Mengikuti Do'a Bersama Lintas Agama di Penghujung Tahun 2025 ( 31 Desember 2025)
Hari itu, Rabu, 31 Desember 2025, Aku tidak ada kegiatan apapun. Masih berkumpul dengan keluarga. Menjelang malam tahun baru 2026, kami sekeluarga sudah mengatur rencana dengan membuat kegiatan sederhana yaitu bakar ikan di halaman rumah. Merangkai kebersamaan dan kebahagiaan dengan keluarga tidak harus jalan-jalan ke luar negeri. Tidak harus shoping ke mall. Tidak harus menyaksikan kembang api yang dibakar pada malam menyambut tahun baru. Tidak harus karaokean di pubb atau di rumah karaoke keluarga. Berkumpul dan menikmati dengan penuh ceria melalui kegiatan bakar ikan, ini sudah membuat kami bahagia. Untuk itu, ikan dan bumbunya di siang hari mulai dipersiapkan. Tahun 2024, saat Aku tugas di Tanjungpinang (Koarmada I) hal ini tidak dilakukan. Alhamdulilah, tahun 2025, kami dapat berkumpul kembali asbab Aku tugas di Belawan (Kodaeral I).
Waktu fajar sudah dilewati. Sinar matahari perlahan mulai meninggi. Waktu dhuhur tiba. Aku masih dirumah usai salat dhuhur berjamaah di Masjid Al-Amien Komplek TNI AL Ikan Hiu. Tiba-tiba sekitar pukul 13.20 WIB, teleponku berdering. Ternyata Bapak Aspers Kodaeral I, Kolonel Laut (P) Tri Hermawan menghubungiku dan menyampaikan suatu pesan, " Tor malam ini tugas perdana ya. Mohon mewakili Dankodaeral pada acara Do'a Lintas Agama yang diselenggarakan oleh Pemprovsu." Apakah Aku mengelak dan mencari seribu satu alasan? So pasti tidak kawan. "Randu, siap dilaksanakan," jawabku dengan penuh semangat. Terus terang saja kegiatan seperti ini sangat Aku sukai, selain tugas kita dapat membangun jaringan silaturahmi dengan sesama insan.
Oh iya, saat kami berkomunikasi, sang istri ada disamping. Mendengar kisah ini agak lemah juga semangatnya karena agenda bakar ikan bisa tak lengkap. Aku coba memberikan pengertian dan menenangkan jiwa,"tenang Ma, kegiatannya dimulai pukul 19.00 WIB. Paling banter selesainya pukul 21.30 WIB," jawabku sambil menghibur istri. "Ok Pa, kami semua nantinya akan tunggu Papa mengisi bersama merangkai bahagia di malam ini,"jawab istriku penuh semangat.
Kegiatan Do'a Lintas Agama yang diselenggarakan oleh Pemprovsu dimulai pukul 19.00 WIB. Lokasi acara di Aula Tengku Rizal Nurdin, jl. Jenderal Soedirman no. 41, Medan. Aula tersebut berdampingan dengan rumah Gubernur Sumatera Utara. Gubernur Sumatera Utara saat ini adalah Pak Bobby Nasution. Aku memahami bahwa jarak tempuh di kota Medan bisa memakan waktu lama jika sore hari. Alasan utama kemacetan yang rutinitas dijumpai. Apalagi sore hari, banyak waraga yang pulang kantor. Ramai kendaraan melindas aspal. Untuk mengatasi keterlambatan kedatangan maka Aku berangkat lebih awal. Sekitar pukul 17.45 WIB, Aku menuju sasaran. Aku merasakan pergerakan mobil agak pelan. Saat memasuki jalan Simpang Glugur menuju Jl. Adam Malik agak macet. Mobil melaju hingga ke Lapangan Benteng dan mobil Aku arahkan ke Jl. Jenderal Soedirman tempat lokasi acara. Aku melihat pintu depan masih tertutup dan terpaksa lewat pintu samping. Mobil Aku parkirkan dibagian belakang dekat pintu masuk menuju lokasi. Aku tiba sekitar pukul 18.31 WIB. Perjalanan yang melelahkan.
