Tahlilan 100 Hari Meninggalnya Kakanda dan Bukber
Halo selamat siang untuk sahabat steemian semua, bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semua masih dalam keadaan sehat wal'afiat dan selalu dalam lindungan Allah SWT agar dapat menjalankan segala aktivitas dengan baik. Alhamdulillah saya kembali hadir membagikan kegiatan harian pada hari yang berbahagia ini.
Ahad yang sudah memasuki puasa Ramadhan hari kedelapan belas aku bersama istri dan ananda tercinta dek Raffa pulang ke kampung halaman di Matang Glumpang Dua. Kota kelahiran yang berjarak sekitar empat puluh lima kilometer dari Lhokseumawe. Dalam suasana yang sangat cerah siang hari sekitar pukul dua kami bergerak dari rumah tempat tinggal di kawasan Panggoi, Muara Dua. Minggu akhir pekan di bulan suci tepat seratus hari meninggalnya kakanda tercinta. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan diampuni segala dosa beliau serta diterima segala amal ibadah.
Saat kami berangkat menuju kampung suasana sangat cerah dengan suasana di jalanan yang tidak terlalu ramai kenderaan bermotor. Maklum saja cuaca yang sangat panas membuat sebagian besar masyarakat lebih memilih tinggal di rumah saja. Walaupun jalanan yang kami tempuh tidak ramai lalu lalang kenderaan namun aku tetap mengenderai mobil dengan kecepatan standar. Aku tidak mau terburu-buru agar tetap aman dan nyaman diperjalanan. Aku memiliki banyak waktu sampai tiba di tempat tujuan dan yang terpenting keselamatan keluarga dalam perjalanan paling utama. Hingga setengah jam kemudian kami tiba di jembatan Kutablang yang sempat ambruk dalam bencana banjir bandang akhir tahun lalu.
Di ujung jembatan darurat yang dibangun tersebut kami harus antri sejenak sebelum menyeberang. Alhamdulillah siang yang terik ini hanya membutuhkan waktu sekitar lima belas menit menunggu hingga kami dapat melewati jrmbatan penyeberangan dengan lancar. Tidak berselang lama kami tiba di pusat kota Matang Glumpang Dua. Sejenak kami masuk ke salah satu toko fashion yang berada di pinggir jalan Nasional Banda Aceh - Medan. Aku bermaksud untuk mencari sandal yang standar untuk digunakan sehari-hari di toko tersebut.
Setelah melihat berbagai model yang tersedia di rak toko Alhamdulillah aku memilih salah satu merk yang berkualitas. Kemudian aku membayar dengan harga IDR 400.000 atau setara dengan 411.52 Steem. Selanjutnya langsung menuju rumah kakanda yang tidak jauh dari pusat kota yang dijuluki kota sate tersebut. Hampir mendekati akhir puasa Ramadhan aku dan keluarga baru sempat sempat untuk berdoa kepada almarhumah kakak. Kami juga sekalian berbuka puasa bersama keluarga besar di kampung. Ba'da shalat Isya dan taraweh di mesjid terdekat kemudian kami beranjak pulang kembali ke Lhokseumawe. Alhamdulillah jalanan malam ini lumayan padat oleh kenderaan hingga dua jam kemudian tiba di rumah dengan selamat.
Demikian rangkaian kegiatanku pada hari ini dan terima kasih selalu atas dukungan semua sahabat steemit di mana saja berada.
Salam,
@fadlymatch





Thank you