak pintar otomatis, sementara arsitektur ledger berizin diperlukan untuk menyeimbangkan transparansi, efisiensi, dan privasi data.

Mpu Gandring ingin memberantas korupsi di Indonesia dengan teknologi blockchain! Anda ingin mendukung?

  • Follow akun Mpu.
  • Upvote dan resteem postingan Mpu.
  • Share di Instagram, Facebook, X/Twitter dll.
  • Biar pemerintah mendengar dan menerapkannya.

Posting terkait: https://steemit.com/steem-sea/@mpu.gandring/pengadaan-pemerintah-blockchain-otomatiskan-pemberian-kontrak-berdasarkan-kriteria-obyektif-dicatat-pada-buku-besar-yang-aman

Proyek Percontohan


Proyek percontohan sistem manajemen kontrak pemerintah desa Steem SEA yang memanfaatkan blockchain Steem untuk mencatat informasi kontrak penting secara permanen, dengan fokus pada integritas dan transparansi data


Proyek percontohan pengeluaran pemerintah di blockchain tentang “Pembelian bangku taman kota Steem SEA” menggunakan blockchain Steem

Sort:  

Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.