Kondisi Pasca Banjir Desa Alue Buya, Baktiya, Aceh Utara [3 Desember 2025]
Aceh di landa bencana yang sangat besar yaitu banjir bandang yang memporak poranda seluruh wilayah Aceh. Tidak ketinggalan juga dengan daerah ataupun kampung temoat saya tinggal. Setelah banjir surut semua fasilitas hilang dan tidak berfungsi. Listrik padam, jaringan internet tidak ada, semua akses jalan terputus. Saya hanya bisa mengungsi di Meunasah desa.
Meunasah di penuhi oleh para orang tua, lanjut usia, anak-anak, bayi, orang sakit. Ditempat ini banyak sejarah yang lahir, yang akan di kenang sepejang masa. Semua warga akan duduk dan makan dalam keadaan gelap, makan apa adanya.
Banjir sudah surut, hanya meninggalkan sisa-sisa lumpur dimana-mana. Tempat tinggal di penuhi lumpur, pakaian di balut oleh lumpur, pada terendam, orang-orang hanya bisa pasrah, bagi warga yang rumahnya tidak parah, sudah bisa kembali kerumahnya masing-masing.

Kondisi jalan berair dan berlumpur
Dalam beberapa hari ini, saya masih bertahan di pengungsian, karena belum bisa masuk ke rumah. Air bercampur lumpur masih tergenang di jalan dan dalam rumah. Namun hari ini saya akan mencoba membuka pintu rumah untuk masuk ke dalam dan mengelurkan semua isi rumah untuk di bersihkan. Akses jalan masih terputus, air bercampur lumpur masih setinggi lutut orang dewasa. Motor belum bisa melewati jalan ini, apa bila kita berjalan di jalan ini maka kaki kita akan diselimuti oleh lumpur.
Setelah membuka pintu, saya mengeluarkan semua isi rumah. Saya menumpukkannya di halaman rumah, semua perabot dan pakaian sudah dipenuhi oleh lumpur. Saya membilas menggunakan air apa adanya walaupun bercampur lumpur, yang penting tanah liat yang melekat hilang.
Bencana ini juga menenggelamkan laptop, yang tertinggal di meja kerja. Semua yang terjadi ini sudah kehendak Allah, kita hanya pasrah, tawakkal dan ikhlas. Saya membersihkan semua namun tidak terselesaikan semuanya, dikarenakan harus mengeluarkan barang yang lain lagi.
Hari ini saya juga menyempatkan diri untuk mengantri di SPBU, setelah mengantri dengan begitu lama, namun akhirnya harus kembali dengan tangan kosong. Saya mampir di warung yang menjual BBM enceran, akan tetapi harganya sedikit lebih mahal. Tanpa memikirkan harganya saya membeli sebanyak 3 botol air mineral dengan harga setiap botol Rp. 20.000.
Hanya ini yang dapat saya uraikan, sampai jumpa di update berikutnya.






Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.