Senja hampir tengelam. Waktu maghrib akan tiba. Sebelum menuju lokasi acara maka salat maghrib terlebih dahulu. Beberapa tamu yang mengikuti kegiatan mampir salat. Azan maghrib berkumandang memanggil umat. Informasinya masjid ini bernama Masjid Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) yang diresmikan era Bapak Edy Rahmayadi sebagai Gubsu. Menurutku masjid ini indah dan bagus. Masjid yang memiliki 9 pintu dan berkubah emas menjadi tempat utama pegawai atau karyawan yang berdinas dilingkungan kediaman Gubsu. Masjid yang dibangun pada Juni 2019 mampu menampung 500 jamaah. Memang agak luas dan indah serta nyaman suasana didalam masjid.
Selesai pelaksanaan salat maghrib Aku menuju Aula Tengku Rizal Nurdin. Dilokasi Aku berjumpa dengan Pamen Bintal Kodam I/BB, yang mewakili Pangdam I/BB, dan, Aku mewakili Dankodaeral I Belawan. Kami masuk kedalam Aula. Suasana masih sepi. Hening tak bergemuruh. Hanya terlihat beberapa orang saja. Sambil melihat-lihat kursi nantinya yang kami duduki dan selanjutnya mengabadikan beberapa duaja dari Kabupaten dan Kota yang wilayah kerjanya dibawah jajaran Pemprovsu.
Satu persatu para tamu undangan tiba. Aku yakin, tak mungkin kegiatan di mulai tepat waktu, pukul 19.00 WIB. Pasti agak mundur. Ternyata benar. Sambil menunggu waktu dan beberapa tamu tiba maka Aku mencoba membangun komunikasi dan silaturahmi dengan para pemuka agama dari berbagai agama. Ada agama Islam, Hindu, Kristen dan Kong Fu Chu. Kami saling bertukar pengalaman dan berbicara dengan penuh keceriaan. Sedang asyik berbicara suara azan isya masuk melalui lubang-lubang angin terdengar jelas di telinga. Aku untuk tinggalkan Aula untuk melaksanakan salat isya. Salat berjamaah lebih utama dibandingkan salat sendirian.
Usai salat isya, bergabung lagi diengan tamu undangan lainnya. Suasana sudsh terlihat ramai. Aku duduk di meja utama, bagian depan. Pada meja tersebut ada Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) , Bapak H. Surya. Ada juga Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Bpk. Sulaiman Harahap. Dari Kejaksaan Tinggi Sumut diwakili oleh Kasi 3 Bidang Intel, Junio, S.H.,.dari Kodam I/BB, Pamen Bintal, Letkol Arm Dwi Wahyudi dan Aku mewakili Dankodaeral I, Kolonel Laut (Kh) Husni, S.Ag (Pok Sahli D Jemen Kodaeral I). Kami saling bercerita penuh keakraban. Pak Wagub sangat bersahaja dan mudah diajak berbicara. Bahasa kerennya beliau sosok yang Humble dan ramah.
Tak lama berselang, sang Master of Ceremony (MC) secara berurutan membacakan acara demi acara nantinya. Sebelum sambutan Pak Gubsu yang akan disampaikan oleh Wagubsu maka MC mengiring para pemuka agama untuk semuanya tampil kedepan agar membacakan do'a menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Tentunya do'a ini,.selain mengharapkan keadaan hidup kedepan (2026) lebih baik lagi, tak lupa diselipkan do'a kepada saudara-saudara kita yang di Aceh, Sumut dan Padang agar tabah dan kuat menghadapi bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menimpanya. Suasana berdo'a sangat khidmat. Maka sangat tepat tertulis dalam layar ** Do'a Lintas Agama untuk korban ben cana alam di Sumatera serta Menyambut Tahun Baru 2026**.
Selesai kegiatan do'a, yang disebut Do'a Lintas Agama maka kita akan mendengarkan sambutan dari Pak Gubernur yang diwakilkan oleh Pak Wagub. Dalam sambutan tersebut Pak Wagub menyampaikan," momentum ini bukan sekedar pertemuan seremonial melainkan peristiwa batin yang syarat makna dimana kita bersatu dalam kerendahan hati memohon perlindungan kekuatan dan keberkahan bagi daerah yang kita cintai bersama di Provinsi Sumatera Utara."
"Sumatera Utara merupakan rumah besar bagi keberagaman. Di tanah ini hidup berdampingan berbagai agama, suku, budaya dan tradisi yang selama ini menjadi kekuatan sosial dan kekayaan peradaban. Kerukunan yang terbangun bukanlah sesuatu yang hadir dengan sendirinya, melainkan hasil dari kesadaran kolektif, komitmen moral dan ketauladab para tokoh agama serta seluruh elemen masyarakat," jelas Pak Wagub.
