The Diary Game, 27 Januari 2026 - Berjalan Dengan Normal
Jam tujuh pagi saya sudah mulai berangkat dari rumah menuju ke tempat saya mengajar, masih ditemani dua putri tercinta yang juga saya antar menuju ke sekolahnya. Kami berangkat lebih awal agar tiba di sekolah tepat waktu, sekaligus menghindari kemacetan.
Sudah hampir dua minggu terakhir jalan dari rumah saya menuju ke sekolah sedikit memakan waktu, ada perbaikan jalan yang dikerjakan dan meninggalkan banyak jalan berlubang yang akan di perbaiki.
Biasanya, butuh waktu paling lama 10 menit untuk sampai ke sekolah, kali ini disebabkan oleh perbaikan jalan, kemacetan yang terjadi pagi, siang dan sore, membuat waktu tempuh sedikit lebih lama.

Kemacetan disebabkan perbaikan jalan
Setiba di sekolah saya mulai melaksanakan tugas mengajar saya, pelajaran bahasa Indonesia adalah materinya. Untuk hari ini kegiatan proses belajar mengajar akan berakhir lebih cepat, jam 11 siang anak-anak sudah dapat pulang ke rumah mereka masing-masing.
Selesai mengajar, satu jam sebelum pulang paket MBG tiba disekolah. Kebetulan juga saya piket hari ini, tugasnya adalah membagikan paket-paket tersebut ke semua kelas. Menu makanan pagi ini adalah nasi dengan lauk ikan sambal, rasanya enak tapi anak-anak banyak juga yang tidak suka.

Menu makan bergizi gratsi hari selasa
Setelah paket paket MBG ini di distribusikan ke semua kelas, saya harus menunggu setengah jam untuk merapikan kembali wadah atau omprengan makanan-makanan tersebut. Jumlahnya harus sama, kalau tidak sekolah harus mengganti wadah atau omprengan ini sesuai dengan perjanjian.

Saya yang lagi menyusun Omprengan MBG
Saat tugas selesai, anak-anak bel pulang pun berbunyi. Kini saatnya saya harus mengikuti rapat di ruang guru. Selain rapat, kegiatan hari ini juga mengikuti pengajian rutin dewan guru. Rapat berlangsung sekitar satu jam, membahas banyak hal untuk kegiatan Ramadhan.
Tiba jam 12 siang, Ustadz yang kami undang belum juga tiba. Menurut informasi beliau datang sedikit terlambat karena beberapa urusan penting yang harus dilaksanakan, kami pun menunggu kedatangan beliau. Namun, saya terpaksa tidak hadir mengikuti pengajian. Harus menjemput anak saya di sekolah, selanjutnya saya pun kembali ke rumah.
Jam setengah dua, saya kembali ke sekolah untuk mengantar dua anak laki laki saya. Setiba disekolah kegiatan pengajian selesai, namun saya tetap mendapatkan menu makan siang yang telah di sediakan.

Menu makan siang saat selesai pengajian
Singkat cerita siang hari menjelang sore saya sudah tiba rumah, hari tidak sempat untuk beristirahat siang. Waktu banyak saya habiskan dengan membersihkan rumah dan mempersiapkan keperluan anak-anak untuk mengaji.
Sore hari setelah semuanya beres, saya pun bersia-siap menjemput anak-anak disekolah mereka, sekaligus disambung dengan mengantar mereka ke tempat mereka belajar mengaji.

Anak-anak yang lagi belajar mengaji
Jam enam sore menjelang magrib saya kembali menjemput anak-anak di tempat mereka mengaji. Cuaca siang yang sangat panas, berubah menjadi sedikit berawan menjelang magrib.
Sebelum pulang saya singgah sejenak disalah satu warung beras yang terletak dipasar inpres, disana saya membeli satu karung beras untuk kebutuhan selama beberapa minggu ke depan.

Berhenti sejenak membeli beras
Dalam perjalanan pulang macet semakin parah, pengerjaan buatan jalan belum selesai. Ruas jalan yang tertutup membuat antrian kendaraan yang akan lewat menjadi terhadang, satu persatu kendaraan harus antrian melewati ruas jalan yang masih bisa dilewati.
Singkat cerita, dimalam harinya waktu banyak kami isi dengan mengajarkan anak-anak, ini rutinitas biasa yang kami kerjakan malam hari bersama istri. Selebihnya, setelah rutinitas mengajarkan anak-anak selesai, saya berselancar didunia maya.
Pada akhirnya, perjalanan hari ini berjalan sesuai dengan rencana dan harapan. Saat dapat beristirahat dan menyiapkan tenaga untuk besok hari.
Sekian cerita saya hari ini, terima kasih untuk segala bentuk dukungan yang anda berikan.

Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.