Melaksanakan fardhu kifayah ibunda rekanku (30 Oktober 2025)
Hello rekan-rekanku stemian. Doaku buat rekan-rekan sehat dan tetap semangat dalam berkarya dengan cerita-cerita yang penuh pesona dan bermanfaat bagi semua umat manusia. Aku bergeliat kembali setelah beberapa hari diam seribu satu bahasa.
Malam itu (Rabu, 29/10/2025) sang istri menyampaikan kepadaku bahwa ibunda salah seorang warga yang tinggal di Komplek TNI AL Ikan Hiu Titipapan, Medan, meninggal dunia. Informasi ini diterima saat sang istri melihat pesan bergambar di whatsapp nya. Perkiraan meninggalnya menjelang waktu maghrib. Malam itu beberapa ibu-ibu komplek melayat kerumah duka. Aku tak kesana malam itu. Kesepakatan dengan istri, esok pagi (Kamis, 30/10/2025) akan melayat bersama.
Takziah kerumah duka
Waktu pun berlalu. Malam berakhir. Fajar merekah. Hati dah berniat mulia akan takziah kerumah duka. Saat ini yang berduka adalah Lettu Mar Hendrik, Perwira Marinir Yonmarhanlan I. Ibunda tercinta meninggal dunia. Almarhumah selama ini bersama beliau. Sekitar pukul 09.15 WIB, Aku bersama istri takziah kerumah duka. Hanya berjalan kaki saja. Lokasinya tak terlalu jauh. Mungkin jika dengan hitungan langkah, sekitar 100 langkah. Setiba dilokasi Aku duduk dikursi luar bersama tetangga dan rekan sejawat Pak Hendrik lainnya yang ikut Takziah. Untuk istriku masuk kedalam sembari membaca surat Yasin dengan penuh kekhusukan.
Almarhumah bernama Salam binti Sanem. Lahir pada 01 Juli 1953, dan meninggal dunia pada 29 Oktober 2025. Tepatnya, almarhumah tutup usia pada 72 tahun. Suasana takziah semakin ramai. Jenazah sambil menunggu sang anak dari Batam, proses dimandikan dan dikafani berlangsung. Fardhu kifayah ini Aku tak ikut serta. Untuk disalatkan nantinya usai salat dhuhur di Masjid Al-Amien Komplek TNI AL Ikan Hiu. Sangat dekat dari rumah duka.
Pelaksanaan salat jenazah
Tak lama berselang, tibalah waktu dhuhur. Masjid Al-Amien ramai jamaah yang hadir. Lebih ramai kamu lelaki seperti yang Aku saksikan. Salat dhuhur pun di mulai dan selesai salat, jenazah diletakkan pada shaf terdepan. Pelaksanaan salat segera dimulai. Aku dipercayakan menjadi imam salat jenazah. Kedua anak lelaki almarhumah mempersilahkanku. Sejatinya, anak sendiri lebih baik menjadi imam salat. Tapi, tak apalah. Terpenting pelaksanaan salat jenazah berjalan dengan baik dan lancar. Do'a dipimpin oleh seorang kakek tua. Kakek yang kelihatan sudah sedikit uzur. Terdengar dari suaranya memimpin do'a agak sedikit bergetar.
Pelaksanaan salat jenazah selesai. Kemudian dengan mengunakan mobil ambulance, jenazah dibawa kepemakaman umum warga kelurahan Titipapan. Jika berjalan kaki dari komplek sekitar kurang lebih 150 meter. Rombongan yang hadir kepemakaman sebagian besar menggunakan kendaraan roda dua. Hanya beberapa anggota Marinir dengan menggunakan mobil truk.
Proses pemakaman
Jenazah sudah tiba diarea pemakaman. Liang kubur sudah selesai digali. Secara perlahan-lahan jenazah diangkat secara bersama-sama. Dengan penuh kehati-hatian diturunkan kedalam liang lahat. Terlihat temanku sangat bersedih atas kepergian ibunda tercinta. Sebelum dikuburkan, sang anak azan sesaat dengan suara yang terbata-bata penuh keharuan. Setelah itu barulah ditutup kembali dengan tanah. Manusia kembali kedalam tanah. Asal ciptaannya dari tanah. Gundukan tanah ditaburi beberapa bunga plus air disiramkan dari kepala hingga kaki jenazah. Pihak keluarga bergantian melakukannya.
Proses talqin
Setelah proses pemakaman selesai. Sesaat yang hadir duduk untuk mengikuti kegiatan talkin. Aku masih dilokasi dan duduk diatas tikar yang telah disiapkan. Pak tua memimpin talkin buat mayat. Untuk pembacaan do'a, Aku yang pimpin. Untuk diketahui bahwa perlunya kita mengikuti proses fardhu kifayah. Akan besar faedahnya buat kita yang masih hidup. Selain mendapatkan pahala sebesar gunung uhud, maka untuk mengingatkan kita yang hidup untuk mempersiapkan bekal setelah maut datang menjemput. Setelah selesai talkin dan do'a semua pergi meninggalkan pemakaman, termasuk pihak keluarga sebagai orang terakhir.
Tausyiah dirumah duka
Kegiatan selanjutnya adalah usai salat isya, secara bersama-sama dirumah ahli bait pelaksaanaan tahlil. Malam itu, tepatnya malam Jum’at. Malam penuh keberkahan dan kemuliaan. Malam yang merupakan malam yang terbaik dihari-hari Senin hingga Minggu. Ramai juga para jamaah takziah. Aku duduk didalam bersama jemaah lainnya. Untuk kegiatan malam itu adalah talqin, tahlil, do'a dan taushiah singkat. Talqin dipimpin oleh Pak Murpin. Tahlil oleh pak Saragih, dan do'a serta taushiah dipercayakan kepadaku. Pada saat taushiah singkat Aku mengingatkan bahwa setiap kehidupan pasti ada akhirnya. Pasti ujungnya kematian. Siapapun orangnya, laki, wanita, balita hingga orang tua, kaya dan miskin, pejabat dan rakyat biasa, pasti semua akan meninggalkan dunia yang fana. Allah berfirman pada Q.S. Al-Angkabut :57 "Kullu nafsin dzaiqotul maut, summa ilainaa turja'un", Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Kemudian, hanya kepada Kami kamu dikembalikan.
Aku menambahkan bahwa, sebagai anak kita harus senantias berbuat kebaikan, bersedekah, beribadah dan jangan lupa kirimkan pahala kepada orang tua yang telah meninggalkan kita. Anak yang soleh merupakan anak yang sayang kepada orang tua dengan senantiasa berbuat ibadah seraya tak lupa pada orang tua. Kata Nabi, ketika seseorang meninggal dunia, amalnya akan terputus kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya. (Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah dan diriwayatkan dalam Muslim). Nah, doain orang tua kita selalu. Jangan lupakan keduanya. Mereka rindu pahala-pahala kebajikan dari anak-anaknya.
Selesai taushiah, maka ramah tamah sederhana selanjutnya semua para ahli takziah kembali pulang kerumah masing-masing. Ingat, "Hidup pasti mati. Maka banyaklah beramal kebaikan selama masih hidup dibumi."
Salam semangat dari kota Gurindam XII, Tanjungpinang @hoesniy






Hello there, you have posted a great quality post and we are happy to support you, stay up with good quality publications
Curated by heriadi