Selesai sambutan Pak Wagub, selanjutnya melaksanakan foto bersama Pak Wagub bersama Forkopimda dan para pemuka agama lintas agama. Semua berdiri dengan rapi diatas panggung. Kepalan tangan didepan dada mempunyai nilai bahwa memasuki tahun baru 2026 penuh dengan semangat dan harapan agar lebih baik dibandingkan tahun 2025. Optimis itu penting. Hidup dengan optimisme yang tinggi menjadi bekal menuju tangga kesuksesan. Bila sukses maka kebahagiaan akan tercapai. Selain foto bersama, Aku pun memanfaatkan momentum foto dengan pak Wagubsu. Inilah foto perdana Aku dengan pejabat Pemprovsu. Dan, hobiku salah satunya adalah senang memanfaatkan momen indah berfoto dengan para pejabat negeri.
Waktu menunjukkan pukul 21.00 WIB, kegiatan pun selesai. Aku kembali pulang dengan penuh semangat tinggi. Dalam benakku, malam tahun baru ini akan menjadi indah dengan bakar ikan dan berkumpul dengan keluarga. Momen seperti ini jarang terjadi tatkala Aku tugas dilain kota. Perlahan mobil telah meninggalkan rumah Dinas Gubsu. Memasuki jalan Dipenogoro suasana tampak ramai kendaraan. Paling banyak kendaraan roda dua. Kendaraan roda empat pun tak kalah ramai. Waduh, jalan mulai macet. Padahal untuk menuju pukul 24.00 WIB masih lama. Ini saja hanpir pukul sepuluh malam.
Aku mulai terjebak macet. Mobil yang Aku kendarai berjalan lambat. Sudah seperti siput. Sangat pelan. Apalagi saat berada di jalan Lapangan Benteng, harus hati-hati karena ada pengendara yang tak mau mengalah untuk saling mendahului. Raut wajah mulai terlihat kesal akibat macet panjang. Puncak macet terjadi di depan Lapangan Merdeka. Mobilku terduduk sangat lama. Aku tak ada niat untuk menikmati malam tahun baru, apalagi melihat dentuman kembang api yang menampilkan cahaya di langit.
Aku mulai memberi kabar kerumah bahwa, tak bisa ikut makan ikan bakar bersama. Tak mungkin lolos dari kemacetan panjang. Harus perbanyak sabar. Tak boleh dibawa uring-uringan. Tak ada manfaatnya. Kondisi lalulintas sudah berantakan tak terkendali. Setelah lama membeku di jalan maka pukul 24.00 WIB, pertanda pergantian waktu, pergantian tahun dari 2025 menuju 2026, maka berhamburan kembang api menghiasi angkasa kota Medan. Warga tak perduli dengan larangan pemerintah setempat agar tak memainkan kembang api dalam menyambut tahun baru 2026. Suara dentuman kembang api saling bersahut-sahutan. Mulai dari suara terkecil hingga terbesar. Aku hanya kuatir terjadi kebakaran saja. Aku melihat kembang api berpencar diatas pohon beringin tua. Jika terbakar, waduh, tak dapat bergerak kemana-mana. Kucar kacir orangnya, namun mobilnya bisa menjadi korban. Inilah risau di malam tahun baru. Ya, selain macet terlambat pulang dan kuatir terjadi bahaya kebakaran akibat ulah permainan kembang api.
Setengah jam kembang api berdentum, perlahan-lahan warga kembali kerumah. Bagi yang tidak kembali entah kemana mereka menikmati malam ini. Mobilku perlahan-lahan keluar dari area macet. Akhirnya kembali normal jalan raya. Aku pun tiba dirumah sekitar pukul 01.00 WIB. Ternyata, sang istri dan anak-anak masih menunggu. Mereka mendampingiku makan ikan bakar. Mereka sudah mendahului. Mereka menemani sesaat sambil menahan rasa kantuk demi ingin bersama sesaat merangkai bahagia dimalam tahun baru.
Selamat Tahun Baru 2026 M. Semoga menjadi tahun penuh keberkahan dan kesuksesan dalam menatap hari esok yang lebih indah dan penuh pesona nikmat Allah SWT berikan.*
Salam semangat dari @hoesniy











Curated by : @walictd