The Diary Game, Rabu 14 Januari 2026. Memberi Makanan Ruh Untuk Santri

in Steem SEAlast month

IMG20260114213142.jpg

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Alhamdulillah hari ini Allah memberi saya kesempatan menulis sebuah diary perjalan saya kemarin, sudah lama sekali saya absen menulis, banyak seklai tentunya yang tertinggal, bahkan tidak mungkin untuk saya lukiskan melalui kata-kata.
Pagi ini saya bangun subuh seperti biasa, selesai tadarus dan wiridan sebentar saya langsung bersiap-siap untuk pulang ke rumah Tanjong, anak-anak juga sudah sekolah seperti biasa, hanya saya dan dek Ja serta bang Ahmad saja yang pulang ke rumah Tanjong, di sana Asyraf sudah menunggu saya pulang, di depan nya sudah terbuka sebuah kitab tafsir jalalen karangan dua imam besar, imam Jalaluddin as suyuthi dan imam Jalaluddin al mahally, sehingga nama kitab ini di sebuat jalalen, (dua orang jalal).

Asyraf belum balik ke pondok, masih banyak kendala sehingga dia mesti bertahan melanjutkan dengan saya, banjir telah merenggut sebagain besar Asa anak kita, dan menjadi cobaan terberat dalam dunia pendidikan khususnya Dayah.
Kami membahas cerita kemunafikan kaum bani Israil dengan dengan Nabi Syamwil dan pemimpin perang masa ini yaitu Thalut, sungguh sangat persis dengan umat kita saat ini.
Jam 9.30 saya berangkat menuju ke kantor untuk melaksanakan tugas harian saya, jam 1.00 siang saya baru kembali berada di rumah, bersiap-siap untuk mengajar siang, saya memang tidak bisa menyumbang harta untuk korban banjir, tapi saya berkomitmen memberikan mereka makanan yang lebih utama dan penting yaitu makanan Ruh, kekurangan makanan jasmani akan membuat tubuh kurus, kurang gizi, tetapi kekurangan makanan Ruhani akan membuat manusia mati hati, sehingga kezaliman terpampang nyata dengan kasat mata.
Jam 1.40 kami langsung memulai pengajian, anak-anak satu persatu mendapat giliran nya masing-masing, jam 4.00 kami salat ashar bersama, kemudian kami lanjutkan kembali sampai pukul 5.00, kami membaca doa serta selawat sebelum membubarkan diri pulang ke rumah masing-masing, bersiap-siap untuk pengajian malam nanti.
Jam 6.30 saya sudah berada di musalla dengan para santri, selawatan bersama menunggu waktu salat magrib.
Malam ini kami belajar sampai jam 9.30, sampai rumah saya bersantai sejenak dengan anak-anak, menemani mereka belajar, jam 11.00 saya bersiap-siap untuk istirahat, melepas lelah seharian beraktivitas, semoga Allah senantiasa menjaga agamanya di bumi serambi mekkah yang tercinta ini, sehingga Aceh akan terus berjaya dengan bantuan Allah.

IMG20260114213149.jpg