The diary game Rabu 26 November 2025 : akhir tahun yang sangat sulit saya lupakan.

in Steem SEA19 days ago

1000072829.jpg

hallo teman teman semuanya

Hari ini masih sama seperti kemarin,hujan tak kunjung reda tapi saya harus beraktivitas seperti biasa,hari ini saya belanja kebutuhan kios,saya berangkat selesai sarapan lengkap dengan jas hujan dan helem, sesampainya saya di kedai saya singgah ke rumah kakak sepupu saya terlebih dahulu,dan ternyata di rumah Kakak sepupu saya sudah banjir sedikit.

Dan dia juga mengajak saya tinggal di rumah nya kalau rumah saya sudah banjir,karena rumah kakak sepupu saya ada 2 tingkat,saya menjawab bahwa,banjir sebelumnya yaitu beberapa tahun yang lalu,rumah saya yang lama saja yang tergenang air,rumah bantuan tidak terkena banjir.

Setelah dari rumah kakak sepupu saya belanja telur di toko kelontong dekat rumah kakak sepupu saya,di sini juga sudah banjir,setelah membeli telur saya lanjut ke toko grosir langganan saya,di sini tidak banjir karena pondasi tokonya tinggi,meskipun hujan ramai juga yang berbelanja,selesai saya memilih milih barang belanjaan,saya menunggu sebentar untuk membayar.

1000072743.jpg

Sambil menunggu antrian membayar,saya pergi ke pasar untuk membeli ikan,selesai membeli ikan saya kembali ke toko grosir untuk membayar dan mengambil barang belanjaan saya dan langsung pulang,sesampainya saya di rumah saya membereskan barang belanjaan,sedangkan ibu saya memasak untuk makan siang.

Selesai membereskan barang belanjaan saya masuk ke rumah menolong ibu saya masak,setelah itu kami lanjut makan bersama,cuaca hujan begini sangat nikmat makan sayur bening di tambah sambal terasi,makan sambil melihat pemandangan hijaunya sawah di belakang rumah.

1000072747.jpg1000072748.jpg

Tampak dalam rumah kakak sepupu saya.

Lanjut di sore hari,masih saja dalam keadaan hujan dan berita banjir sudah menyebar,dengan harapan di tempat tinggal saya tidak banjir,tiba tiba adik saya menelepon saya,meminta saya untuk menjemput nya karena di rumah dia sudah banjir,saya pun bergegas menuju rumah adik saya ternyata semua akses jalan menuju ke rumah adik saya sudah tidak bisa di lewati.

Saya pun kembali lagi ke rumah untuk memberitahu kepada orang tua saya,dan menelepon adik saya,tapi tidak masuk karena sudah tidak ada jaringan, akhirnya saya pergi ke rumah makcik saya untuk mengecek keadaan dia,ternyata dia sudah mengungsi ke balai desa dari siang tadi,air di dalam rumah nya sudah setinggi lutut orang dewasa.

Hari sudah menjelang magrib,saya bergegas pulang kerumah,sampai di rumah saya melihat adik saya yang hendak saya jemput tadi,ternyata mereka pulang jalan kaki mengarungi banjir,dengan keadaan anak nya Yang sedang sakit.

1000072750.jpg1000072751.jpg
1000072808.jpg1000072817.jpg

Suasana belanja saat banjir.

Selesai sholat magrib mereka makan bersama,hanya saya yang tidak ikut makan, perasaan saya tidak tenang,gelisah tidak menentu,saya hanya keluar dan masuk kamar,dan mendengar seperti suara air di jalan,dan berkata,kenapa suara kendaraan yang lewat seperti menginjak air yang panjang ?

Lalu ayah saya keluar membawa senter dan melihat air sangat kencang mengalir ke arah rumah kami,dengan tergesa gesa ayah saya memanggil saya,dan saya pun langsung berlari ke luar,untuk memindahkan barang yang ada di dalam kios.

Saat sedang memindahkan barang di dalam kios saya teringat barang yang ada di dalam rumah, akhirnya saya tinggal kan barang yang ada di dalam kios dan saya pindahkan barang yang ada di dalam rumah,kami mengerjakan nya ber ramai ramai dengan tergesa gesa.

Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 22 : 00 rasanya sangat cepat waktu berjalan,secepat air yang terus mengalir di kaki kami,ibu saya juga mengatakan sudah cukup kita memindahkan barang,lebih baik sekarang kita semua keluar mencari tempat yang aman untuk anak anak.

1000073148.jpg
Pemandangan di belakang rumah saya.

Di perjalanan kami bertemu dengan tetangga,dia mengajak kami tinggal di rumahnya karena di rumah mereka belum ada air,kami pun setuju dengan ajakan nya,akan tetapi baru 1 jam kami di rumah mereka,dengan sangat deras air juga masuk ke rumah mereka.

Kami pun berjalan mencari tempat pengungsian yang lain,kami berjalan membawa anak anak kami dan orang tua kami,mengarungi derasnya air di dalam kegelapan di tengah malam,tidak bisa saya bayangkan betapa kedinginan nya anak anak saya yang tidak memakai pakaian.

Saat hujan turun kami kami berteduh di teras rumah orang,dan saat hujan reda kami melanjutkan perjalanan kembali,sampai di sebuah toko ada beberapa orang yang duduk di depan toko tersebut,kami pun singgah di tempat tersebut, ternyata di antara mereka ada seorang tukang yang bekerja di toko yang sedang di bangun,di seberangnya.

1000073273.jpg
Sumber foto hp Infinix hot 50i.

Dia pun berinisiatif mengajak kami untuk mengungsi di tempat tersebut,kami pun sangat setuju,walau pun keadaan lantai 2 toko ini sangat berantakan tapi setidaknya kami bisa berteduh dan anak anak kami bisa tidur dengan tidak kedinginan,dan untungnya saya membawa selimut, walaupun anak anak saya tidak memakai pakaian.

Beginilah cerita saya dan keluarga saat banjir melanda seluruh aceh, semoga sampai kapan pun kita tidak dapat merasakan lagi kejadian seperti ini, baiklah teman teman sampai jumpa kembali bye bye.....