Siaran Pers di Bawaslu Lhokseumawe: Informasi Awal Sekaligus Pendidikan Pemilu serta Target yang Belum Tercapai
Mengirimkan siaran pers kepada awak media merupakan salah satu upaya untuk menyebarkan kegiatan lembaga, memperkuat citra positif, sekaligus memperkuat hubungan dengan media.
Begitulah yang dilakukan bagian Kehumasan Bawaslu atau Panwaslih Kota Lhokseumawe. Kehumasan berada di bawah Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat. Ini adalah divisi yang tidak pernah diam, selalu ada kegiatan.
Sejak saya bergabung di Bawaslu Kota Lhokseumawe pada Agustus 2023 sampai akhir 2024, hanya ada satu staf di sana yang mengerjakan semuanya: memotret, mendesain flyer dan spanduk atau papan bunga, sampai menulis siaran pers atau rilis. Pekerjaan terakhir jarang dilakukan karena memang membutuhkan keterampilan khusus.
Ketika saya masuk, saya meminta staf menulis siaran pers. Ternyata, staf belum memiliki pengetahuan mendasar tentang penulisan pers rilis. Tidak paham angle yang menarik, cenderung bersifat formalitas, dan terlalu banyak informasi basa-basi yang tidak mungkin masuk dalam berita, misalnya Ketua Bawaslu mengucapkan terima kasih atau kegiatan diakhiri dengan foto bersama.
Terkadang, saya menyiapkan sendiri siaran pers kepada wartawan dan terkadang hasil kerja staf saya revisi. Setelah melalui proses revisi, hasilnya terlihat lebih baik.
Dalam menyiarkan seluruh kegiatan Panwaslih, humas selalu menyiapkan siaran pers yang sesuai dengan kebutuhan media massa, bahkan dengan angle yang dimintai media sehingga seringkali rilis dari Panwaslih Kota Lhokseumawe langsung tayang tanpa perubahan berarti.
Ini membuktikan, kualitas siaran pers yang diproduksi tim Kehumasan Panwaslih Kota Lhokseumawe sudah sesuai dengan standar jurnalistik. Namun, keterbatasan personel membuat tidak semua kegiatan bisa terpublikasi dengan cepat, sebagaimana yang dibutuhkan media massa yang di era AI lebih mengutamakanan kecepatan.
Selain itu, media massa saat ini hadir dalam berbagai channel, platform, serta berbagai media dengan karakter khas yang sulit diikuti personel Kehumasan Panwaslih Lhokseumawe. Sebagai contoh, adanya tuntutan dukungan video dengan standar jurnalisme broadcast, foto standar media cetak, serta rekaman suara yang jernih untuk kebutuhan radio yang tidak mampu dipenuhi, baik karena terbatasnya sumber daya manusia dan keterbatasan keterampilan, maupun keterbasan dukungan peralatan yang dibutuhkan.
Dengan produktivitas dan kualitas rilis yang disajikan, Panwaslih Kota Lhokseumawe berani mengikuti 10 dari 13 kategori Anugerah Humas 2025 lalu. Dari jumlah tersebut, ada tiga yang ditargetkan masuk nominasi, yakni produkvitas berita, hubungan dengan media massa, dan rilis terbaik.
Sayangnya, dari 10 kategori yang diikuti, tidak satu pun berhasil masuk nominasi, apalagi sampai mendapatkan predikat terbaik.
Hasil penelusuran Panwaslih Kota Lhokseumawe, tidak diketahui mekanisme pengajuan dalam Anugerah Kehumasan. Tidak terkonfirmasi apakah seluruh data dan bukti yang diminta, sampai kepada tim penilai.[]
Foto-foto acara Kehumasan di Hotel Sahid, Jakarta, Desember 2025 lalu.



🎉 Congratulations!
Your post has been upvoted by the SteemX Team! 🚀
SteemX is a modern, user-friendly and powerful platform built for the Steem community.
🔗 Visit us: www.steemx.org
✅ Support our work — Vote for our witness: bountyking5