Menjaga Nilai Steem Atlas
Saya merasa bersyukur masih bisa aktif di platform ini, terutama melalui Steem Atlas yang menurut saya merupakan salah satu inisiatif luar biasa dan terus menunjukkan perkembangan positif selama hampir satu tahun terkahir.
Kebetulan saya pernah menjadi bagian dari Duta Steem Atlas di awal-awal perkembangannya, sehingga saat itu kami benar-benar aktif memberikan gambaran besar tentang bagaimana inisiatif ini berjalan kepada banyak pengguna, terutama dari Indonesia.
Namun demikian, saya yang saat ini merupakan pengguna biasa. Ingin menyampaikan sedikit pandangan dan saran sebagai bagian dari pengguna, hal ini semata-mata sebagai bentuk kepedulian terhadap arah dan perkembangan Steem Atlas ke depan.
Dalam pandangan saya, Steem Atlas adalah salah satu proyek yang memiliki identitas yang sangat jelas. Bukan saja untuk memposting foto atau cerita, tetap seperti sebuah arsip perjalanan dan dokumentasi tempat yang dikumpulkan secara kolektif melalui pengguna.
Saya beranggapan, nilai utama Steem Atlas terletak pada keaslian cerita, ketepatan lokasi, dan konsistensi dari para pengguna. Namun, saya ingin menyampaikan satu pandangan reflektif, ini menurut saya.
Ketika jumlah postingan semakin banyak dan dorongan memproduksi postingan Steem Atlassemakin tinggi, terutama karena adanya kontes tambahan, fokus utama menjadi bergeser. Postingan bukan lagi pada kualitas cerita, titik lokasi dan dokumentasi, tetapi pada kecepatan dan kuantitas.
Saya mencoba memberikan analogi sederhana. Steem Atlas saya ibaratkan seperti sebuah museum. Sebuah museum yang baik tidak di ukur dari seberapa banyak koleksi yang masuk setiap hari, tetapi bagaimana setiap koleksi dapat dijelaskan, dan memiliki nilai cerita yang bermanfaat.
Artinya, jika museum terlalu banyak koleksi masuk tanpa seleksi yang ketat, pengunjung justru akan kesulitan membedakan mana koleksi yang benar-benar bernilai dan mana yang sekedar pelengkap.
Seleksi tidak perlu dilakukan secara ngotot, tetapi cukup dengan cara yang baik dan santun agar koreksi dapat diterima dengan lapang, dipahami, dan diperbaiki dengan senang hati, tanpa kesan kaku seperti suasana sidang skripsi.
Dalam kacamata saya, konsistensi tanpa terlalu banyak kontes tambahan justru akan memperkuat Steem Atlas dalam jangka panjang. Pengguna yang bertahan adalah mereka yang benar-benar memiliki niat untuk berbagi pengalaman, menjelajahi tempat dan mendokumentasikan lokasi dengan cerita yang utuh, akurat dan jujur.
Postingan Steem Atlas seperti inilah yang akan tetap relevan meski di baca berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun kemudian.
Tapi, bukan berarti kontes tidak diperlukan. Kontes bisa menjadi pemantik semangat, namun mungkin cukup dilakukan secara terbatas dan dengan penekanan yang kuat pada kualitas serta kurasi.
Jujur, saya yang sejak awal berpikir tentang hal ini, menjadi terbawa situasi untuk mengejar kuantitas dan lupa akan kualitas cerita, titik lokasi dan dokumentasi yang terlihat buruk. Sehingga cukup banyak postingan saya yang memiliki kekurangan tersebut.
Dengan demikian, kontes tidak berjalan bersama dengan tujuan utama, melainkan hanya alat pendukung untuk menjaga ritme pengguna untuk berpartisipasi.
Pada akhirnya, yang diharapkan nanti adalah bagaimana Steem Atlas akan jauh lebih bernilai jika tumbuh secara alami. Tidak terlihat tergesa-gesa, tidak mengejar jumlah, tetapi menjaga karakter dan standar postingan.
Sederhananya, sedikit tetap konsisten, sedikit tetap berkualitas, justru hal ini akan membangun arsip yang kuat, identitas yang jelas, dan kepercayaan jangka panjang kepada pengguna dari luar.
Sepertinya saya sudah cukup banyak berkomentar. Tulisan ini bukan dimaksudkan sebagai kritik atau mencari kesalahan, melainkan sebagai saran dari seorang pengguna yang dulu pernah menjadi duta Steem Atlas.
Tujuan akhirnya adalah ingin melihat Steem Atlas terus berkembang sebagai proyek dokumentasi tempat yang berkelanjutan, berkarakter, dan memiliki nilai jangka panjang.
Sekian, postingan sederhana saya ini, salam terbaik untuk @pennsif dan seluruh para Duta Atlas


Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.