The Diary Game (Sabtu, 21 Maret 2026) Merayakan Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah
سَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Hai sobat steemian semuanya dimanapun anda berada, bagaimana kabar anda hari ini? semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT, Aamiin. Hari ini saya kembali membagikan aktivitas sehari-hari dalam The Diary Game.
Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa, pada hari ini segenap umat islam di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏.
Saya bangun tidur pada pukul 05:30 lalu segera ke kamar mandi untuk mandi dan berwudhuk guna menunaikan ibadah sholat Subuh. Tidak lama kemudian sebelum berangkat ke mesjid menunaikan ibadah sholat Idul Fitri, saya mencicipi sedikit makanan dan segelas teh manis hangat yang telah disuguhkan oleh istri. Ini merupakan bentuk amalan sunat pada pagi hari raya Idul Fitri.
Saya berangkat ke mesjid bersama putra saya pada pukul 07:15 dengan menggunakan sepeda motor. Pelaksanaan sholat Idul Fitri akan dilakukan pada pukul 07:30 sesuai dengan pengumuman yang telah diumumkan pada hari Jumat yang lalu. Bertindak sebagai imam dan khatib pada pelaksanaan sholat Idul Fitri kali ini adalah Ustad Syafaruddin dari Kabupaten Aceh Timur.
Setelah khatib selesai menyampaikan isi khutbah dengan tema hari raya, semua jamaah yang hadir ke mesjid dianjurkan tidak boleh pulang dulu. Kami saling bersalam-salaman memohon maaf antar sesama jamaah apabila ada kesalahan yang telah dilakukan baik secara sengaja maupun tidak disengaja.
Di luar mesjid, jalan menuju arah pulang terlihat sangat macet oleh jamaah dari kaum ibu-ibu saling bersalaman bermaaf-maafan antar sesama mereka. Saya dan putra harus menunggu beberapa saat di tempat parkir hingga jalan pulang menuju ke rumah bisa dilalui. Sambil menunggu di tempat parkir tersebut, saya berjumpa dengan beberapa orang sahabat dan kami saling merangkul mengucapkan Minal Aidin Walfaidin.
Tamu-tamu yang datang ke rumah saya layani dengan baik. Istri saya menyuguhkan minuman segar dan kue kepada setiap tamu yang datang. Tidak lama kemudian adik kandung saya dari Kota Lhokseumawe datang dengan membawa keluarganya. Setelah menyantap makan siang, kami bersama-sama pergi ke pemakaman umum untuk menziarahi makam kedua orang tua kami yang telah meninggal dunia.
Kemudian adik saya mengajak ke sebuah kafe terdekat untuk menikmati kopi espresso kesukaannya. Saya meminta untuk dibuatkan sanger espresso kepada pelayan kafe. Disini kami duduk santai sambil berbincang-bincang tentang perjalanan kehidupan masing-masing.
Baru pada sore hari saya dan istri beserta kedua orang anak berkunjung ke rumah mertua. Di sana saya dan keluarga menyempatkan diri menziarahi makam ayah mertua. Putra sulung saya yang mondok di Dayah Al-Madinatuddiniyah Babussalam, Blang Bladeh - Bireun memimpin pembacaan doa. Saya sampai terharu meneteskan air mata menyaksikan putra saya yang telah sanggup memimpin pembacaan doa kepada kakek dan neneknya.
Di rumah mertua, saya merasa sangat sedih karena rumah tempat tinggalnya mengalami kerusakan yang lumayan parah akibat musibah banjir yang terjadi beberapa bulan yang lalu. Ibu mertua saya saya sudah merasa pasrah dengan keadaannya sekarang, dia menceritakan saat-saat bencana banjir datang dengan cepat menggenangi rumahnya hingga setinggi atap. Saat itu dia mengungsi ke lantai II balai desa dengan beberapa orang warga desa.
Ibu mertua saya melanjutkan cerita bahwa saat itu terjadi kepanikan yang luar biasa. Warga desa tidak menyangka banjir akan terjadi separah ini. Lantai II balai desa tempat mereka mengunggsi bahkan kemasukan air hingga sebagai sebatas tumit orang dewasa.
Ditambah lagi saat itu listrik padam total tidak ada penerangan sama sekali kecuali mengandalkan senter yang ada pada handphone yang baterainya rata-rata menunjukkan tanda low. Keadaan seperti ini dirasakan oleh ibu mertua saya dan warga desa selama empat hari empat malam, baru setelah itu tim penanggulangan bencana datang membawa bantuan tanggap darurat seadanya.
Menjelang beberapa saat azan Magrib berkumandang, saya dan keluarga pulang ke rumah untuk mandi dan menunaikan ibadah sholat Magrib.
Demikian cerita singkat saya dalam tajuk The Diary Game pada edisi kali ini. Terima kasih atas waktunya berkenan membaca tulisan saya ini dan memberi dukungan sebagai penyemangat bagi saya untuk selalu menghadirkan karya-karya yang lebih baik lagi.
Semua foto yang ditampilkan pada postingan ini menggunakan;
| camera Picture | iphone |
|---|---|
| Model | 12 Pro Max |
| iOS | 18.6.2 |
| Original picture | @yuswadinisam |
| Location | Lhokseumawe, Aceh, Indonesia |
Salam hormat,
@yuswadinisam








Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
Curated by: @mahadisalim